Rasanya baru aja gue jalan-jalan dan mencicipi berbagai masakan khas daerah Semarang, tau-tau itu udah hampir seminggu yang lalu. Betapa cepatnya waktu berlalu.
Dalam rangka menghadiri acara pernikahan salah satu teman, gue pun berangkat ke Semarang. Awalnya gue memutuskan untuk ikut karna iming-iming ingin merasakan perjalanan naik kereta jarak jauh. Pengalaman yang sampai saat ini masih belum pernah gue rasakan. Catat, belum pernah gue rasakan sampai saat ini. Itu artinya gagal berangkat ke Semarang naik Kereta.
Karena alasan selisih tiket kereta dengan pesawat yang sekitar Rp 90.000,- dengan selisih waktu perjalanan yang signifikan banget, akhirnya diputuskan untuk berangkat dengan naik pesawat. Meski akhirnya semua rencana berubah, gue tetap menikmati perjalanan 3 hari 2 malam tersebut. Salah satunya, pengalaman lepas landas dari terminal 3 bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk pertama kalinya :P
Untuk yang belum pernah ;) gue sempat neh ngejepret beberapa interior ruangan di sana. Beda banget sama tampilan terminal 1 dan 2 yang klasik, terminal 3 yang diperuntukan untuk maskapai Air Asia dan Mandala ini modern. Gue berangkatnya naik Mandala :)


-Pernik Mandala Airlines-



-Ruang tunngu boarding. Berlapis karpet dan lengkap dengan 3 jenis tong sampah-
Selama di sana, yang dilakukan adalah makan dan makan! Hahaha.. Semarang yang terkenal dengan wisata kuliner-nya tersebut memang "mencelakakan". Hasilnya, timbangan naik 2kg seperti yang diperkirakan sejak menginjakan kaki di sana. Oh My!!
Dan ini lah beberapa tersangkanya!! Yang lain ga sempat difoto, udah keburu dilahap! Hehehe..
Kupat Sayur, kuliner pertama di Semarang.
Pemberhentian 2. Lokasinya di jalan Kemuning, seperti yang tertera di foto. Dekat banget ama lokasi Pia Kemuning yang cukup terkenal di Semarang. Rasa es campurnya unik. Manis asem gitu. Beda banget sama es campur yang pernah gue makan
Cicip-cicip di Toko Oen. Ini keroyok rame-rame kog, bukan pesanan gue sendiri.
Lumpia Rebung ini terkenal banget. Oleh-oleh khas Semarang banget selain ikan Bandeng Presto dan Wingko. Tapi, gue ga doyan! Ga suka bau rebungnya yang menyengat itu.
Waktu diajak makan Nasi Ayam, kirain sejenis nasi campur yang banyak ditemui di Kerendang gitu. Ternyata, beda! Ini porsi setengah, pengen nyicip aja.
Soto Bongkoran yang letaknya tak jauh dari Hotel Plampitan tempat gue nginap. Porsinya kecil kaya soto Kudus. Nasinya juga udah dicampur dalam mangkok imut tersebut beserta pelengkap lainnya.
Yah, itu lah sebagian masakan yang sempat gue kunyah di sana. Ada satu masakan di restoran Super Penyet yang menurut gue OK banget tapi ga sempat difoto. Mantap bener deh sambalnya! Bebek-nya juga empuk. Udah gitu minumannya porsi Jumbo!! :D
Oh yah, selain makanannya, gue sempat mampir ke Gedung Tua atau yang dikenal juga dengan klenteng Sam Poo Kong. Sebagian lainnya mungkin mengenal Sam Poo Kong dengan nama Laksamana Cheng Ho. Foto-foto udah gue posting sebelumnya. Untuk lihat, klik di sini.
Secara keseluruhan, gue menikmati Semarang! :D
-Ling-
Dalam rangka menghadiri acara pernikahan salah satu teman, gue pun berangkat ke Semarang. Awalnya gue memutuskan untuk ikut karna iming-iming ingin merasakan perjalanan naik kereta jarak jauh. Pengalaman yang sampai saat ini masih belum pernah gue rasakan. Catat, belum pernah gue rasakan sampai saat ini. Itu artinya gagal berangkat ke Semarang naik Kereta.
Karena alasan selisih tiket kereta dengan pesawat yang sekitar Rp 90.000,- dengan selisih waktu perjalanan yang signifikan banget, akhirnya diputuskan untuk berangkat dengan naik pesawat. Meski akhirnya semua rencana berubah, gue tetap menikmati perjalanan 3 hari 2 malam tersebut. Salah satunya, pengalaman lepas landas dari terminal 3 bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk pertama kalinya :P
Untuk yang belum pernah ;) gue sempat neh ngejepret beberapa interior ruangan di sana. Beda banget sama tampilan terminal 1 dan 2 yang klasik, terminal 3 yang diperuntukan untuk maskapai Air Asia dan Mandala ini modern. Gue berangkatnya naik Mandala :)


-Pernik Mandala Airlines-



-Ruang tunngu boarding. Berlapis karpet dan lengkap dengan 3 jenis tong sampah-
Dan ini lah beberapa tersangkanya!! Yang lain ga sempat difoto, udah keburu dilahap! Hehehe..
Kupat Sayur, kuliner pertama di Semarang.
Pemberhentian 2. Lokasinya di jalan Kemuning, seperti yang tertera di foto. Dekat banget ama lokasi Pia Kemuning yang cukup terkenal di Semarang. Rasa es campurnya unik. Manis asem gitu. Beda banget sama es campur yang pernah gue makan
Cicip-cicip di Toko Oen. Ini keroyok rame-rame kog, bukan pesanan gue sendiri.
Lumpia Rebung ini terkenal banget. Oleh-oleh khas Semarang banget selain ikan Bandeng Presto dan Wingko. Tapi, gue ga doyan! Ga suka bau rebungnya yang menyengat itu.
Waktu diajak makan Nasi Ayam, kirain sejenis nasi campur yang banyak ditemui di Kerendang gitu. Ternyata, beda! Ini porsi setengah, pengen nyicip aja.
Soto Bongkoran yang letaknya tak jauh dari Hotel Plampitan tempat gue nginap. Porsinya kecil kaya soto Kudus. Nasinya juga udah dicampur dalam mangkok imut tersebut beserta pelengkap lainnya.
Yah, itu lah sebagian masakan yang sempat gue kunyah di sana. Ada satu masakan di restoran Super Penyet yang menurut gue OK banget tapi ga sempat difoto. Mantap bener deh sambalnya! Bebek-nya juga empuk. Udah gitu minumannya porsi Jumbo!! :D
Oh yah, selain makanannya, gue sempat mampir ke Gedung Tua atau yang dikenal juga dengan klenteng Sam Poo Kong. Sebagian lainnya mungkin mengenal Sam Poo Kong dengan nama Laksamana Cheng Ho. Foto-foto udah gue posting sebelumnya. Untuk lihat, klik di sini.
Secara keseluruhan, gue menikmati Semarang! :D
-Ling-
































