My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Showing posts with label ling. Show all posts
Showing posts with label ling. Show all posts

37th

Grateful for the 36 years of my life. So blessed can have my 37th birthday  accompanied by my little family. Especially the newest family member, special 3rd born. 

May all beings be happy.
Sadhu. Sadhu. Sadhu.

-Ling-

3rd Selindra

Welcome our 3rd born,

Aurora Ratih Selindra. 
3.7 kg. 50 cm

Another pieces of my heart. 

Grow baby grow, healthy and happily. You are blessed baby that born in pandemic time, sure you will become a strong, smart, creative and adaptive girl when you grow up. May you surrounded by abundance of fortunate and tons of good people. 


Love, love, love.
-Ling-

Fudgy Brownies

Kembali berkutat dengan brownies setelah sekian lama selalu menggunakan resep yang sama, Chocolate Melt Brownies. Eh, masi dengan resep yang sama juga deh, cuma cara membuat aja yang sedikit diganti. 

Jika selama ini Brownies identik dengan kue praktis, tidak perlu di-mixer, kali ini malah nyoba nge-mixer telor dan gula sampai gula cair, baru dicampur dengan lelehan coklat dan butter. Dan, hasilnya.. extra effort yang tidak sia-sia. Tekstur yang dihasilkan lebih empuk, chewy. 

Satu hal yang kurang mantap cuma karena ga pake chocochips dan couveture chocolate. Lama ga bikin jadinya ga punya stock bahannya. Di luar itu, everything just perfect! Nyamm!! 

Karena ada perubahan metode pembuatan, sekalian update disini aja deh biar ga salah dan ga lupa. 

Mari disimak.. 

*Fudgy Brownies*

Bahan:
2 butir telur
100 gr gula pasir
100 gr mentega or margarin
125 gr dark cooking chocolate *buat yang doyan, bisa ditambah sampai 140 gr
100 gr terigu protein sedang
Sejumput garam
25 gr dark cooking chocolate or couveture
Chocochips secukupnya untuk taburan diatas

Cara membuat:
Panaskan oven 175°C
Lelehkan coklat dan mentega dengan cara meletakkan mangkok berisi coklat dan mentega di atas panci berisi air mendidih, atau boleh juga dengan microwave selama 15-30 detik. Jangan sampai coklat gosong yah. Cukup sampai mentega dan coklat mencair. Jangan sampai warnanya berubah jadi bening. 
Kocok telur dan gula pasir sampai gula meleleh dan sedikit mengembang. 
Masukan lelehan coklat dan mentega. Aduk rata. 
Masukan terigu dan garam. Aduk rata
Tuang setengah adonan kedalam loyang yang sudah diberi mentega dan lapisan tepung atau alas kertas roti. 
Beri serutan dark cooking chocolqte atau coklat couveture. Masukan sisa adonan
Tambahkan chocochips diatas permukaan adonan. 
Panggang dengan api 175°C selama 10 menit
Turunkan suhu ke 165°C, panggang lagi selama 30-35 menit. 
Brownies siap dinikmati 😁😁😁


-Ling-

Happy CNY

Gongxi Gongxi..
Gongxi Facai!
Happy New Year!!

Kukuruyuk......

Sabbe satta bhavantu sukhitatta


-Ling-

Keliling Konyian

Ditinggal Popo ke Jawa, acara keliling konyian kami ga kalah padat.

Hari kedua yang tadinya rencana mau ke Gading berubah jadi ke rumah Om dan Engkong. Sorenya kedatangan tamu. Jadi acara penuh sampai malam.

Acara ke Gading terwujud di hari ketiga. Tadinya mau Ciledug lanjut Gading, tapi diubah jadi Gading dulu baru Ciledug karena katanya tuan rumah Gading sore ada acara. Jadinya janjian berangkat pagian ke Gading. Eh, soreannya adalah jam enam. Alhasil batal ke Ciledug.

Hari keempat yang bertepatan dengan Minggu meluncur ke Tebet. Ada acara kumpul-kumpul katanya. Nyokap lagi ga ada, pangkat pun turun drastis. Biasa menerima tamu, sekarang bertamu mulu.

Ciledug yang masih belum didatangi pikir mau Senin sekalian ikut Bapake berangkat kerja. Eh, sekali lagi batal. Ada yang mau dikerjakan. Ini itu jadi ga keburu dan memungkinkan. Sampai akhirnya nyokap pulang dan tema pun berubah.

Keliling-keliling tahun ini terasa banget. Biasa kebanyakan nunggu tamu datang sekarang sibuk bertamu. Paling dulu ke rumah Om si Mama, sisanya ngetem di rumah. Apalagi ditambah adanya si Onga. Suasana dan aura-auranya langsung beda banget.

Jadi pengen lebih mempersiapkan diri untuk menyambut yang akan datang.. Huehehehe...


-Ling-

BoRing!


Boring, bobo miring. Keren kan singkatannya?! Hahaha.. Indonesia banget! Ahli dalam membuat singkatan :P

Baru juga masi hitungan hari, uda pasang posisi miring. Jepit guling pula.. Kira-kira nanti bakalan jadi posisi favorit dia ga yah? Hmmm..


-Ling-

Foto Hamil


Bumil dan Pakmil lagi menikmati minggu akhir masa kehamilan. Ga tanggung-tanggung ngelayapnya sampe tengah malam, karaokean gratis di ultah koko sepupu Am. 

Setelah sekian lama baru sadar dikit banget foto gue waktu hamil. Ga tau kenapa rasanya ga pede kalo difoto. Boro-boro muka cerah merona, yang ada kusam dan hitam dimana-mana. Jadinya mendadak anti kamera. Alhasil menyesal lah sekarang ini karena ga banyak yang bisa dilihat. 

Perlu diingat dan dicatat untuk yang berikutnya. Apa pun kondisi dan perasaannya, harus tetap mau dan menyempatkan diri untuk jeprat-jepret, beraksi di depan kamera. 

Bersyukur dikirimin sama si Ko Am, jadinya sekarang masih ada yang bisa diupload meski ga gitu kelihatan hamil dan gendutnya karena lagi duduk dan ketutupan. Malah buncitnya si Pakmil yang ketara banget! Ckckck


-Ling-

Martabak 65

Martabak 65, Pecenongan. Martabak termahal yang pernah gue beli! Dan, bakalan jadi pertama dan terakhir. Alasannya sederhana saja, mahal cuy! Hehehehe..

Awalnya karena penasaran pengen nyobain martabak Nutela yang konon nikmat luar biasa. Kebetulan waktu kapan itu lewat Jl Pecenongan dan ngeliat ada yang jual. Jadi lah dijadwalkan untuk membelinya pas kontrol ke dokter di daerah Harmoni. Malas juga lah kalo ke Pecenongan cuma untuk beli martabak.

Begitu jadwal kontrol tiba, saatnya merealisasikan rencana.. Martabak 65, here we come!

Masih awam dengan daerah Pecenongan, mobil pun di parkir begitu ada tempat kosong. Lalu kami jalan kaki. Ada beberapa penjual martabak yang kami lewati sebelum sampai di Martabak 65 yang katanya sudah jualan sejak 1970. Salah satu musuh terbesarnya di sana sepertinya adalah yang memasang plang nama Martabak Pecenongan.

Kami melewati Martabak Pecenongan dan terus menuju Martabak 65, karena sekilas, yang dipajang cuma Tobleron, ga ada Nutela. Lagi pula berdasarkan pengamatan beberapa waktu lalu, lebih rame antrian di Martabak 65. Prinsip utama mencari makanan enak yang tak boleh dilupa, antrian panjang!

Ada beberapa tamu lain yang sedang menunggu pesanan ketika kami sampai. Sebagai newbie, kami pun memperhatikan dengan seksama menu yang ditempel. Harganya cukup beragam dengan menyajikan pilihan rasa isian dan penggunaan mentega/butter. Biasa atau spesial untuk penggunaan mentega atau wisman pada martabaknya.

Sedangkan untuk isian, ada yang standar coklat kacang dan keju, Tobleron, Skippy, Nutela, Ovomaltine, atau polos. Pilihan kami jatuh pada 1/2 Tobleron dan 1/2 keju. Ga jadi beli Nutela karena belum ikhlas bayarnya! Walo yang Tobleron juga setali tiga uang, hanya sedikit lebih murah saja jika dibandingkan. Hehehe.. 

Setelah membayar, dapat nomor antrian 107. Tamu terakhir yang dipanggil nomor 100. Meski selisih tujuh antrian, tapi tak perlu menunggu lama. Tukangnya banyak.. 

Last but not least, cerita soal rasa. Menurut si Kamu dan Mama yang lebih bawel soal martabak dibanding gue, masih enak yang di Muara Karang. Adonan Martabak 65 agak lembek. Setelah mendengar komentar mereka, jadi merasa begitu juga. 

Adonannya lebih lembek dan basah. Rasa kejunya beda dan ga merasa ngenikmatin coklat tapi manisnya Tobleron terasa banget. Terakhir, pesan yang spesial, tapi wangi butter Wisman yang khas itu tidak terasa. 

Masih belum berhasil nyobain martabak Nutela, jadi kepikiran untuk pesan martabak polos di Muara Karang, bawa Nutela dari rumah, trus minta dipakein deh!  Hahahahaha... 

Kreatif dan pelit emang beda tipis!  :P


-Ling-

Bwee..

Can you see the little tongue? Ckckck..

Beberapa waktu lalu ii baru bilang, "jangan-jangan nanti baru lahir si Onga uda bisa melet". Ternyata, terakhir ke dokter malah bawa pulang foto si Onga uda bermain dengan lidahnya! Onga, onga..

Can't wait to see you my dear mini me or mini Kamu! :D


-Ling-

Wine. Homemade

Kesannya gue pecinta wine banget yah sampe bikin wine sendiri. Padahal minum seteguk aja udah celeng ckckckck

Satu-satunya alasan nyoba bikin wine dari buah anggur ini cuma karena penasaran aja. Yup, thats all. Katanya ngebuatnya gampang, dan hasilnya oke. Gimana ga penasaran?! Jadi pas lagi ke toko buah dan menemukan anggur hitam promo 49rb per kg, experiment time!

Dari cara yang dikasi tau, gue coba crosscheck sama hasil googling. Hmmm, ternyata beda-beda jauh untuk detail pengerjaannya. Apalagi dalam penggunaan bahan. Yah, gue seh tetap pada penggunaan bahan minimal, cuma tehnik dan "perawatan" yang memungkinkan aja yang coba gue ikutin. Kalo ada yang gampang ngapain dibikin susah. Betul!? ;) 

Untuk percobaan pertama, gue ngikutin resep keluarga. Konon yang pernah dan sering bikin adalah om nyokap. Bahan-bahannya, anggur merah atau hitam dan gula batu, dengan komposisi 1kg anggur ditemani oleh 300 gram gula batu.

Kedua bahan dimasukan dalam wadah dari kaca, lalu dibiarkan selama 1 minggu diluar kulkas. Tiap hari rendaman wine gue kocok-kocok toplesnya. Katanya biar fermentasi merata. Untuk hasil lebih maksimal, ada baiknya anggur-anggurnya dibelek-belek dulu. Gue kmaren itu nggak, jadi nunggunya lebih lama dan cairan yang dihasilkan lebih dikit.

Wine pertama gue, umur 10 hari. Gue mencoba 1,8 kg anggur, dan 500 gram gula batu. Yang di foto ini adalah "sisa".  Udah dipisahkan sekitar 300 ml dan dicampur dengan arak putih dibotol terpisah. Biar raginya mati, kata si Kamu. 

Dari hasil googling, setelah fermentasi tahap pertama dengan ragi alami anggur, untuk tahap kedua, akan dicampurkan sejenis enzim/zat untuk mematikan ragi alami yang sulit dikontrol ini. Nah, cara lainnya adalah dengan mencampurkannya dengan minuman beralkohol lainnya. Salah satunya yah arak putih yang biasa untuk masak. 

Kalo secara rasa seh, ga usah ditanya. Udah pasti enakan yang ga pake campuran lagi. Soal "mematikan" ragi juga ga menjadi isu. Yah, namanya juga resep tradisional. Mungkin takaran komposisi anggur dan gulanya emang udah pas. *untuk rasa, gue sama sekali ga nyicip sendiri, tapi hasil survey beberapa orang yang disuruh nyobain. 

Nanti kalo kondisi uda memungkinkan gue bakalan nyobain! Celeng juga ga masalah deh.. hehehe...


-Ling-

27 Weeks

 
So happy!! Sudah chubby jauh dibandingkan bulan lalu. Ya iya lah ya.., secara beratnya naik hampir setengah kilo dalam satu bulan. Dari yang tadinya dibawah rata-rata sekarang malah uda kelebihan 10% untuk usia 27 minggu. Uda seberat bobot bayi 28 minggu, kata si dokter. 

Ga sia-sia deh emaknya berubah menjadi mamasaurus! Hahaha.. Tak ketinggalan "thanks too, Satu telur rebus setiap pagi, saran dari Ika". Pengalaman memang beda ;)

Grow onga grow! Tumbuh kembang yang sehat.. Muahhh... 


-Ling-

Susu Kacang Kedelai

Susu Kacang spesial buat Onga! Biar putih mulus katanya.. 

Karena emang doyan juga, ya udah lah yah kita minum deh. Request si Kamu beliin kalo ga yang di Kerendang, Jembatan Besi. Dua tempat yang menurut pantauan sementara Sucangnya paling maknyus.

Tapi lama-lama ribet juga, beli mulu. Daerah macet kan tuh. Jadi, iseng-iseng nyoba bikin sendiri pake modal Blazter Sharp, blender favorit gue. *Akhirnya itu wadahnya yang gede beserta saringannya kepake juga. Biasanya cuma pake yang gelas doang untuk bikin jus ato smoothies. 

Ternyata bikin Sucang ga seribet yang dibayangin. Rendaman kacang kedelai yang uda dicuci bersih diblender sampai halus pake air panas, trus disaring. Hasil saringannya dimasak sampai mendidih, jadi deh Susu Kacang fresh from the panci alias homemade. Biar wangi, tinggal tambahin daun pandan yang uda dicuci bersih pas Sucang mendidih, lalu matiin api dan tutup rapat. 

Gue sekali bikin ga banyak-banyak, paling sekitar 2 liter gitu. Yah, cukup untuk 2-3 hari lah. Tergantung lagi doyan minum ato nggak. Untuk tingkat kekentalan bisa diatur sesuai selera. Perhatiin aja warnanya. Bisa dong ngebedain sucang encer sama kental hehehe.. Kalo takaran gue, setengah kilogram kacang bisa untuk 2-3x bikin. 

Oh yah, enaknya seh bikin sucang tawar aja. Nanti klo mau minum baru deh dimasukin gula cair. Selain lebih awet, rasanya juga jadi lebih wangi. Kan, klo bikin gula cair wangi pandannya berasa banget tuh. Kalo ga yah, tambahin aja gula pasir waktu Sucang udah mendidih ^^


-Ling-

2048

Akhir-akhir ini lagi kerajingan sama game yang satu ini. 2048. Permainan sederhana yang candunya ga sesederhana cara mainnya.

Cara mainnya mudah sekali. Cukup dengan menggeser kotak untuk menggabungkan dua angka yang sama sampai berjumlah 2048. Dan, permainan terhenti ketika seluruh kotak terpenuhi oleh angka. Dengan kata lain, permainan berakhir ketika sudah tidak ada kotak yang bisa digerakan.

Setiap kali kotak digeser maka akan bertambah kotak baru dengan angka kecil, dua atau empat. Tantangan dari permainan ini adalah kita ga pernah tau lokasi munculnya kotak baru.

Tertarik? Silahkan mencoba..

-Ling-

O for Onga

O for Onga a.k.a B for Baby!
 
 -23 weeks-


-Ling-

Cupcakes ala Gulaku

Lagi iseng, pengen nyemil. Jadi deh bereksperimen dengan resep cupcakes yang ada di balik bungkus gula pasir yang baru dibeli. 

Seperti biasa, yang dibikin cuma kuenya doang. Ga pake acara hias-hias lagi, langsung hap! Nyam nyam nyamm.. 

Rasanya enak juga. Teksturnya lembut dan tidak terlalu manis. Ada beberapa yang gue tambahin choco chips atau potongan keju waktu mau dipanggang. Jadi lebih bervariasi deh rasanya ^^

My bad ga mencatat resepnya! Nanti kalo menemukan resep yang sama di balik bungkus Gulaku lagi, baru diupdate deh resepnya ;)


-Ling-

Kapan Yah?

Meningkatkan wisata dometik. Bukannya ga ingin terlibat dalam kegiatan tersebut, tapi kadang tawaran untuk mampir melihat domestiknya negara tetangga lebih murah meriah. Hal paling kecil dan sederhana, tiket pesawat murah.

Lombok, Wakatobi, Raja Ampat, Labuan Bajo dan masih banyak wisata alam lainnya di penjuru nusantara. Bukannya ga ingin ke sana. Tiket pesawatnya itu lho. Belum lagi transportasi darat lainnya dari bandara atau penginapan untuk mencapai lokasi wisata.

Postingan kali ini ga bermaksud apa-apa. Cuma sekedar luapan hati semata. Pengen wisata lokal ternama tapi belum kesampean aja. Kata lainnya, curhat aja.. *lagi pengen jalan-jalan kartu As Indonesia*

-Ling-

Hangzhou: Hi and Bye Pai Su Cen

Masi ingat dengan Pai Su Cen, si Ular Putih? Di dalam pagoda ini lah dia dikurung oleh pendeta Fa Hai.

Perjalanan April lalu gue berkesempatan mengunjungi Hangzhou dan melihat pagoda ini dari kejauhan. Waktu sampai di depan pintu masuk area pagoda hari sudah sore dan sudah nyerah duluan membayangkan harus menaiki entah berapa anak tangga untuk bisa sampai ke pagoda, jadi diputuskan untuk menikmati dari bawah saja.

Setelah pulang ke Jakarta dan melihat foto fb saudara yang kebetulan dari Hangzhou juga, baru menyadari bahwa ternyata disediakan eskalator untuk sampai ke atas. Bagus.. ckckckck...

Yah, mungkin ini tandanya gue akan mendapatkan kesempatan balik lagi ke Hangzhou dan naik sampai ke pagoda ;) Sampai ketemu lagi Pai Su Cen!

-Ling-

2013 Pulkam Trip: Private Beach

Beach. We and only us. Private beach!! :D

This is a super late post from our "going home", pulang kampung, trip last August. Yeah, that August on 2013. Ugh, writting this make me miss it already. But, can we? So much things to prepare.

Back to the beach. It maybe not come with clear and blue water or clean white sand, but its our beach! And its a original beauty with lots of coconut tree and real sands. Not the one that you bought from other country. Oops! 

Anyway, please welcome our pics from Pantai Seruni, Jawai, Sambas, Kalimantan Barat. ;)

-Ling-

Yeay! Thanks Line!


Super yeay! Untuk pertama kalinya dapat hadiah dari yang namanya menang undian! Yah, walo belum hadiah utama dan "cuma" dapat figurine. 

Ceritanya tadi siang waktu iseng-iseng nyoba acara bagi-bagi hadiah Line dan dapat balasan "Surprise, kamu mendapatkan hadiah figurine karakter Line", ga begitu excited. Tepatnya, biasa aja. Kirain itu uda hadiah yang paling standar selain ucapan "Maaf, Anda belum beruntung". Maklum bener-bener ga nyangka banget. 

Waktu baca broadcast promo program dari line event juga cuma sekelibat gitu. Jadi ga memperhatikan tingkatan hadiah yang dibagikan untuk event kali ini. Cuma taunya ada satu Nissan Juke bagi yang beruntung *ngarep tingkat tinggi.

Eh tadi pas lagi bahas acara ini sama si lil sis, dia malah kaget gue dapat figurine. Dia uda nyoba dua kali alias ngadu keberuntungan dua hari dapatnya stiker semua. Penasaran, bajak hape si Kamu dan kirim "line". Senasib sama si Pichan, dapatnya sticker juga walau beda tema. Langsung deh merasa " Wow! I'm so lucky!" Never feels this way since 90s. *Another unforgettable moment about "luck", with beloved grandpa, won a lotery aka togel!*

Baik lah mari kita tunggu kedatangan pak pos nganterin figurine karakter line ke rumah.. :D 


-Ling-

The Thinker

The reason why my head can not stop loading and processing every single little thing that pass by, no wonder. hahahaha.. 

-The Thinker, Auguste Rodin-


-Ling-