My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Melatih Motorik Halus

Melatih motorik anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Satu dari sekian banyak yang tersedia adalah saku belakang celana yang berkancing!

Kelebihan permainan ini adalah orangtua atau pendamping dapat bersantai menyaksikan tayangan favorit atau sekedar bermain dengan ponsel cerdas di tangan.

Motorik halus anak akan terlatih dengan kegiatan memasang dan melepaskan kancing. Dapat juga kegiatan lepas-pasang diselingi dengan memasukkan-mengeluarkan benda ke dalam saku sebagai variasi agar anak tidak bosan.

Selamat mencoba!

-Ling-

Combo!

Bobo sore sendiri.
Bangun tidur buka pintu sendiri ga pake nangis.
Pipis sendiri.
Minta makan sendiri. Dihabisin!

Combo kebahagiaan seorang ibu hanya sesederhana ini..

Dan kemaren seharian berhasil melewati hari dengan modal satu celana dalam saja. Yak, seharian tidak ngompol! Dan sekarang berharap semua berlangsung untuk seterusnya. 27 mos permanently toilet trained. Dan bukan kesenangan sesaat seperti beberapa bulan lalu. Kering beberapa hari dan drama kembali berlanjut.

-Ling-

Ten in The Bed

There are ten in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Itsy bitsy"

There are nine in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Panda"

There are eight in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Moo"

There are seven in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

"Gukguk"

There are six in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

"Ih siapa itu? Anak kecil"

There are five in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Bebek"

There are four in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Pig"

There are three in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

"Monkey"

There are two in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down.

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Embek"

There are one in the bed and the little one said, "goodnight"

Akhirnya selesai juga postingan dengan masa tunggu yang super lama ini. Berulang kali menyesuaikan lirik lagu dan mencari gambar yang sesuai. Tak sangka semua itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Alhasil sampai tahun berganti baru dirilis.

Karena ga ada foto koleksi sendiri dan sudah berulang kali keluar masuk kotak draft, sampai lupa kejadian pastinya kapan. Yang terbaca saja 10 Desember yang lalu.

Kalo ga salah ketika umur si Bocah sekitar 1,5 tahun. Dia bernyanyi mengikuti klip lagu sambil menjawab tokoh mana yang jatuh. Waktu itu ngomongnya masih belum selancar sekarang. So cute!

Sekarang? Kalo dia lagi semangat, dia akan melarang kita untuk menyanyikan lagu. "Mama jangan nyanyi. Odi aja yang nyanyi", katanya. Ckckck..

Kesimpulan: Mama butuh laptop baru! Eh..

-Ling-

Kue Cacing

Entah apa yang dilihat si Bocah dari kue Cacing aka Larva ini. She just so into it. Tiap kali lewat toko kue dari Korea ini, pasti deh, "Mama Odi mau kue cacing".

Sudah beberapa waktu hal ini berlangsung. Jika diingat-ingat sudah meminta bahkan sebelum ultah ke dua nya. Pernah berjanji untuk membelikan dalam rangka tiup lilin ke-2. Tapi batal karena akhirnya berangkat ke Taman Safari pada hari H dan tiup lilin kue kecil di Cimory.

Kirain sudah case closed. Eh, pulang dari Puncak masih ingat juga dia sama si Kue Cacing. Dan Si Mama yang jarang sekali menolak alasan untuk membeli kue ini masih berkeras hati untuk membelikannya sampai berbulan-bulan kemudian.

Bukannya apa.. Harganya itu lho.. Rp 280.000 saja! Ckckck. Rasanya gimana gitu. Terlebih karena tipe cake mereka kurang bisa memuaskan lidah gue. Jika saja yang tertera adalah Rp. 180.000. Pastinya sudah masa lalu postingan tema Kue Cacing ini. Hehehe...

Tadinya Kue Cacing dijadwalkan akan menemani melewati malam pergantian tahun. Karena jadinya tidak jadi bertahun baruan di rumah, mundur lagi jadwal kedatangannya.

Semalam juga kalo bukan karena desakan dari pihak ketiga dan keempat, mungkin para Cacing ini masih harus menunggu tahun baru Imlek baru akan dibawa pulang.

Semalam, seperti biasa kalo akan melewati toko tema hijau itu, pasti dialognya adalah "Mama Odi mau kue Cacing" sambil meronta turun dan berlari menuju etalase. Atas desakan pihak ketiga, hati pun sedikit melunak. Ingin memanfaatkan situasi, dialog pun terjadi
"Audrey mau kue Cacing?"
"Iya Mama"
"Kalo uda beli kue Cacing, Audrey ga usah nenen mama lagi yah. Susu aduk aja (susu formula) atau susu moo (susu UHT)"
Terdiam sejenak. "Nggak Mama. Odi ga mau kue Cacing. Odi mau ke sana". Sambil menunjuk ke arah lift.

Beberapa kali ditanya tetap jawabannya "Tidak" dengan raut wajah yang berubah jadi galau dan jelek. Pihak ketiga dan keempat ikut bersuara dan membelanya.

Singkat cerita, beberapa saat kemudian jadi lah si Kue Cacing di bawa pulang. Sempat bingung mau menuliskan kata-kata apa ketika "Happy New Year" terasa janggal untuk tanggal 5. Jadi lah "Happy Audrey" meski si Mas sempat ragu dan bertanya "Happy Audrey aja miss? Ga pake 'birthday'?"

Tiba di rumah, dengan tak sabar "Mama Odi mau makan kue Cacing". Alhasil.. Jadilah kue sudah dipotong sebelum sempat diabadikan.

Meski rasa kue sesuai dugaan, tetap happy ketika melihat betapa senang dan bahagianya si Bocah. She was so happy! Very excited with her Kue Cacing!.. Glad you love it that much, girl.

-Ling-

Onde Day!

Happy belated Onde Day!

Foto terpampang adalah Onde hasil percobaan kedua tahun ini. Onde yang dibuat pada tepat hari H semi-semi gagal, walaupun masih tetap enak.

Sedari pitik dan bisa mengingat, Onde yang gue dikenal ga ada isinya. Baru lah ketika di Jakarta ternyata Onde ada isi Kacang! Jadi, pada tahun ini berniat bikin Onde yang isi kacang juga.

Dengan bekal resep lama, rupanya susah sekali untuk membuat Onde yang pake isi. Adonan susah sekali dibentuk! Bikin satu Onde aja rasanya butuh kesabaran dan energi super. Dalam hati berpikir, ga heran Onde dijual mahal walau dibuat dari bahan super sedehana.

Dari keseluruhan adonan yang terbuat dari sebungkus tepung ketan sekitar 500gr, gue ngabur pada saat 30an butir! Itu pun tidak semuanya ada isi. Dan entah bagaimana ceritanya sampai akhirnya adonan hanya tinggal sedikit saja.

Oh yah, dari yang terbaca apakah terasa seakan gue banyak sekali andilnya dalam proses pembuatan Onde? Jika iya, maka telah terjadi kesalahan persepsi. Sebagian besar cerita ditulis dari sudut pandang nyokap! Gue cuma peran pembantu yang berasa jadi aktor utama dan numpang tenar dengan tema Onde. Hehehe

Jadi.. Nyokap yang memang pecinta Wedang Ronde penasaran dengan pembuatan Onde isi, yang dari cerita adiknya itu gampang buatnya. Pada waktu dan kesempatan yang ada, prakteklah beliau dengan bermodalkan resep dan tehnik yang selama ini dia ketahui. Gue mah apa.. Cuman berpartisipasi dalam membulatkan dan mencoba membuat Onde isi saja.

Hasil tak maksimal membuahkan berbagai klausul. Seperti adonan kurang air. Waktu jeda istirahat adonan kurang lama sampai kemungkinan tepung sudah kadaluarsa yang tetap dipaksakan meski angka yang tertera tidak berkata demikian.

Dan, ternyata semua salah air yang kurang panas. Untuk mendapatkan adonan kenyal yang bisa leluasa dibentuk harus mengunakan air panas. Dengan adonan baru semua terasa mudah. Harga Wedang Ronde pun langsung terasa tak masuk akal.

Tak tanggung. Semua Onde babak dua ini ada iainya! Nyam... Enak! Baru kali ini makan Onde sampai kenyang! Hampir 20 butir gue lahap. Hahaha..

Oh yah.. Satu bungkus tepung ketan bisa untuk sekitar 80an butir Onde ukuran sedang isi kacang. Sekedar catatan untuk pertimbangan membuat adonan kalo mau buat Onde tahun depan ^^

-Ling-

Rouge One

Ga nyangka!

Thanks to my lil sis yang menemani si bocah main jadinya punya kesempatan nonton di hari ke-2..

Sekali lagi pembuktian atas "jangan terlalu ngarap" malah membawa hasil. Ga ada persiapan nonton malah sukses tanpa perencanaan panjang. Dr. Strange yang ditunggu-tunggu dan disertai beberapakali percobaan malah gagal total. Ckckck..

-Ling-

Masuk Dus

Ditinggal cuci piring bentar eh tau-tau ada suara "Mama.. Odi ga bisa diam. Mama tolongin..". Buru-buru liat ke arah tangga. Kirain dia naik dan minta bantuan untuk turun. Lho kog nggak ada?!

Terdengar lagi suara yang kini sudah berubah jadi tangisan. "Mama, tolong..  Odi ga bisa..". Cari-cari.. Rupanya ada di kolong tangga dan terjebak dalam dus kaya gini. Mau marah mau ketawa. Ya sudah deh.. Sebelum ditolong diabadikan dulu. Dan, makin kencang pula lah tangisannya. Hahaha..

Eh ga ada kapoknya, tiap liat dus itu malah dengan pedenya cerita kalo dia pernah masuk situ dan nangis ga bisa keluar. Trus ambil ancang-ancang mau mencoba masuk lagi. Dasar two years old!

-Ling-