My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Seblak Jelatet

Penampilan mungkin gak cantik, tapi rasa.. aduhai.. bikin nagih pengen lagi pengen lagi. Nama lengkapnya Seblak Jelatet Murni. Yang mana baru gue ketahui hari ini. Sebelumnya cuma tau namanya Seblak Muara Karang dan merupakan cabang dari Seblak di Pademangan. Dan, ternyata Seblak ini cukup beken dan kekinian. 

Pengetahuan gue mengenai Seblak cuma sedikit. Pemahaman gue akan Seblak adalah makanan kekinian baru asal Bandung yang isinya sejenis mie tek-tek kuah dengan tambahan ceker dan kerupuk tanpa di goreng yang menjadi ciri khasnya. Karena mengandung ceker ini pula minat gue terhadap Seblak, nol.

Ketika diajak untuk mencoba Seblak Jelatet ini sempat menolak dengan alasan ga doyan ceker. Tapi diyakinkan klo Seblak yang satu ini beda. Kita boleh pilih sendiri isi Seblak yang kita inginkan. Iming-imingnya adalah, kuahnya enak! Pedas mantap! Jadi lah berangkat pada hari yang telah ditentukan. 

Pertama kali masuk tempat makannya, sempat norak. Bingung sama cara memesan makanannya. Ada opsi pilihan menu dan topping. Ada pula pilihan tingkat kepedasan yang diinginkan dengan rentang dari 0-5.

Jadi, di Seblak Jelatet ini kita bisa bebas memilih isi yang kita inginkan. Harga dihitung per item dimana satunya Rp. 8000. Untuk satu mangkok, diwajibkan memilih minimal tiga isi dari apa yang ditawarkan. Mie, Kwetiau, Makaroni, Ceker, Kikil, Bakso, Kerupuk. Berlaku pengulangan. Satu jenis bisa dipilih dua kali atau lebih. Misalnya, Bakso, Bakso dan Kerupuk. Atau bahkan boleh memilih Bakso, Bakso, Bakso. 

Setelah memilih tiga item, baru bisa memilih topping tambahan. Beberapa yang ditawarkan seperti Sosis, Fish Ball, Cihwa, Sayap Ayam, Telor, dll. Harganya bervariasi. 

Ketika menu pilihan datang, hemm.. beda banget sama yang pernah dilihat sebelumnya. Warna kuahnya beda banget. Begitu mencicipi kuah level 1 yang dipesan, langsung keluar asap! Wkwkwkwk.. saking pedasnya sampai ga sanggup untuk menghabiskan. Lidah pun ga bisa menikmati. Tapao!

Pesan satu porsi lagi untuk dibawa pulang. Si Kamu katanya mau mencicipi. Strategi agar kuah ga mubazir, pesanan baru, level 0. Rencananya kedua kuah tersebut akan dicampur agar tingkat kepedasannya menjadi lebih manusiawi. 

Ketika di rumah, boro-boro dicampur langsung, yang ada kuah level 0 berlaku seperti sambal untuk menambah rasa pada mangkok kedua. Bayangkan rasa pedasnya! Hahaha.. 


-Ling-

Menyusui dan Sleep Trainning

Urusan ASI si Anak, setali tiga uang dengan sleep trainning. Sulit sekali bagi dia untuk tidur sendiri tanpa (nenen) mamanya. Karena kebiasaan nenen sambil tiduran dan ketiduran beneran, jadinya dia ga bisa tidur kalo ga sambil nenen. Kebiasaan ngempeng nenen ini berlanjut terus sampai sekarang. 

Proses lepas ASI, atau lebih tepatnya "menyusui" sendiri beberapa kali mengalami maju-mundur. Ga kelar-kelar. PR utamanya yah ketika jam tidur. Jadi buat gue, lepas menyusui sama dengan sleep trainning. Iya. Sleep trainning gue gagal total. Ditanya alasannya apa dan bagaimana ceritanya bisa sampai kebablasan untuk urusan tidur ini, gue pun sudan ga ingat.  

Sejak mendekati usia dua tahun, beberapa metode sudah coba diterapkan. Rasanya pernah di posting juga ceritanya. 

Buat gue, kemelekatan ini terjadi karena ada andil gue juga, jadi gue pun ga mau langsung memaksakan dia untuk bisa melepas dengan cara keras. Perlahan tapi pasti. Sadar diri dengan metode yang dipilih, target pun ga muluk dan super karet. Lepas total usia tiga tahun. *crossing fingers*. 

Memasuki bulan kedelapan, sebenarnya sudah beberapa kali proses lepas menyusui ini mencapai tahap "hampir lulus". Ritme sudah dapat, si Anak juga sudah mulai terbiasa, eh ada perubahan rutinitas atau kegiatan yang cukup signifikan. Seperti yang terjadi April lalu, sudah sempat beberapa hari tidur bermodal susu botol, tiba-tiba travelling hampir satu bulan. Jadilah kebiasaan lama muncul kembali. Kejadian paling anyar, minggu lalu mendadak panas selama beberapa hari. Rewel karena ga enak bodi, nenen pun jadi solusi. Apalagi katanya ASI "tua" sangat baik untuk imun tubuh. 

Setelah beberapa kali progres ke-reset, semoga kali ini menemukan titik terang dan berhasil lulus tahap yang satu ini. Sekarang adalah hari keempat, semoga kebiasaan ini terus berlanjut. Jadi PR selanjutnya adalah melatih dia untuk menenangkan diri sendiri ketika terbangun serta menghilangkan keahliannya nenen sambil bobo. 

Menurut gue, Si Anak sendiri sebenarnya sudah tau dan sadar kalo memang sudah saatnya dia berhenti menyusui. Beberapa kali dia sendiri yang bilang kalo dia sudah bukan bayi lagi dan sudah tidak mau nyusu. Tapi begitu candunya datang, tanpa malu dia merubah diri menjadi bayi. Bahkan sampai bertingkah dan berbicara bahasa bayi. Jadi, bukan tak mau, hanya saja dia belum mampu.

Dua hari tidur guling-guling, hari ini dia maunya tidur di atas guling. Apapun itu, semoga kali ini berhasil lulus!

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.. 


-Ling-

Plan B Lebaran

Libur Lebaran memungkinkan untuk berkeliling Jakarta tanpa ditakuti oleh kemacetan yang terkenal itu. Di hari kedua Lebaran, rencana bersilahturahmi ke rumah saudara yang merayakan Idulfitri tahun ini harus berpindah lokasi. Orang yang dituju sedang berada di "Rumah Sehat" alias hospital. Jadi, acara rusuh pun pindah alamat. Dan batal juga mengajak serta si Anak untuk ikut meramaikan acara, bertemu dengan sanak keluarga. 

Plan B adalah, Anak tinggal di rumah bersama Papanya. PR Papa adalah memastikan anak tenang terkendali sampai gue kembali ke rumah. Baru deh setelah itu jalan-jalan sama-sama lagi.

Rumah Sehat yang dituju ini sedikit lebih dekat dibanding ke rumah si Koko. Dan karena RS, maka harusnya tidak lama berkunjung ke sana. Toh yang sakit harus beristirahat. Jadi keputusan sudah bulat untuk menjalankan plan B. 

Eh eh eh.. tetap saja. Jalan jam tiga, jemput saudara lainnya, meluncur ke RS, ngobrol yang super lama, pulang sampai rumah lagi sekitar jam delapan malam. Anak yang jarang banget ditinggal pun menyampaikan isi hatinya. 

"Mama pergi. Audrey sama Papa di rumah. Mama perginya lama banget! Ga boleh pergi lama-lama". 

Berniat memberi penjelasan, 
"Mama kan perginya jauh. Jadinya lama deh". Eh, tanpa babibu diskak-mat "Mama ga boleh pergi jauh-jauh. Mama perginya yang dekat aja dari rumah". Hemm.. ga tau lagi mesti jawabnya gimana. Ckckck... 

Jika ada yang penasaran kaitan ketikan dengan pilihan foto, itu adalah foto pemandangan Jakarta malam yang diambil dari kamar RS lantai 35. Beautiful! Get well soon dear Aso. Muahh.. 


-Ling-

Jakarta Fair 2017

Satu acara rutin tahunan yang dinanti-nanti, Pekan Raya Jakarta alias PRJ yang kini berganti nama menjadi Jakarta Fair. Hampir tiap tahun tidak pernah bolos. Bahkan dalam sebulan bisa beberapa kali. Acara biasanya berlangsung selama sebulan, tahun ini lebih panjang. Buka tanggal 8 Juni tutup 16 Juli 2017.

Sampai tulisan ini diturunkan, penulis sudah dua kali masuk Jakarta Fair. Padahal yah ke sana ga gimana-gimana juga. Tapi suka aja gitu sama keramaian "pasar malam". 

Kegiatan pasti di Jakarta Fair ala gue:
Satu. Mengunjungi stand Yakult. Beli dua pack, boleh ambil undian untuk mendapatkan hadiah langsung. Incaran, botol minum bentuk botol Yakult. 

Dua. Jajan kerak telor. Ga ada stand khusus. Asal mampir aja. Secara banyak banget pilihannya. Dan rasanya agak mustahil juga untuk menghapal posisi atau muka penjual. Satu yang harus diperhatikan adalah membeli minum di stand sekitat penjual kerak telor. Masa beli minum dua botol 16rb. 

Tiga. Stand pakaian anak. Murah beneran yang ini. Pakaian karakter lisensi mulai dari 30an. 

Empat. Stand jajanan sejenis sosis dan yang goreng-goreng lainnya. Jangan bahas sehat ga sehatnya yah.. Hahahah..

Lima. Anjungan daerah. Biasa nyokap suka cari stand dari Kalimantan Tengah untuk membeli akar "bulu perindu" yang berkhasiat untuk menghilangkan angin. Terutama angin duduk yang maha lihai itu.

Rasanya itu dulu. Kalo ada lagi nanti diupdate. 

Oh yah, jangan lupa yah. Beda hari besa pula harga tiket masuk (HTM) Jakarta Fair. Paling murah hari senin. 
Daftar harga tiket masuk Jakarta Fair 2017: 

Senin Rp. 20.000
Selasa - Kamis Rp. 25.000
Jumat Rp. 30.000
Sabtu- Minggh Rp..35.000

Photo booth

Kegiatan kekinian pada masa SMA dulu kini dilakoni bersama anak. Begitu cepatnya waktu berlalu.. 

Pada jaman itu, ga boleh liat photo booth. Sampai antri-antri pun disabari. Tak ketinggalan album untuk menempel foto-foto instan dalam bentuk stickernya. Kalo yang ga sticker kita fungsikan double tape. Hehehe.. 

Niat untuk foto sebenarnya sudah beberapa kali muncul ketika melihat photo booth di Timez***. Hanya saja batal karena per sekali foto itu Rp. 45.000. Ga rela. Ketika kemaren ini menemani si Anak main di Empo P***, eh lihat ada photo booth juga. Ditengok, cuma Rp. 30.000. Jadi lah kembali bergaya. 

Kagok-kagok dikit bermain dengan mesin yang "up-to-date" itu. Apalagi batas waktu untuk menentukan pilihan yang singkat banget. Boro-boro mau melihat jelas pilihan design yang ada, apa yang harus dilakukan aja masih bingung. Jepret-jepret juga cepat! Timing yang ditentukan ga cocok banget untuk foto sama anak-anak yang masih harus diarahkan. Apalagi pengalaman pertama setelah sekian tahun. Hahaha..

Ya sudah lah.. Anggap seru-seruan aja. Yang penting hepi. Huehehehe... 


-Ling-

Nyalon

Anak mama nyalon untuk pertama kalinya. Sejak dibotakin sama Ieie dan Ama waktu usia 40 hari, ini pertama kalinya rambut si Anak bukan gue yang guntingin. 

Sedikit menyesal karena tidak browsing dulu untuk memilih model rambut kekinian dan malah memotong model rambut Dora. Kalimat sakti, ini seh sama aja seperti gue potongin sendiri di rumah. Ckckck.. Tapi ya sudah lah yah.. anggap aja membayar untuk ngilmu cara mendiamkan agar bisa memotong dengan lebih leluasa. 

Dan, ide penghematan "potong poni pendekan dikit" karena banyak yang bilang aneh setelah melihat hasilnya, jadi ikut merasa bersalah sama si Anak. 

Last but not least, setelah membandingkan dengan foto terakhir, gue pun lebih suka model rambutnya yang lama! Baik lah.. selanjutnya Mama akan menolak desakan atau masukan pihak mana pun yang menyarankan rambut pendek untuk mu. 

Dan, potong rambutnya kembali ke salon Mama saja yah, Nak. Ikhlas ga ikhlas harus merogoh 150 ribu untuk jasa gunting rambut mu. Yang penting kan udah pernah ngerasain nyalon sambil duduk dalam mobil sambil nonton tv serta rambut lembut mu di blow sama profesional. Toh sentuhan tangan mama mu ini ga kalah sama si om dan tante di sana. 

Love you my Dora the Explorer! 


-Ling-

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro terletak tak jauh dari kota Palembang. Jadi, sampai di Palembang harus menyeberang ke Pulau Kemaro. Perjalanan hanya 15 menit dengan speedboat yang disewa seharga Rp.300.000 untuk pulang-pergi. Kapasitas sekitar 6-7 orang jika kecil-kecil (perkiraan pribadi). Kemaren itu kami lima dewasa dan satu anak 2.5 tahun, dan masi ada tempat untuk satu orang lagi.

Yang paling mencolok dari pulau kecil ini adalah ada satu bangunan kelenteng dengan pagoda tinggi menjulang sebagai landmark. Sayang ketika kami berkunjung sudah sore, meski pintu pagoda terbuka tapi pagar terkunci. Jadi ga bisa masuk dan menaiki pagodanya. Waktu itu hanya sempat masuk ke dalam Kelenteng. 

Juru kunci Kelenteng adalah seorang keturunan Tionghua yang beristerikan Melayu Palembang. Mereka tinggal di bangunan terpisah masih dalam "komplek" Kelenteng. Mereka juga mengajak kami mampir ke warung mereka untuk menikmati kelapa muda.

Sebutir kelapa muda pun menutup kunjungan kami di Pulau Kemaro. 


-Ling-

Three S

Most child can not says "No" to, swim, swing and a splash at beach! Most mom can not get enough with her baby happy face. 

And what happen at night is mom calming down her "ngigo" baby after having a combo. Baby swim, swing and splash in one day! 

Yeay! We had an over excited girl in the house!

Sabbe satta bhavantu sukhitatta.. 


-Ling-

Tiba di Bali

Kemaren itu, untuk pertama kalinya menuju Bali melalui jalan darat. Menyeberangi selat Sunda dan tiba di Gilimanuk. Berangkat dari Malang sekitar jam enam sore, tiba di terminal Ubung, Bali sekitar jam lima pagi. Bus Gunung Harta yang kami tumpangi sangat nyaman! Susunan kursi 2-2 dengan ruang kaki super lega dan bisa diatur, membuat perjalanan panjang tidak terasa. 

Bus hari itu bisa dikatakan sedikit lebih terlambat dari biasanya. Tak lama meninggalkan kota Malang, kami melewati kemacetan yang cukup parah. Ada kecelakaan jika tak salah. Tapi lumayan, jadinya hari sudah terang ketika tiba di Denpasar. 

Terminal Ubung sedikit mengejutkan kami. Citra Bali sebagai kota ramah turis sedikit tergores karena begitu banyak yang menawarkaan taksi dengan nada yang "tidak biasa". Ada selintingan terdengar "sombongnya" dan "dijemput om-nya", ketika kami melewati barisan supir taksi yang menawarkan jasa. 

Sebelumnya memang sudah sempat juga membaca cerita Terminal Ubung yang katanya agak-agak. Bahkan ada cerita ketika musim pulang kampung, ada yang dipaksa menaiki bus meski beda jurusan atau tidak sampai tujuan. Tapi masih tidak langsung percaya. Jadi sempat kaget juga ketika mengalami sendiri suasana di terminal. Apalagi pagi-pagi, antara baru bangun dan masih bingung. 

Saudara yang menjemput tiba beberapa menit kemudian. Ketika menunggu, sempat memperhatikan para supir taksi yang akan langsung mendatangi para penumpang yang baru akan turun dari bus. Jarang yang menggunakan jasa taksi. Entah ada yang menjemput atau akan berjalan keluar terminal.

Ternyata memang tak semua kendaraan pribadi bisa masuk ke dalam terminal. Si Saudara ini kebetulan kerjaannya keluar-masuk terminal untuk mengambil paket, jadi kendaraannya sudah "aman". Jadi, untuk menghindari taksi terminal yang notabene akan mengenakan harga tinggi, langsung saja jalan keluar dan cari taksi atau kendaraan lainnya di jalan. Tapi jika tidak keberatan dengan harga, maka tak masalah untuk menggunakan jasa taksi terminal. 


-Ling-

Happy Mother Day

Hi ibu-ibu.. Selamat Hari Ibu.. 

Sejujurnya, gue sendiri jarang sekali mengucapkan "Selamat Hari Ibu", ke nyokap. Bisa dibilang termasuk golongan yang tidak memperingati "Hari-harian" semacam ini. Terlebih lagi nyokap. Jadi lah untuk urusan beginian kita termasuk yang jadoel. 

Tahun ini untuk pertama kalinya mendapat kartu dan bunga dalam rangka Hari Ibu yang dibuatkan oleh Si Anak di sekolahnya. Tak alang-alang, kartu dan bunga diberikan di atas panggung setelah acara nyanyi dan "fashion show" selesai. 

Cerita mengenai kartu, jadi kartu dibuat satu hari sebelum hari H pentas. Dan pada saat dijemput si Anak keukeuh sampai nangis-nangis mau menunjukannya pada saat dijemput. Padahal itu harusnya surprise buat si ibu. Ckckckck..

Di panggung beda lagi ceritanya. Tiga kali pertunjukan, dua kali dia keluar sambil menangis. Alasannya, karena ga ada mama. Hayaya.. harus lebih sering latihan ditinggal mama ini anak. Yang sukses tidak nangis hanya ketika keluar menyanyikan lagu "Shi shang Ceyou Mama Hao". Keluar panggung aja yah. Nyanyi mah masi ala kadarnya. Latihan aja cuma tiga hari. Dikasi tau Rabu, Sabtu pertunjukan. 

Oh yah, tema cosplay adalah My Hero. Bisa tokoh, profesi, atau karakter kesukaan. Berhubung punya mama praktis, untuk kostum, gaun dilengkapi dengan sayap, jadilah fairy! Eh.. malah "Bukan fairy mama. Butterfly". Oke lah nak! 

Sekali lagi.. Selamat Hari Ibu! Happy Mother Day!! 


-Ling-

Hebat Yah

Di dalam kamar mandi selalu ada satu buah ember ukuran standar (besar). 

Tadi sore si Anak setelah selesai sabunan dan lain-lain minta berendam dengan bak mandi dia yang dari bayi itu. Agar supaya berendamnya ga lama, sengaja bak hanya diisi air sedikit. Lalu air di dalam ember tidak terlalu penuh. 

Biasa paling hanya sekitar setengah ember air yang dipindahkannya ke dalam bak mandi. Air dipindahkan menggunakan gayung mandi. Eh, tadi sewaktu ngecek, si Anak lagi posisi mengangkat ember. Air yang sudah sisa sedikit dituang langsung ke dalam ember!. Alamak. "Untung saja tidak terjatuh", komentar dalam hati. Dari luar tetap cool bagai kulkas dua pintu. 

Dengan nada santai dia tiba-tiba berkata, "Mama, Audrey hebat lho". "Hebat apa?". "Audrey bisa tuang air sendiri. Hebat yah", lanjutnya. Oke nak! Love you full!!


-Ling-

I am Groot!

I am Groot. I am Groot.. I am Groot! 

Suka banget deh sama film yang satu ini. Ya cerita, ya action, tak tertinggal humornya. Tak sabar menunggu sekuel berikutnya! I am Groot.

Si Anak nanti akan punya cerita tersendiri dengan Guardian of the Galaxy ini, film pertamanya di bioskop! Rencana awal mau dititipkan. Eh tumben dia lebih memilih nonton dibandingkan main di Timezone. Ya sudah deh diajak sekalian. Lumayan.. ga ada drama minta keluar ditengah pertunjukan. Padahal awalnya sempat ragu dan sudah mengiklaskan tiket jika seandainya itu terjadi. 

Karena nonton sore dimana biasanya dia tidur jadi tadi sempat tertidur di tengah pertunjukan. Bangun lagi pas uda mau ending. Sempat menyangka ada yang kapok, soalnya pas ditanya "mau nonton lagi ga?", dia menjawab, "nggak". Ternyata maksudnya ga mau sekarang nontonnya. Kalo besok-besok mau. 

Kalo ada kartun yang bagus boleh lah coba lagi. Kasi tontonan yang benar-benar untuk usianya agar bisa dinikmati maksimal. 

Sekali lagi, I am Groot!! 


-Ling-

Cuci Pakaian di Hotel

Suata perjalanan bisa terjadi setelah melalui tahap perencanaan matang atau spontanitas. Atau yang diantara keduanya, perencanaan ala kadarnya yang tak lupa diikuti oleh penyesuaian dalam pelaksanaannya. 

Beberapa waktu lalu, gue dan keluarga memutuskan mengeksekusi kunjungan ke Lampung yang telah menjadi wacana sekian tahun. Keinginan bertahun-tahun lalu yang terlupakan dimulai dengan rencana ala kadarnya. Berbekal ingatan kunjungan akan Pantai Pasir Putih yang memukau bertahun-tahun lalu, perjalanan pun di mulai. 

Baru juga menyeberangi selat, belum  mendarat di tanah Sumatera, sudah tergoda untuk tak sekedar mengunjungi Lampung. "Lampung ke Palembang hanya enam jam", kata seorang bapak yang kami temui di ferry. Jeng jeng jeng.. Alhasil, perjalanan pun berlanjut.

Rencana awal yang hanya menginap semalam pun tinggal rencana. Pakaian yang dibawa pun tak lagi memadai. Pengalaman pertama mencuci pakaian di hotel pun di mulai. Syarat utama untuk langkah yang satu ini adalah memastikan penginapan yang dipilih menyediakan fasilitas hair dryer. Jadi seandainya sampai pagi belum kering, siap-siaplah beraksi! Karena pakaian yang dibawa dominan bahan poli, tak sepenuhnya katun, jadi lebih cepat kering. Tak sampai harus mengeluarkan senjata andalan. 

Jangan lupa!:
1. Pilih pakaian non katun atau yang berbahan tipis agar lebih cepat kering.
2. Pastikan hotel menyediakan fasilitas hair dryer seandainya dibutuhkan. 

Selamat mempersiapkan perjalanan.. Semoga perjalanan menyenangkan! 


-Ling-

Laksa Benteng

Sekian kali ke Pasar Lama, Tangerang baru kali ini nyobain Laksa yang terkenal ini. Semua berkat ke sana hari Senin dan Bakmi Joy tempat biasa nongkrong tutup. Jadi lah beralih ke Laksa yang memang sudah beberapa kali berniat nyobain tapi gagal.

Suka sama rasa kuahnya yang pas di lidah. Ga ada bau antik laksa Singapore. Mie yang dipakai teebuat dari mie beras. Teksturnya sedikit kasar, tapi masih enak. Overall, i like it!

Boleh lah mencoba jika kebetulan ke sana. Seporsi Laksa dengan telor hanya Rp. 12.000 saja.


-Ling-

Kuta Lombok

Pantai Kuta yang terkenal di Bali rupanya punya kembar nama di Lombok. Beda pulau beda pula keunikannya. Pantai Kuta di Bali terkenal akan pasirnya yang halus-halus, pasir Pantai Kuta di Lombok besar dan bulat seperti biji Lada. 

Entah karena bentuknya yang besar dan bulat atau hal lainnya, cukup sulit untuk berpijak di hamparan pasir bulat. Kaki seakan terhisap. Apalagi dengan bobot tubuh yang lumayan ini. Langsung masuk sampai semata kaki. 

Keinginan untuk menuju salah satu sisi yang berkarang pun diurungkan karena susah jalan. Padahal banyak pengunjung lainnya yang bergaya dan berfoto di sana. Salah satu pertanda lokasi wajib dikunjungi dalam berwisata. 

Air jernih biru kehijauan seakan memanggil mengajak bermain. Ombak pun tak sekencang yang di Pantai Senggigi. Sayang banyak sekali kerang-kerang yang tak ramah di kaki. Jadinya hanya sekedar bermain di pinggir membasahi kaki. Kecuali si Anak yang ga tahan melihat air. Ga afdol kalo ga sampai ganti baju.

Semoga kebahagiaan yang di dapat melekat dalam jiwa meski memori akan perjalanan ini terlupakan. 


-Ling-

Jambu Jamaika

Salah satu yang tak terlupakan dari perjalanan ke Lampung kemaren ini adalah nikmatnya si Jambu Jamaika. Merah mulus yang sempurna sudah menunjukan rasa manis dan aroma khas yang membuat liur tak terbendung. 

Beli tak sengaja ketika akan menuju Palembang. Lokasi pastinya pun tak tau. Jika tak salah ingat, sepanjang jalan setelah melewati Metro. Si Penjual sempat bilang kalo buahnya ambil dari Metro ketika ditanya apakah buah hasil panen kebun sendiri. 

Jadi bertanya, apakah buah ini memang banyak di Lampung atau sekedar kebetulan saja ketemu. Ah.. mengetik ini saja membuat pikiran kembali terbayang enaknya si Jambu yang wangi dan berair memenuhi mulut. 


-Ling-

Empat Rasa

Baru sadar empat rasa yang dipilih ternyata begini kombinasinya. Lain kali harus benar ditekankan untuk empat rasa secara proporsional. Ckckck.. 


-Ling-

Ngafe Hemat

Ngafe hemat ala Si Anak.. "Mba, minta air putih" hmmm...

-Ling-

Cerita Malam Ini

Mata uda sisa 5 watt. Lampu kamar udah dimatiin. Si Anak masih belum mau terlelap. Udah nenen kanan-kiri masih saja ga bisa nyebrang ke alam mimpi. Gue aja udah hampir ketiduran.

Tiba-tiba... "Mama, mau makan nasi. Lapar". Hemm.. Mantab! Pukul 12 malam sodara-sodara. Mamake udah mager karena kantuk stadium IV, eh si Anak malah minta makan tengah malam.

20% curiga cuma akal-akalan si Anak biar bisa keluar kamar lagi sisanya 80% efek kantuk, "Udah besok aja makannya. Sekarang bobo dulu, udah malam". "Nggak mama. Mau makan nasi. Lapar", jawab si anak sambil guling-guling.

Mengingat udah lebih dari enam jam dari terakhir makan, mau ga mau, "ngumpulin nyawa" juga. Ditambah pikiran "lumayan untuk bayar cicilan bobot yang sempat turun". Dengan berat hati Mamake beranjak dari kasur.

Ga sia-sia. Habis nasi semangkok! Dan ga lama kemudian langsung terlelap! Wow! Emang ga salah pepatah kita "kenyang perut enak tidur". Efek sampingnya.. Mamake yang tadi udah keriyepan malah ga bisa tidur. Huhuhuhu...

Nasib semakin tragis ketika mau memanfaatkan situasi untuk lanjut K-Drama Time malah browser error. Muter-muter aja ga nongol gambarnya.

-Ling-

Melatih Motorik Halus

Melatih motorik anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Satu dari sekian banyak yang tersedia adalah saku belakang celana yang berkancing!

Kelebihan permainan ini adalah orangtua atau pendamping dapat bersantai menyaksikan tayangan favorit atau sekedar bermain dengan ponsel cerdas di tangan.

Motorik halus anak akan terlatih dengan kegiatan memasang dan melepaskan kancing. Dapat juga kegiatan lepas-pasang diselingi dengan memasukkan-mengeluarkan benda ke dalam saku sebagai variasi agar anak tidak bosan.

Selamat mencoba!

-Ling-

Combo!

Bobo sore sendiri.
Bangun tidur buka pintu sendiri ga pake nangis.
Pipis sendiri.
Minta makan sendiri. Dihabisin!

Combo kebahagiaan seorang ibu hanya sesederhana ini..

Dan kemaren seharian berhasil melewati hari dengan modal satu celana dalam saja. Yak, seharian tidak ngompol! Dan sekarang berharap semua berlangsung untuk seterusnya. 27 mos permanently toilet trained. Dan bukan kesenangan sesaat seperti beberapa bulan lalu. Kering beberapa hari dan drama kembali berlanjut.

-Ling-

Ten in The Bed

There are ten in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Itsy bitsy"

There are nine in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Panda"

There are eight in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Moo"

There are seven in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

"Gukguk"

There are six in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

"Ih siapa itu? Anak kecil"

There are five in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Bebek"

There are four in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Pig"

There are three in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down

"Monkey"

There are two in the bed and the little one said "Roll over.. Roll over" and one fell down.

Siapa yang jatuh, Audrey?
"Embek"

There are one in the bed and the little one said, "goodnight"

Akhirnya selesai juga postingan dengan masa tunggu yang super lama ini. Berulang kali menyesuaikan lirik lagu dan mencari gambar yang sesuai. Tak sangka semua itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Alhasil sampai tahun berganti baru dirilis.

Karena ga ada foto koleksi sendiri dan sudah berulang kali keluar masuk kotak draft, sampai lupa kejadian pastinya kapan. Yang terbaca saja 10 Desember yang lalu.

Kalo ga salah ketika umur si Bocah sekitar 1,5 tahun. Dia bernyanyi mengikuti klip lagu sambil menjawab tokoh mana yang jatuh. Waktu itu ngomongnya masih belum selancar sekarang. So cute!

Sekarang? Kalo dia lagi semangat, dia akan melarang kita untuk menyanyikan lagu. "Mama jangan nyanyi. Odi aja yang nyanyi", katanya. Ckckck..

Kesimpulan: Mama butuh laptop baru! Eh..

-Ling-

Kue Cacing

Entah apa yang dilihat si Bocah dari kue Cacing aka Larva ini. She just so into it. Tiap kali lewat toko kue dari Korea ini, pasti deh, "Mama Odi mau kue cacing".

Sudah beberapa waktu hal ini berlangsung. Jika diingat-ingat sudah meminta bahkan sebelum ultah ke dua nya. Pernah berjanji untuk membelikan dalam rangka tiup lilin ke-2. Tapi batal karena akhirnya berangkat ke Taman Safari pada hari H dan tiup lilin kue kecil di Cimory.

Kirain sudah case closed. Eh, pulang dari Puncak masih ingat juga dia sama si Kue Cacing. Dan Si Mama yang jarang sekali menolak alasan untuk membeli kue ini masih berkeras hati untuk membelikannya sampai berbulan-bulan kemudian.

Bukannya apa.. Harganya itu lho.. Rp 280.000 saja! Ckckck. Rasanya gimana gitu. Terlebih karena tipe cake mereka kurang bisa memuaskan lidah gue. Jika saja yang tertera adalah Rp. 180.000. Pastinya sudah masa lalu postingan tema Kue Cacing ini. Hehehe...

Tadinya Kue Cacing dijadwalkan akan menemani melewati malam pergantian tahun. Karena jadinya tidak jadi bertahun baruan di rumah, mundur lagi jadwal kedatangannya.

Semalam juga kalo bukan karena desakan dari pihak ketiga dan keempat, mungkin para Cacing ini masih harus menunggu tahun baru Imlek baru akan dibawa pulang.

Semalam, seperti biasa kalo akan melewati toko tema hijau itu, pasti dialognya adalah "Mama Odi mau kue Cacing" sambil meronta turun dan berlari menuju etalase. Atas desakan pihak ketiga, hati pun sedikit melunak. Ingin memanfaatkan situasi, dialog pun terjadi
"Audrey mau kue Cacing?"
"Iya Mama"
"Kalo uda beli kue Cacing, Audrey ga usah nenen mama lagi yah. Susu aduk aja (susu formula) atau susu moo (susu UHT)"
Terdiam sejenak. "Nggak Mama. Odi ga mau kue Cacing. Odi mau ke sana". Sambil menunjuk ke arah lift.

Beberapa kali ditanya tetap jawabannya "Tidak" dengan raut wajah yang berubah jadi galau dan jelek. Pihak ketiga dan keempat ikut bersuara dan membelanya.

Singkat cerita, beberapa saat kemudian jadi lah si Kue Cacing di bawa pulang. Sempat bingung mau menuliskan kata-kata apa ketika "Happy New Year" terasa janggal untuk tanggal 5. Jadi lah "Happy Audrey" meski si Mas sempat ragu dan bertanya "Happy Audrey aja miss? Ga pake 'birthday'?"

Tiba di rumah, dengan tak sabar "Mama Odi mau makan kue Cacing". Alhasil.. Jadilah kue sudah dipotong sebelum sempat diabadikan.

Meski rasa kue sesuai dugaan, tetap happy ketika melihat betapa senang dan bahagianya si Bocah. She was so happy! Very excited with her Kue Cacing!.. Glad you love it that much, girl.

-Ling-