My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

Nasi Goreng Kimchi

Setelah puluhan purnama, mari kita berbagi cerita tentang Nasi Goreng Kimchi rumahan yang ga kalah sama pesan di restoran. 

Ingat banget dulu sekali pernah dikasih oleh-oleh Kimchi sama saudara yang pulang melancong dari Korea tapi kita kelupaan makan sampai berbulan-bulan. Dan, kita buang Kimchi tersebut kirain sudah rusak. Waktu itu belum paham dan masih awam sama Kimchi. Padahal Kimchi tua itu best banget untuk diolah jadi aneka masakan. Salah satunya, Nasi Goreng Kimchi. 

Nasi Goreng Kimchi adalah salah satu masakan yang sering dibuat karena gampang banget. Isian pelengkapnya pun tergantung apa yang tersedia aja. Bahan utama seh Kimchi dan nasi putih aja. yang lain terserah Anda. Liat referensi di Maangchi, yang namanya Kimchi Bokkeumbap yah Kimchi dan nasi aja. Berikut resep yang sering dibikin.

Nasi Goreng Kimchi

Bahan:
1 cup Nasi Putih
1/3 cup Kimchi 
1-2 sdm Kuah Kimchi
1 Telor digoreng mata sapi
1 sdt Minyak Wijen
1 sdt Minyak Goreng untuk menumis
1 sdm Gochujang 
Daun bawang untuk taburan
Rumput laut untuk taburan
Wijen Sangrai untuk taburan

Cara:
1. Panaskan minyak goreng, tumis Kimchi
2. Masukan nasi putih, aduk rata
3. Masukan kuah Kimchi, aduk rata
4. Tambahkan Gochujang, aduk rata (ini daku lebih suka ga pake Gochujang)
5. Masukan minyak wijen, aduk rata
6. Hidangkan dipiring, tabur daun bawang, rumput laut dan wijen sangrai.

Salah satu alasan tidak menambahkan Gochujang adalah karena lebih suka wangi Kimchi aja di nasi. Kimchi yang dipakai adalah yang sering buka PO rutin 1 bulan sekali. Rasanya medok enak untuk makan langsung sebagai menu pendamping atau dmasak lagi seperti menu Nasi Goreng Kimchi ini. 

Oh iya, kalo ada, boleh juga menambahkan potongan atau parutan keju mozarella diatas nasi. Dijamin maknyus!

Selamat mencoba.


-Ling-

Fudgy Brownies

Kembali berkutat dengan brownies setelah sekian lama selalu menggunakan resep yang sama, Chocolate Melt Brownies. Eh, masi dengan resep yang sama juga deh, cuma cara membuat aja yang sedikit diganti. 

Jika selama ini Brownies identik dengan kue praktis, tidak perlu di-mixer, kali ini malah nyoba nge-mixer telor dan gula sampai gula cair, baru dicampur dengan lelehan coklat dan butter. Dan, hasilnya.. extra effort yang tidak sia-sia. Tekstur yang dihasilkan lebih empuk, chewy. 

Satu hal yang kurang mantap cuma karena ga pake chocochips dan couveture chocolate. Lama ga bikin jadinya ga punya stock bahannya. Di luar itu, everything just perfect! Nyamm!! 

Karena ada perubahan metode pembuatan, sekalian update disini aja deh biar ga salah dan ga lupa. 

Mari disimak.. 

*Fudgy Brownies*

Bahan:
2 butir telur
100 gr gula pasir
100 gr mentega or margarin
125 gr dark cooking chocolate *buat yang doyan, bisa ditambah sampai 140 gr
100 gr terigu protein sedang
Sejumput garam
25 gr dark cooking chocolate or couveture
Chocochips secukupnya untuk taburan diatas

Cara membuat:
Panaskan oven 175°C
Lelehkan coklat dan mentega dengan cara meletakkan mangkok berisi coklat dan mentega di atas panci berisi air mendidih, atau boleh juga dengan microwave selama 15-30 detik. Jangan sampai coklat gosong yah. Cukup sampai mentega dan coklat mencair. Jangan sampai warnanya berubah jadi bening. 
Kocok telur dan gula pasir sampai gula meleleh dan sedikit mengembang. 
Masukan lelehan coklat dan mentega. Aduk rata. 
Masukan terigu dan garam. Aduk rata
Tuang setengah adonan kedalam loyang yang sudah diberi mentega dan lapisan tepung atau alas kertas roti. 
Beri serutan dark cooking chocolqte atau coklat couveture. Masukan sisa adonan
Tambahkan chocochips diatas permukaan adonan. 
Panggang dengan api 175°C selama 10 menit
Turunkan suhu ke 165°C, panggang lagi selama 30-35 menit. 
Brownies siap dinikmati 😁😁😁


-Ling-

Martabak 65

Martabak 65, Pecenongan. Martabak termahal yang pernah gue beli! Dan, bakalan jadi pertama dan terakhir. Alasannya sederhana saja, mahal cuy! Hehehehe..

Awalnya karena penasaran pengen nyobain martabak Nutela yang konon nikmat luar biasa. Kebetulan waktu kapan itu lewat Jl Pecenongan dan ngeliat ada yang jual. Jadi lah dijadwalkan untuk membelinya pas kontrol ke dokter di daerah Harmoni. Malas juga lah kalo ke Pecenongan cuma untuk beli martabak.

Begitu jadwal kontrol tiba, saatnya merealisasikan rencana.. Martabak 65, here we come!

Masih awam dengan daerah Pecenongan, mobil pun di parkir begitu ada tempat kosong. Lalu kami jalan kaki. Ada beberapa penjual martabak yang kami lewati sebelum sampai di Martabak 65 yang katanya sudah jualan sejak 1970. Salah satu musuh terbesarnya di sana sepertinya adalah yang memasang plang nama Martabak Pecenongan.

Kami melewati Martabak Pecenongan dan terus menuju Martabak 65, karena sekilas, yang dipajang cuma Tobleron, ga ada Nutela. Lagi pula berdasarkan pengamatan beberapa waktu lalu, lebih rame antrian di Martabak 65. Prinsip utama mencari makanan enak yang tak boleh dilupa, antrian panjang!

Ada beberapa tamu lain yang sedang menunggu pesanan ketika kami sampai. Sebagai newbie, kami pun memperhatikan dengan seksama menu yang ditempel. Harganya cukup beragam dengan menyajikan pilihan rasa isian dan penggunaan mentega/butter. Biasa atau spesial untuk penggunaan mentega atau wisman pada martabaknya.

Sedangkan untuk isian, ada yang standar coklat kacang dan keju, Tobleron, Skippy, Nutela, Ovomaltine, atau polos. Pilihan kami jatuh pada 1/2 Tobleron dan 1/2 keju. Ga jadi beli Nutela karena belum ikhlas bayarnya! Walo yang Tobleron juga setali tiga uang, hanya sedikit lebih murah saja jika dibandingkan. Hehehe.. 

Setelah membayar, dapat nomor antrian 107. Tamu terakhir yang dipanggil nomor 100. Meski selisih tujuh antrian, tapi tak perlu menunggu lama. Tukangnya banyak.. 

Last but not least, cerita soal rasa. Menurut si Kamu dan Mama yang lebih bawel soal martabak dibanding gue, masih enak yang di Muara Karang. Adonan Martabak 65 agak lembek. Setelah mendengar komentar mereka, jadi merasa begitu juga. 

Adonannya lebih lembek dan basah. Rasa kejunya beda dan ga merasa ngenikmatin coklat tapi manisnya Tobleron terasa banget. Terakhir, pesan yang spesial, tapi wangi butter Wisman yang khas itu tidak terasa. 

Masih belum berhasil nyobain martabak Nutela, jadi kepikiran untuk pesan martabak polos di Muara Karang, bawa Nutela dari rumah, trus minta dipakein deh!  Hahahahaha... 

Kreatif dan pelit emang beda tipis!  :P


-Ling-

Singkawang: Choi Pan Sakkok

Choi Pan. Cemilan yang satu ini sudah tak asing bagi kalangan tertentu (baca: hakka). Dan sekarang juga sudah tak sulit menemukan makanan ini dipasaran. Apalagi di daerah Kerendang. Yah, kalo di mall mungkin masih jarang, masih pada tahap "tertentu".

Waktu pulkam alias pulang kampung libur lebaran lalu, gue diperkenalkan dengan "Choipan Sakkok" yang konon terkenal seantero Singkawang. Lokasinya tidak dipinggir jalan, jadi tidak akan tau kalo bukan ada yang mengarahkan. Apalagi kalo bukan orang lokal atau tidak pernah tau sebelumnya, rasanya sulit untuk bisa mencicipinya. 

Nama Sakkok gue ambil dari nama daerahnya. Mungkin orang sana ada yang mengenal choipan tersebut dengan menyebut nama penjualnya, yang mana gue ga tau. Waktu itu lupa nanyain. Ckckck

Mantapnya dari kuliner yang satu ini adalah, choipan dibuat sesuai pesanan. Jadi, kudu pesan dulu sehari sebelumnya. Dan, yang bisa dinikmati adalah sejumlah yang kita pesan. Ga bisa nambah. 

Tersedia dalam dua pilihan rasa, kucai atau bengkoang. Favorit gue, yang standar aja, bengkoang ^^ Ga ketinggalan es jeruk nipis yang segar. Tenang, kalo es jeruk ga perlu indent. Pastinya lagi, boleh nambah :P

Oh yah, jangan membayangkan tempat makan wah atau restoran besar. Tempatnya alami sekali. Pelanggan yang datang dipersilahkan untuk memilih tempat duduk diantara saung-saung yang ada. Bangunan utama merupakan dapur sekaligus tempat tinggal pemiliknya. 

Jika berkesempatan mengunjungi Singkawang, wisata kuliner yang satu ini boleh dimasukan kedalam daftar. Begitu sampai daerah Sakkok yang ada rumah makan "Mie Sakkok" di deretan ruko, tanya. Mudah-mudahan dikasi tau :P


-Ling-

Cile: First Lunch at Hongkong

Cile's first lunch ^^

Taken at one of the restaurant at The Peak, Hongkong. Tshui Hai Restaurant if I'm not mistaken. Taste great and came with big portion. Plus free mineral water :P


-Ling-

Rujak Pemangkat

Rujak Pemangkat. Bumbu pas, buah segar. Belum lagi taburan ebi halusnya. Mengetik namanya saja udah bikin pengen. Andaikata lokasinya masih dalam kota, gue santronin besok. Eh, nanti sore maksudnya. Nah ini.. Berbagai jenis alat transportasi harus dikerahkan untuk bisa sampai di sana. Apalagi waktu dan biaya? :P *Sedikit info, Pemangkat itu bagian dari Kalimantan Barat Ga mampu!

Kalo ada yang lagi kebetulan sedang atau akan mengunjungi kota yang satu ini, boleh lah mampir. Hitung-hitung menambah wawasan per-kuliner-an nusantara. Dijamin ga akan menyesal. Rasanya beda banget sama rujak buah yang dijual abang tukang buah dingin keliling.

Berikut penampakan "angkringan" rujak-nya. Hanya ini yang bisa gue beri sebagai petunjuk. Gue ga tau alamat pasti lokasi jualannya. Waktu itu diajak sama sepupu yang memang tinggal di Pemangkat. Kalo memang ada niat, ga susah kog nyarinya. Masih sederetan sama ruko-roko yang banyak orang jualan. Istilahnya, masih di pusat keramaian.

Hiburan tambahan ketika menikmati rujak adalah "siaran" tiada henti si Engko yang jualan. Ada saja ceritanya. Jaminan lainnya adalah, tak kan bosan atau kikuk. Salah-salah malah jadi annoyed :P

Foto-foto yang diupload adalah hasil jepretan waktu mudik yang terakhir. Jadi, apakah tempatnya sudah berubah atau tidak, gue pun ga tau. Kalo ga salah ingat, waktu itu mudik sekitar Agustus lalu. Oops! Ketahuan deh betapa lamanya postingan ini tertunda ^^ Ehm, daripada tidak lah yah.. *ngeles

Hemm. atau besok coba cari di Kerendang yah? *teuteup


-Ling-

Happy Magic: Chicken Fillet

Lets do some magic!

Chicken Breast, Fillet + Happy Call + Seasoning

Abracadabra.. 
Don't you like it?

The best part is.. Its super easy. I'll tell you the magic ;) Heat up your happy call, add some olive oil. Add chicken breast, then season it with salt and paper - or simply use Montreal Steak seasoning-. Close and wait till it cooked. Serve hot ^^

Try this at home, okay? You won't regret ;)


-Ling-

Battleship. Chicken Burito


Battleship. Penggemar nonton mana yang ga tau film yang satu ini? Setelah sekian lama ga nonton, Battleship ini lah yang menjadi film perdana saya.

Komentar pertama setelah nonton, keren. Perang-perangannya mantap. Meski pada awal cerita berjalan terlalu cepat, tapi selanjutnya menarik dan menghibur.

Beberapa waktu berlalu sejak nonton. Yang paling berkesan dari film box office ini adalah pada sesi pertama. Tepatnya, adegan Chicken Burito. Setuju? Jika tidak, sebutkan adegan paling berkesan Anda *berasa isi kuesioner :P

Ketika akan membahas adegan lainnya, saya butuh waktu sejenak untuk mengingat. Untuk Chicken Burito, rasanya adegan tersebut pop-up begitu saja. Bahkan, kesan akan Chicken Burito ini membuat saya tertarik untuk mencoba makanan asal Mexico tersebut.

Semalam, tanpa direncana, kesampean juga nyobainnya. Walau bukan versi langsung dari tanah Mexico atau pun restoran khas Mexico, rasa Chicken Burito ala Dante ini cukup mengobati keinginan. Rasanya pun cocok dengan lidah Indonesia saya.

Target baru kuliner, Chicken Burito :D


-Ling-

Domain berbuah Pelangi

Sama sekali ga ada bayangan waktu pertama kali mendengar nama Rainbow Cake. Tapi iya-iya aja pas ditawarin *kemaren ini bantu ngurusin domain D-Cakery.com, jadi ceritanya, barter domain dengan cake ^^ Walau masih Rainbow Cake generasi pertama, tapi percaya aja sama kemampuan si Ibu yang satu ini. 

Karena dikasi tau hari Sabtu, kirain udah dibuatin. Tunggu punya tunggu, ternyata baru Minggu dianterin. Udah ga sabar gitu pengen nyicip kue yang lagi in ini.

Kesan pertama sama si kue Pelangi, diameter kue lebih kecil dan lebih tinggi dari bolu pada umumnya. Rada mirip topi. Pinggirnya yang putih menonjolkan lapisan warna-warni kue pada bagian dalam.

Begitu melihat warna-warna pelangi yang tersusun cantik, terlintas kata MeJiKuHiBiNiU. Singkatan dari warna-warna pelangi yang ceria, Merah, Jingga, Kuning Hijau Biru Nila dan Ungu. Oops, baru ngeh warnanya kurang satu. Si Nila hilang! *harus laporan sama tukang kue-nya neh

Kesan kedua, pasti bikinnya repot. Manggang masing-masing lapisan kue secara terpisah, kemudian disusun rapi dan dioles dengan butter cream untuk mempercantik *eh, bener kan yah yang putih-putih itu namanya butter cream? :P

Kesan ketiga, rasa cream-nya unik. Rada asin-asin gimana gitu. Awalnya sempat merasa aneh, kayanya karena biasanya kan kue selalu manis. Tapi, lama-lama malah berasa cream-nya enak. Pas untuk menemani cake yang ga diberi rasa khusus. Kalo biasanya butter cream sering masih tersisih di piring, kali ini "tinggal piring"

Oh yah, komen tambahan dari orang rumah, mereka merasa tekstur cake agak kasar. Hemm, kalo dimodif agak lembut, tetap Rainbow Cake ga yah namanya? ^^ Anyway, thanks D-Cakery for the cake.

Sudahkah kamu nyicipin (kue) Pelangi-mu?

PS: Kalo ada yang mau punya domain baru, berani tukar sama apa? ;)


-Ling-

McDelivery 24 Hours

McDonald's mengeluarkan layanan pesan online. Jadi, kita dapat langsung memesan makan di website yang diberi nama www.mcdelivery24hrs.com.

Begitu masuk ke web, kita akan disambut tampilan (seperti) banner besar dengan dominasi warna merah, khas McD.
Buat saya pribadi, pemilihan kata untuk tombol sedikit membingungkan. Sempat mantengin beberapa menit nyari tombol untuk melakukan pemesanan, sampai akhirnya nyoba klik si "Express Check Out" dan keluar pop up window.

Kali ini lebih jelas. Ada kolom untuk memilih kota. 

Saya pun memilih "Jakarta Utara".  Lalu, muncul pilihan McStore terdekat. Dan saya kembali bingung. Kenapa McD Mega Mall Pluit Village tidak muncul dalam pilihan? Padahal, dari sanalah biasanya pesanan saya diantar kalo memesan melalui 14045.

Tebakan pertama setelah kebingungan hilang, jangan-jangan outlet Mega Mall Pluit Village dimasukan ke dalam wilayah Jakarta Barat. Begitu dicoba, benaran muncul. Nama yang digunakan masih Mega Mall Pluit, dan tidak ada keterangan 24 Hours disampingnya

Oalah, sejak kapan pembagian wilayah Jakarta diubah? Jangan-jangan kawasan Penjaringan sekarang berada dibawah otoritas Jakarta Barat juga. Secara kalo mau ke Mega Mall Pluit Village dari wilayah barat harus melewati Penjaringan :P

Begitu selesai memilih lokasi outlet terdekat, akan muncul menu untuk memesan makanan dan form untuk mengisi detail keterangan pemesan dan alamat pengiriman. Tadi belum sempat mencoba langsung, jadi update detail menyusul setelah praktek aja biar lebih afdol.

Komentar terakhir mengenai layanan online McD. Entah kriteria apa yang digunakan sehingga mereka bisa mengklaim diri sebagai restoran online pertama di Indonesia. Tak bermaksud menjatuhkan, hanya sedikit penasaran. Karena, jauh sebelum McD meluncurkan mcdelivery24hrs ini, saya pernah memesan makanan secara online melalui website Hoka-hoka Bento.

Hemm, setelah dibaca ulang, ketikan kali ini bernada rada negatif. Tapi sungguh ini hanya kebetulan belaka. Saya hanya mengatakan apa yang dirasa. Tak ada pesan sponsor apapun di dalamnya. Dan, saya tetap cinta McD yang kalo malam-malam saya telpon ga sampai setengah jam udah tiba di depan rumah ^^


-Ling-

Dokcile: Very Late Dinner

Sudah lewat tengah malam, atau bisa dibilang sudah dini hari berikutnya, ketika memutuskan untuk meninggalkan Mustafa Centre yang terletak tak jauh dari kawasan Little India.

Dalam rangka ga mau rugi naik taksi melewati daerah macet, kami memutuskan untuk berjalan kaki sampai melewati area 'jalan satu arah' yang arahnya berlawanan dengan tujuan kami.

Di perjalanan, ada yang nyeletuk belum mencicipi makanan India. Alhasil, berhenti lah kami di salah satu restoran di sepanjang jalan Serangoon. Kalo ga salah, restoran ke-3 dari mulai jalan. Lupa nama restorannya.

Atas saran pegawainya, kami berakhir dengan pesanan, 1 curry butter, 2 roti naan, dan ayam goreng (lupa namanya), untuk bertiga. Tujuan awal memang hanya untuk mencicipi, jadi yang dipesan tidak banyak.

Rupanya, harga yang tercantum sesuai dengan rasa masakan yang disajikan! Tak heran 1 porsi dibandrol SGD 12.5. Enak! Enak! Enak! Rasanya tidak terlalu medok seperti kebanyakan makanan India. Semua serba pas di lidah.

Dua porsi Naan tidak cukup untuk menemani kari-nya yang enak. Sayang kalo ga habis, ga mungkin juga makan kari tanpa roti atau nasi, Nasi Briyani pun menjadi last order dari kami.

Kalo ada yang akan mengunjungi Singapore dan berencana ke kawasan Little India, boleh dicari restoran yang satu ini. Di depan, ada patung besar dua orang dengan pakaian koki lengkap dengan topi putihnya sedang memasak.


-Ling-

Seoul Garden

Pecinta makanan Korea bisa mencoba restoran yang satu ini, Seoul Garden. Kalo ke sana, kudu nyoba makanan khas Korea, Bibimbap, yang berdasarkan asal katanya berarti "campuran makanan".

Menurut Wikipedia:
Bibimbap is served as a bowl of warm white rice topped with namul (sauteed and seasoned vegetables) and gochujang (chili pepper paste). A raw or fried egg and sliced meat (usually beef) are common additions. The ingredients are stirred together thoroughly just before eating.[2] It can be served either cold or hot.  Vegetables commonly used in bibimbap include julienned cucumber, zucchini, mu (daikon), mushrooms, doraji (bellflower root), and gim, as well as spinach, soybean sprouts, and gosari (bracken fern stems). Dubu (tofu), either plain or sauteed, or a leaf of lettuce may be added, or chicken or seafood may be substituted for beef.[2] For visual appeal, the vegetables are often placed so that adjacent colors complement each other.  In Korea, Jeonju, Jinju, and Tongyeong are especially famous for their versions of Bibimbap.
-Chicken Bibimbap-
Sebelum makan, semua isi mangkok diaduk rata.
-Chicken Bibimbap, ready to eat-
Menu sampingan yang patut dicoba..
-Fried Fish n Mushroom-
Seoul Garden
Emporium Pluit Lt. 4
Jl Pluit Raya Selatan No. 1
Jakarta Utara


-Ling-

Espresso

Some random pick at Espresso Mall Kelapa Gading, not their best.
-Fried-
-Hot Fettuccine- *my kwetiau taste better :P

-Ling-

B' Steak Grill & Pancake

Dalam rangka bersih-bersih foto makanan yang pernah dijepret, berikut salah satunya. Tempat makan yang lokasinya ga gitu jauh *dari tempat gue tentunya :P 

"Nyasar" ke B' Steak Grill & Pancake ini waktu lagi malas jalan jauh. Ga nyangka di dekat-dekat pun ada tempat makan sekaligus nongkrong dengan suasana yang ga kalah cozy dan layar plasma untuk para tamu yang doyan bola. Karna ga sempat ga kepikiran lupa foto interior dan suasananya, mari kita lirik sajiakn makanannya aja ^^

Menu pilihan waktu itu
-Burger Steak- *kalo ga salah ingat
-Fish n Chips- *seharusnya seh Fish n Mashed
-Bla bla bla Sausage- *lupa nama pastinya
-Mushroom Fettuccine- *kalo ga salah ingat
Selera gue, menu grill! Sauce-nya gue suka. Hasil panggangannya juga pas. But, I say NO to Mushroom Fettuccine-nya, ada rasa aneh yang gue ga suka.

B' Steak Grill & Pancake
Jl Muara Karang Raya No.42
Jakarta Utara


-Ling-

Merica

Mampir ke tempat makan yang satu ini atas ajakan teman yang mendapat rekomendasi dari temannya. Penilaian pertama dari interiornya, cukup menarik.

Waktu itu lapar yang melanda cukup dahsyat, jadinya langsung deh minta menu dan pilih makanan. Sempat bingung mau pesan apa. Menu yang ditawarkan banyak banget! Mau masakan Asia atau Barat, semua ada.

Pilihan kami waktu itu..
-Japjae, So'un Goreng ala Korea-
-Chicken Parmegiana with Spaghetti Carbonara-
-Tom Yum
Kami sengaja memesan masakan dari tiga negara yang berbeda untuk mencicipi citarasa yang disajikan. Dan, tak ada yang mengecewakan! So, silahkan dimasukan dalam daftar lokasi kuliner kalo lagi di daerah Kelapa Gading. Special untuk yang tinggal di daerah Kelapa Gading, Merica bisa pesan antar juga lho ^^

Merica
Jl Bulevar Raya Blok TT2 No. 7-8
Kelapa Gading, Jakarta Utara.
02145858433

-Ling-

Es Krim Ragusa

Sejak pertama kali berhasil sampai di Gazebo Cafe karena penasaran sama Es Krim Ragusa khas Italy-nya, selalu ada keinginan untuk kembali lagi. Produk andalannya tak lain tak bukan adalah Es Krim Spaghetti. Es krim dan spaghetti, penasaran juga kan?

Es krim diserut menyerupai spaghetti, disiram coklat, dilengkapi dengan taburan buah kering dan kacang.. Nyam!
-Es Krim Spaghetti Coklat-
Oh yah, es krim spaghetti ini tak hanya tersedia dalam rasa coklat lho, bisa milih mau coklat, strawberry atau vanila. Dan, selain tiga rasa tadi, tersedia juga pilihan rasa es krim lainnya yang bisa dicicipi seperti nougat, rum raisin, tutti fruity, dll.

Jangan tanya favorit gue yang mana, bingung! Satu rasa ga pernah cukup soale hehehe.. Apalagi ditunjang sama si es krim yang gampang banget meleleh. Jadinya begitu pesanan datang pasti langsung dilahap sampe abis baru ngobrol-ngobrol, trus pesan dan makan lagi :P

Es Krim Ragusa - Gazebo Cafe
Jl. Kunir No.5B, Kota Tua
Jakarta


-Ling-

Lau's Kopi Tiam

Pertamanya seh memang karena nyasar. Tapi kemudian malah jadi ketagihan dan balik lagi.

Berikut menu pesanan yang dipilih pada kunjungan lanjutan.
-Laksa-


-Mee Goreng-
-XXX Mangga- *lupa namanya
Hasil sementara, favorit gue masih tetap Kwe Tiaw Siram! :D


-Ling-

Dunia Steak

Nyari tempat makan steak murah dan enak? Coba deh yang satu ini. Dunia Steak di daerah Grogol ini menawarkan ragam makanan enak tanpa harus menguras isi kantong.

Berikut menu yang gue cicip beberapa waktu lalu.
-Chicken Parmegiana-
-Tenderloin-
-Nasi Goreng Black Pepper- *kalo ga salah
Masih ada salad dan kentang goreng yang ga difoto. Hemm, memang agak banyak seh pesanan waktu itu. Perut keroncongan dari pagi ditambah lapar mata, jadi lha kalap sesaat. Alhasil, nasi gorengnya dibungkus deh :P

Dunia Steak
Jl Dr. Muwardi Raya I No. 40 Grogol
Jakarta Barat



-Ling-

Puding Kelapa & Cah Pakis!

Me love pudding!
Me love Coconut water! *maksudnya air kelapa muda :P
Coconut Pudding, Big love!! 
-Puding Kelapa-
Mungkin pembukaannya terkesan lebay, tapi beneran deh, mantap bener cemilan yang satu ini. Rasa segar air kelapa mudanya ketara banget. Kenyalnya juga pas.Yummy! Yang kurang pas cuma harganya aja :P 

Oh yah, Puding kelapa ini bisa didapatkan di Warung Rawit *klo ga salah, Taman Palem Cengkareng. Tepat di mana gue juga menemukan, cah Pakis! Makanan dari tanaman liar yang satu ini wajib coba kalo mampir ke sana.
-Cah Pakis-
Penampakannya mungkin ga menggoda, tapi.. slurrpp..


-Ling-

Poke Sushi

Salah satu restoran Sushi yang kudu dicoba versi gue, Poke Sushi! 

Recommended menu-nya adalah... Salmon Salad! Potongan Salmon segar dengan dressing yang pas di lidah.
Menu pertama yang bisa membuat gue mengatakan kalo "Salmon mentah itu enak kog". Yah, meski sampai sekarang tidak semua sajian dengan Salmon mentah bisa gue nikmatin, tapi kalo Salmon salad Poke Sushi, hmmm.. mana tahan! 

Berikutnya adalah yang satu ini *gue lupa namanya. Kalo ga salah seh namanya ada kata Mayo atau Dynamite gitu Potongan Sushi dengan toping siraman mayo.. maknyus!!

Pecinta udang? Ada menu tambahan neh. Wajib dan kudu nyobain Tempura Udangnya! 

Temen gue suka banget sama Baby Octopus-nya, tapi ga menurut selera gue. Merasa aneh dengan rasanya yang kenyal-kenyal.

Untuk pelengkap, bisa juga nyobain pilihan berikut ini. Kreasi Unagi aka belut dan Crabstick.

Kalo gue, Sushi tak kan pernah sama tanpa mereka..  ^^


Alternatif lokasi Poke Sushi:

Ruko Dharmawangsa Square
Jl. Dharmawangsa VI No. 6
Phone: 021-7278 0553 / 7278 6304

Crowne Plaza Hotel, Level 3
Jl. Gatot Subroto, Jakarta
Phone: 021-5220 733 / 5220 730

Grand Indonesia
Food Louver Bridge C, Level 3
Phone: 021-2358 0933

Oh yah, untuk yang mau nanya-nanya lebih lanjut mengenai promo atau pengen reserved, Poke Sushi juga punya layanan online yang cukup responsif melalui Facebook-nya *klik sini untuk visit

Sedikit catatan buat yang akan ke Poke Sushi, khususnya yang di Crowne. Sabar yah.. Gerakan para pelayannya agak lamban. Jadi, mending pesan rada banyakan di awal. Itu aja datangnya lama, apalagi kalo pesanan tambahan :P

Kalo yang di Grand Indonesia, karena konsep Food Louver yang seperti foodcourt, jadinya yah lebih self service. Jangan mengharapkan pelayanan sebagaimana kalo makan di restoran Sushi.


-Ling-