My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Sock

My baby growing so fast.. and, now this little Onga can put on her own sock!  #22months

-Ling-

Marmer Cake

Adonan cake masuk oven 18.25. Matang 45 menit kemudian. Penampakan dan status terakhir pada pukul 20.32 (saat postingan diketik) sudah sisa kurang dari seperempat saja. Mantap memang.

Marmer cake favorit kali ini dibuat mengikuti resep dari cookpad dengan sedikit penyesuaian mengikuti selera dan ketersediaan bahan.

Cara membuatnya mudah. Tidak perlu mengocok putih telor secara terpisah. Hasilnya, yummy! Lembut dan tidak kering. Jadi lah diabadikan di sini untuk rebake dikemudian hari seandainya kelamaan ga bikin dan lupa takaran bahan-bahannya.

Bahan:
200 gr mentega
150 gr gula (aslinya 200 gr)
5 butir telur (aslinya 4 butir)
150 gr tepung terigu
1 sdt vanili
2 sdm Milo

Cara:
Kocok mentega dan gula sampai putih dan mengembang.
Masukan telur satu persatu.
Masukan campuran tepung terigu dan vanili sedikit demi sedikit sambil diayak.
Setelah merata, campur sedikit adonan dengan Milo untuk membuat motif marmer.
Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles mentega dan dilapis dengan terigu.
Panggang dalam oven 180 celcius yang sudah dipanaskan sekitar 45 menit.
Karena gue suka kulit yang agak garing, jadi tambahan waktu 5 menit di oven dengan api atas.

Karena menggunakan Milo dan bukan coklat bubuk biasa, jadinya kata "jadul" dikeluarkan dari nama kue. Perasaan masih ada sisa bubuk coklat, ternyata pas nyariin ga ketemu. Sudah habis dibikin minuman sama si Dede. Jadilah improvisasi dengan bubuk Milo yang sama-sama menghasilkan warna coklat. Jeleknya Milo, warna coklatnya tenggelam ke bawah. Jadinya kurang marmer penampakannya.

Akhir kata, jangan nimbang dulu deh sementara waktu! Ckckck..

-Ling-

New Haircut

Hampir dua tahun sudah sejak keinginan muncul dan baru terealisasi kemaren. Dan kalo bukan karena si hair stylist yang gerak cepat mungkin masih belum sependek ini hasilnya.

Sempat harap-harap cemas awalnya.  But like the result. Feel fresh and enteng!

-Ling-

Burger Abang Rumahan

Gue selalu suka Burger Abang yang jualan keliling dengan sepeda itu. Beda aja gitu sama punya Burger King atau McD.

Sejak masuk bulan Ramadhan, begitu ujung jalan yang satu ditutup untuk Tarawih warga, maka akan mangkal tukang makanan. Salah satunya yang jualan burger. So happy about that.

Pelaku pertama adalah si Kamu yang suatu malam pulang-pulang bawain burger. Sejak itu selama semingguan hampir tiap malam jajan burger si abang ini. Tapi, lama-lama kog jadi ngeri sendiri yah liat warna ham-nya yang merah merona.

Prinsip (baca: pembenaran) gue akan makanan jalanan adalah, sesekali tak masalah. Dan, kalo uda semingguan itu udah ga sesekali lagi ceritanya. Apalagi mengingat untuk satu burger tanpa keju itu Rp. 6000 saja. Tambah selembar keju singles jadi Rp. 9000. Jadi kepikiran deh untuk bikin sendiri di rumah meski nantinya harus mengeluarkan uang lebih.
Begitu bikin di rumah, eh ada yang ketagihan. Pulang-pulang bawain lagi roti bulat buat burger. Kali ini beserta ham, keju singles dan ketimun. Padahal, waktu pertama minta beliin roti bulat itu alasannya banyak. Ckckckck

Meski bukan termasuk makanan sehat, setidaknya dengan mengeluarkan tenaga dan waktu lebih, bisa mendapatkan jajanan favorit yang lebih sehat dari yang dijajakan si Abang. Menyuapkan rotinya dan keju ke mulut si Onga pun lebih tenang.


-Ling-

Onga, 28 Jun 2016

Hai.. hai.. segera blog ini akan semakin di banjiri oleh postingan tentang Onga dan Onga. Semoga tidak bosan! *serasa selebriti blog yang banyak pembacanya*

Si 21 bulan semakin bawel dan aktif. Sudah mulai bermunculan pertanyaan "kenapa" versi dia yang berubah menjadi pertanyaan "kog".
"Kog mati lampu?"
"Kog tutup pintu?"

Hobi turunan menonton tivi semakin kuat. Makin banyak saja tayangan yang dia ingat. Kalo minta nonton langsung sebut judul.
"Mama nonton Kate & Mim mim",
"Mama, nonton Upin Upin",
"Mama, Kereta api aja",
"Mama, mau Masha"
"Mama, Sophia boleh", etc

Bagus ada Useetv yang punya fitur Video on Demand dan bisa streaming langsung. *Ga nyesal deh dulu belinya SmartTv karena iming-iming digital tv yang ga tau gimana perkembangannya sekarang. Jadi bisa dengan gampang mutar tayangan yang diminta.

Gue memang termasuk orangtua yang agak melonggarkan screen time. Belum dua tahun uda dikasi nonton. Terpaksa versi pembelaan diri, "anak ku susah makan. Tayangan Upin Ipin atau yang lainnya mempermudah acara makan". Karena dikenalkan, jadi lah dia minta tambahan di luar jam makan.

The best I can do to minimize TV Time, Play Time! Membaca, mewarnai, memasang puzzle, main masak-masak, main bikin rumah, main bola, ngajak jalan-jalan, dll. Makin ngetik, ga terasa ternyata sudah banyak yang sudah dikuasai si Onga. Bahkan sudah bisa menyanyikan "Burung Kakak Tua", walo belum lengkap semua.

Cutest thing, check this one. Nama-nama warna versi Onga, yaitu:
Pink, warna terang
Coklat, warna gelap
Hitam, hitam.

Love you full my girl! Muahh..

-Ling-

2nd Braid

Salah satu kegiatan feminine favorit selain kutekan, kepang rambut! Well lebih tepatnya, ngepangin rambut orang yah. Hehehe..

Senang rasanya bisa sukses ngepang rambut si Onga. Bukan hal gampang untuk minta dia duduk diam selama proses. Sekedar ngikat aja sulit. Jadi ketika sukses bikin satu hairdo, rasanya itu.. woww! :P

Ini adalah hairdo kedua. Yang pertama sukses tanpa diduga dan ga ingat untuk motoin. Kejadiannya begitu cepat. Dari sekedar iseng pegang-pegang rambut, sukses ngepang sampai jam mandi dan si Onga udah wangi shanpo lagi.

Jadi ingat dulu pertama kali belajar ngepang model "tulang ikan" kaya gini berkat jasa dan kebaikan si adik yang rela rambutnya dijadiin kelinci percobaan. Mungkin sekitar SMP. Oh my!  Cepatnya waktu berlalu. Dari anak abege mainan rambut sang adik, sekarang berkutat dengan rambut anaknya.

-Ling-

Random Post

My Onga.. my ebeb kecil, pose mu nak, ga tahan!

-Ling-