My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Showing posts with label kejahatan. Show all posts
Showing posts with label kejahatan. Show all posts

Modus: Kuras Pulsa

Makin menggila saja para pelaku kejahatan melalui SMS. Setelah memanfaatkan hubungan keluarga dan transaksi jual-beli, kini masalah seksual dijadikan umpan.

Kecurigaan pertama dan utama yang muncul setelah membaca SMS tersebut hanya satu, "umpan" untuk menguras kantong para lelaki girang. Awalnya ngajak kenalan, tapi kemudian minta uang untuk ini dan itu. Awalnya seh bilang memiliki segalanya, padahal niatan utama yah harta.

Eh, ternyata tak demikian modus operandinya. Kontak tertera adalah nomor premium. Nomor khusus yang menguras pulsa dengan aturan tertentu. SMS dibredel, layanan suara "dimaksimalkan". Sungguh kreativitas yang patut diacungi jempol. Hemm, tepatnya, tak takut mati. Belum lagi reda krisis yang ditimbulkan karena layanan SMS "nakal' udah macam-macam dilayanan suara.

Semoga bisnis konten masih bisa aman sentosa. Karena bagaimana pun juga, banyak yang menggantungkan nyawa di sana. Dan, banyak penyedia konten yang tidak senakal yang dikira. 

Akhir kata, teruntuk para hidung belang, siap-siap saja pulsa terkuras.


-Ling-

Modus: SMS Nyasar

Liat hape, di inbox ada SMS yang berbunyi:
"Transfer ke BNI aja a/n Aryx Lesmana. No rek 023862109x. Kalau sudah ditransfer sms ke no ini ya."

Pengirim: 08780807275x

Pikiran pertama, "Wah ada sms nyasar, pasti ada yang lagi mau melakukan transaksi neh"

Gue pernah kirim dan/atau terima SMS kaya gitu waktu mau closing transaksi. Dan, gue yakin ga cuma gue sendiri. Semua yang sering berbelanja via online shop pasti ga jarang nerima SMS serupa tapi tak sama kaya contoh di atas. Bener ga, Sis? ^^

Waktu gue cerita ke si Kamu soal SMS ini, ternyata oh ternyata! Ini adalah modus operandi baru! Di saat SMS "mama minta pulsa" uda mulai basi, muncul ide kreatif baru untuk menipu ckckck..

Waspada oh waspada lah wahai kalian yang mulai terbiasa dengan dunia belanja online, terutama buat yang suka ga teliti, macam gue.

Perhatikan dengan seksama nomor pengirim. Pastikan nomor pengirim benar-benar dari pemilik online shop. Jangan ragu untuk konfirmasi nomor rekening sebelum melakukan pembayaran. Sekali terkirim, uang ga bisa ditarik balik soale.

Semakin beragam ancaman yang mengintai kelengahan. Waspadalah.. Waspadalah!

Semoga semua makhluk hidup berbahagia


-Ling-

Pelajaran

Tulisan kali ini didedikasikan kepada seluruh umat manusia diluar sana yang bermaksud membeli perabot keperluan rumah, terutama furniture alias mebel. Jangan sampai mengalami nasib yang sama seperti gue. Berikut cerita panjangnya.

20an Agustus 2011 *lupa tanggal pastinya.
Gue mengunjungi pameran mebel di Mangga Dua Square depan Carrefour, dilayani oleh Marketing S. Beberapa hari kemudian kembali ke sana dan melakukan pemesanan dengan penekanan barang harus dikirim pada tanggal 10 September 2011. Gue mau pake tanggal 11. Permintaan gue disanggupi oleh si Marketing S. Gue membawa pulang nota atas nama CV Tunas Muda Furnitu**, yang berlokasi di daerah Duren Sawit. Pada nota si Marketing S menuliskan nomor telpon bapak U yang disebutnya "orang pabrik". 

8 September 2011
Bermaksud memastikan pengiriman barang, gue menghubungi nomor telpon yang ada di nota. Berulangkali menghubungi (baca: telpon) Marketing S, nomor telpon (yang katanya) workshop di Duren Sawit, dua nomor ponsel pak U. Tak ada yang menjawab. Niat mau memastikan pengiriman barang malah jadi ajang mencari orang hilang.
    9 September 2011
    Kembali menghubungi nomor-nomor yang ada, dan kembali lagi pula tak ada yang menjawab. Gue mengirim SMS kepada Marketing S. Dan mendapat balasan bahwa akan dihubungi kembali sorenya setelah ia memastikan ke pabrik.

    10 September 2011
    Nanti sore dikabarin yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Sampai keesokan siang masih tidak mendapat balasan. Si Marketing M mendadak lost in action. Gue SMS dari pagi sampai siang, ga ada yang dibalas.Telpon ga diangkat. Sorenya sergap ke lokasi pameran menemui Marketing S, lalu berhasil menghubungi bapak U menggunakan ponsel Marketing S. Ketika ditanya siapa bapak U ini, Marketing mengakuinya sebagai bos. Keputusan: barang dikirim minggu depannya dengan kompensasi (setelah argumen panjang) sebuah bed side. Catatan: Di telpon, bapak U memberitahukan bahwa Marketing S sudah tidak bekerja lagi atas nama dia *nah lho! 

    18 September 2011
    Barang datang, yang ngirim bapak D. Design tidak sesuai dengan sketsa awal. Ketika ditanya, dijawab "masa? di design-nya ga ada" *doeng! Lemari tetap dipasang dengan catatan akan dibuatkan list sesuai design awal pada saat pemasangan ranjang. Pemasangan ranjang akan ditentukan lagi karena harus dilakukan pada hari dan jam tertentu. Gue (dengan bodohnya) membayar lunas sisa tagihan ke rekening atas nama Lisnawa** *masih memberi kepercayaan

    1 Oktober 2011
    Gue menghubungi Pak U. Telpon ga diangkat, lalu gue SMS, "Mas, untuk pasang ranjangnya, tolong datang tgl 5 oktober jam 9 pagi. Jangan lupa bawa alat utk bikin list di lemari. Thanks." Dibalas, "Maaf atas nama cp ya?". Lalu tak ada balasan setelah gue kasi penjelasan siapa saya. 

    4 Oktober 2011
    Gue sms menekankan konfirmasi untuk pemasangan ranjang untuk keesokan harinya: "Pak, bsk confirm yah jam 9, untuk pemasangan ranjang dan bikinin list utk lemari yg di jl bakti no XX a/n Ling".  Dibalas "Iya nti sy ksh tau orang pabrik". Gue tutup dengan "Tolong yah pak. Thanks"
      5 Oktober 2011
      12.20 WIB
      Dari pagi ini-itu, akhirnya sempat liat ponsel. Ada SMS masuk, pesannya "Ci td sy sdh tlp orang pabrik ktnya jam 3/4, nti tlp ja kesni 02193143xxx dngn pak danxx yg mau pasang. Thx", pukul 10.32. Esmosi deh langsung. Berengseke kali ini manusia!

      Langsung gue telpon dan diangkat setelah 3x pengulangan. Dalam pembicaraan telpon tersebut, dengan gagah berani si bapak U yang hebat ini tidak merasa bersalah dengan SMS yang dia kirim terakhir. SMS terakhir yang gue kirim dia artikan sekena perutnya. Minta konfirmasi kedatangan, dia artikan sebagai batas waktu memberi konfirmasi. Hello..?? SMS gue yang hari Sabtu dikiranya apa?!

      Esmosi langsung naik ke ubun-ubun. Sampai-sampai nyokap bilang "mau lancar jangan marah-marah" *dalam hati andai gue bisa redam. Berhadapan dengan manusia hebat macam bapak U ini seh beneran mana tahan. Berengseke 2 untuk hari ini adalah, dia ga berani menjamin kalo orang pabrik akan datang untuk membuat list pada lemari gue sesuai waktu yang diberikan. Plok plok plok. Nada suara makin tinggi dan ucapan gue pun makin menusuk. Setelah gue ancam ini-itu, baru dia bilang akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak pabrik untuk ketepatan waktu.

      15.10 WIB
      Datang dua orang yang dengan polosnya bilang mau pasang ranjang *Koordinasi oh koordinasi. Yang datang adalah bapak D dengan asistennya, bapak I. Gaya bicara dan cara kerjanya masih bisa dikatakan beritikad baik. Datang-datang langsung nanya dan membenarkan beberapa bagian tanpa diminta. Tapi, tetap aja apa yang akan dikerjakannya tidak sesuai dengan apa yang diomong pada tanggal 18 September lalu.

      Berhubung udah ga terlalu menaruh harapan, sebelumnya udah bahas ama nyokap untuk ga melakukan penambahan lagi, jadi yah ga terlalu gimana deh dengan perbedaan baru yang ditawarkan. Omongan sebelumnya, membuat guratan list lalu mewarnainya. Yang akan dilakukan hari ini, membuat hiasan list pada dinding lemari dengan menggunakan PILOX! *oh no oh yes deh.. Keputusan akhir membiarkan dinding depan lemari tetap polos.

      Daripada mereka uda datang tapi ga melakukan apa-apa, gue minta untuk merapikan beberapa bagian lemari yang kurang kokoh. Di sini gue mendapatkan informasi yang cukup penting. Rupanya bapak S tidak lagi dipekerjakan karena cara kerja bapak S yang dinilai terlalu bermulut manis diawal tapi akhirnya ga bisa memenuhi kewajiban. Lalu, rupanya bapak U adalah seorang manusia dengan label koordinator pameran. Atasan Marketing S yang kalo ada pesanan akan menghubungi bapak D.

      Dan, si bapak U ini memang ada gangguan dalam membaca. Isi SMS yang gue kirim 1 Oktober yang begitu jelas dan pasti isinya masih bisa dia salah baca! Pada hari Senin, si bapak U menghubungi bapak D untuk mengatur waktu pemasangan ranjang dan bukannya meminta dilakukan pemasangan ranjang di tempat gue sesuai waktu yang doiberitahukan. Rupanya.. kecerdasan seseorang memang dapat dilihat dari bagaimana ia merespon panggilan serta mengetik isi SMS. *Udah tau dagang, telpon masuk ga di angkat, pake settingan UNKNOWN NUMBER pula. SMS urusan kerjaan aja masih pake tata bahasa yang sedemikian rupa* Weleh-weleh..
        Pelajaran yang dipetik!
        HATI-HATI KALO PESAN BARANG DI PAMERAN
        JANGAN LAKUKAN PELUNASAN KALO HAK BELUM DITERIMA SEMUA
        ALAY DETECTED. BE BE BE BE CAREFUL! 

        Wuihhh panjangnya ketikan gue kali ini. Semoga tidak ada lagi korban lain seperti gue. Akhir kata, semoga semua makhluk hidup berbahagia ^^


        -Ling-

        Modus: Kupon Undian

        Hati-hati teman, makin hari para penipu semakin cerdas dan sigap dalam melihat celah. Begitu ada promo berhadiah yang diselenggarakan oleh perusahaan tertentu untuk meningkatkan penjualan, langsung deh mereka menyusun rencana.

        Gue rasa kalian pasti pernah melihat iklan program berhadiah langsung dari salah satu produk keluaran Orang Tua Group, yang terkenal dengan "Berapa lapis? Ratusan. Lebih.."

        Beberapa waktu lalu gue dihubungi oleh tante yang tinggal di Pontianak. Katanya, teman dia ada yang dapat undian berhadiah dari Tango. Dan, dia minta gue untuk cek kebenarannya.

        Ga kira-kira, hadiahnya adalah satu unit Toyota Avanza. Menggiurkan sekali! Trus, pemenang tidak dikenakan pajak undian yang sebesar 25% dari total hadiah, cukup dengan membayar biaya balik nama BPKB, hadiah mobil sudah bisa dibawa pulang.

        Ketika si tante selesai ngomong, gue dah mikir kalo ini pasti kerjaan oknum deh. Sebelum tutup telpon dan mencari informasi di internet, gue nanya dia kupon yang di dapat itu seperti apa, keterangan apa aja yang tertera di kupon, dan bagaimana temannya mendapatkan kupon.

        Mendengar jawabannya, semakin yakin lah gue kalo itu hanya akal-akalan penipu belaka. Begitu telpon ditutup, tanpa buang waktu, gue langsung nanya-nanya sama Mr. Google. Dan, hasil pencarian tak beda dengan dugaan gue.

        Di salah satu blog gue menemukan tulisan tentang modus operandi yang kurang lebih sama seperti apa yang diterangkan oleh si tante. Kupon di dapat oleh calon korban di dalam kemasan Tango. Ada keterangan nama pimpinan Tango, logo-logo stasiun tv swasta yang diklaim sebagai partner kerjasama dan nomor pin. Tak ketinggalan nomor telpon customer service palsu yang menggunakan nomor gsm dan cdma.

        Ketika gue masuk ke website resmi Orang Tua Group, di sana terpampang jelas pengumuman yang mengatakan bahwa undian telah berakhir. Dan untuk sementara waktu, tidak ada promo undian berhadiah. Jadi, udah jelas banget dong. Berikut print screen pengumumannya.

        -Printscreen dari website OT Group; Go to web: click here-
        Hasil investigasi, langsung gue sampaikan ke tante hari itu juga. Lalu, ketika sekitar 2 minggu lalu dia ke Jakarta, dia bawa serta kupon undian palsu yang temannya dapat. Hemm, design kuponnya kurang lebih sama seperti yang gue dapat dari nanya-nanya sama Mr. Google. Yang beda hanya keterangan-keterangan aja.

        Kuponnya ada tiga. Berikut gambarnya. *klik aja gambarnya untuk melihat dalam ukuran besar yang lebih jelas

        -Kupon 1. Ukurannya sekitar 4x lebih besar dari kupon yang biru-


        -Kupon 2. Ukurannya sekitar 8x lebih besar dari kupon yang biru-


        -Kupon 3. Ukurannya paling kecil, paling rapi karna ada laminatingnya-

        Kebetulan gue punya teman yang bekerja sebagai Humas aka Public Relation di Orang Tua Group. Ketika gue ceritakan hal ini, dia menyatakan keprihatinannya. Katanya, memang banyak masyarakat yang menelpon dan menanyakan keberanaran dari kupon-kupon tersebut.

        Penipu semakin pintar, kita harus waspada. Jika ada yang menghubungi dan mengatakan kalo kita menang hadiah tertentu, saran gue:
        1. Ingat-ingat apakah kita pernah mendaftarkan diri ikut dalam undian tertentu atau menggunakan jasa yang disediakan perusahaan tersebut
        2. Cross check ke customer service perusahaan ybs. JANGAN MENGHUBUNGI NOMOR YANG TERTERA DI KUPON. Cari informasi dari Telkom 108, tanyakan nomor customer service perusahaan terkait.
        3. Tanya sama Mr. Google, bagi yang punya akses internet
        Kalo setelah tiga tahap tersebut semua lancar-lancar aja, bisa jadi emang dapat rejeki durian runtuh! Tapi kalo ga, mending ga usah diterusin deh ngarep.com-nya.

        Buat yang mempunyai kemudahan akses internet dan informasi, setelah tau adanya modus kejahatan ini atau modus-modus baru lainnya, harap menyampaikannya kepada orangtua, saudara, teman, dan handai taulan sekalian. Karna, kalo kita mungkin akan langsung alert karna udah pernah tau, tapi belum tentu yang lain juga begitu. Daripada nanti ada kenalan kita yang tertipu kan lebih baik membekali mereka dengan informasi terlebih dahulu.

        Semoga semua mahluk terbebas dari penderitaan..


        -Ling-

        Modus: Ga Jelas

        Kali ini gue punya cerita. Buat gue seh menarik, entah menurut kalian.

        Beberapa bulan yang lalu, pada saat lagi chat ama gue, si Kamu bilang kalo dia lagi chat ama salah satu teman dari kantor lama dia. Ceritanya teman dia ini manggil dia di YM, dan ngobrol lah mereka. Makin lama obrolan mereka makin aneh. Si Teman selalu mengarahkan pembicaraan ke persoalan sex dan kawin (baca: KAWIN yang sama orang bule disebut make love, bukan NIKAH). Dan kejadian seperti ini udah pernah terjadi sebelumnya.

        Mendapat cerita yang ga lengkap, penasaran lha gue. Ga lama, history percakapan mereka pun dikirimkan ke email. Pikiran gue waktu itu setelah membaca salinan percakapan mereka, hemm, kalo pertanyaannya datang dari seorang sahabat karib yang saling berbagi segala macam cerita, bahkan sampai ke urusan paling pribadi seperti urusan sex dan kawin mengawini, rasanya sedikit banyak masih bisa diterima. *Kadang kan ada tuh orang yang punya sohib yang bisa saling cerita tentang apa aja. Tapi, kondisinya tidak demikian. Dan ada beberapa hal aneh yang ditemukan.

        Aneh Part 1. Yang ngajak si Kamu chat ini hanya seseorang yang dulu pernah kerja satu kantor, dan label berganti menjadi teman kantor lama. Jauh banget dari sohib. Orang ID YM-nya aja si Kamu ga punya.

        Aneh Part 2. Dari pengamatan si Kamu tentang si Teman waktu dulu masih kerja di kantor yang sama, ga dia banget. Si Teman yang dia tau ga mungkin memilih topik sex dan rekan-rekannya untuk dijadikan pembahasan.

        Aneh Part 3. Fakta yang disampaikan tidak aktual. Pada saat chat, si Teman mengaku masih kerja di tempat A, padahal sebelumnya si Kamu dapat info klo si Teman ini udah ga kerja di tempat A

        Dengan tiga hal aneh tersebut, si Kamu pun curiga apa benar orang yang lagi chat ama dia ini adalah benar si Teman dia yang dulu pernah kerja sekantor. Crosscheck pun dilakukan. Si Kamu menghubungi dan menanyakan ID si Teman ini pada salah satu teman lain, si A, yang dulu juga sekantor. Hasilnya, ID tidak cocok. Kesimpulan, yang chat dengan si Kamu adalah orang lain yang menyamar menjadi si Teman. Modus, Ga Jelas.

        Beberapa bulan pun berlalu sejak kejadian itu. Ternyata, cerita di atas belum tamat. Masih bersambung rupanya. Kemaren malam si Kamu cerita lagi. Dia copas pembicaraan dia dengan temannya yang lain, si A, ke gue. Reaksi pertama gue adalah ngakak! Si Kamu disangka GAY (baca: homoseksual alias penyuka sesama jenis). Yang menduga dan yakin atas dugaannya tersebut adalah si Teman, yang asli.

        Rupanya, karna si Kamu sejak kejadian yang beberapa bulan yang lalu jarang online pake YM, si penyamar kali ini menyamar menjadi si Kamu dan chat sama teman-teman lain di kantor yang lama itu. Salah satunya adalah si Teman yang asli. Topiknya agak sedikit berbeda. Jika sebelumnya adalah tentang sex dan kawin-kawinan, kali ini pembahasannya mengenai ukuran.

        Si Teman yang asli akhirnya mengambil kesimpulan bahwa si Kamu adalah Gay karna:
        Dia mengalami sendiri Modus Ga Jelas dari si penyamar yang berpura-pura menjadi si Kamu
        Ketika dia bercerita kepada teman kantor lama yang lainnya lagi, si B, dia mendapat cerita yang sama dengan yang dia alami. Rupanya Si Penyamar melakukan lebih dari 2x Modus Ga Jelas.

        Weleh-weleh! Bener-bener GA JELAS! Untung berita aneh bin ajaib ini akhirnya sampe ke si Kamu. Dan sampai tulisan ini diketik, kesalahpahaman si Kamu dengan si Teman yang Asli udah terselesaikan *thanks to si A yang udah menyampaikan berita dan menjadi penengah Kalo ga, berabe juga. Si Teman yang asli udah yakin bener tuh sama dugaan dia. Dan, rupanya dia udah menceritakannya kepada hampir ke semua teman sekantor mereka. Hahaha.. ga kebayang deh :P

        Hikmah yang bisa diambil, yaitu: PERHATIKAN DENGAN JELAS ID TEMAN YANG MENGAJAK CHAT terutama jika ID yang belum masuk dalam daftar teman. Serupa atau mirip itu tetaplah tidak sama! Satu saja karakter yang berbeda, maka itu adalah ID yang berbeda! Orang yang berbeda! Liingism atau Lingsm BUKAN LAH Lingism. Celah itu lah yang digunakan oleh si Penyamar pada cerita kali ini. TELITI dan WASPADA

        Hemm.. masih ga abis pikir tujuannya si Penyamar itu apa. Yang gue dapat hanya kejelasan atas suatu tindakan yang ga jelas tampak sangat jelas sekali.


        -Ling-

        Modus: Uang Asuransi

        Semalam mendapat kunjungan tak terduga dari Kak Bella *nama samaran untuk tulisan ini temannya kakak sepupu gue. Obrol punya obrol, gue mendapat fakta yang cukup mengerikan. Sepupunya Kak Bella baru saja meninggal beberapa waktu lalu, dan diduga ini adalah perbuatan suaminya sendiri. Alasan, demi mendapatkan uang asuransi. Oh My!!

        Sedikit latar belakang untuk tulisan gue kali ini, Kakak sepupu gue, Kak Bella dan kakak sepupunya adalah salah tiga dari sekian banyak perempuan Singkawang atau yang lebih sering dikenal sebagai Amoy Singkawang, yang berangkat mengadu nasib melalui pernikahan dengan lelaki Taiwan.

        Mungkin pada udah tau mengenai "cerita" Amoy Singkawang yang pernah diangkat sebagai tulisan dibeberapa koran nasional. Dengan alasan demi memperbaiki perekonomian keluarga, para perempuan Singkawang rela "menikah" dengan lelaki yang dikenal pun tidak lalu ikut tinggal di negara suami yang sangat amat asing seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia dan terakhir banyak juga ke Brunei. Bayangkan adaptasi yang harus dilakukan. Pindah dari kampung ke kota (kadang ada juga yang dari kampung tetap ke kampung, hanya beda negara aja), lalu perbedaan budaya serta bahasa! Hemm..

        Yang gue tau tentang "kebiasaan" baru ini adalah, ada pihak yang bertindak sebagai comblang yang akan mendatangkan para lelaki ke Indonesia. Lalu, kedua belah pihak akan saling bertemu satu atau dua kali, yah kasarnya seh ini bisa disebut sebagai proses saling memilih. Jika sama-sama merasa cocok, akan dilanjutkan proses selanjutnya, bertunangan. Lalu, digelarlah pertemuan antara keluarga pihak perempuan dengan si calon mantu beserta comblangnya, kadang ada juga keluarga pihak lelaki yang ikut datang ke Indonesia walo sangat jarang.

        Foto-foto pada acara "pertunangan" kemudian akan digunakan sebagai dokumen pelengkap untuk mengurus paspor, visa serta ijin lainnya agar si perempuan bisa masuk ke negara suami. Sambil menunggu pengurusan dokumen, kadang ada yang menggelar acara resepsi di keluarga pihak perempuan. Begitu dokumen sampe di tangan, berangkat! Beres. Si perempuan kini telah bersuamikan orang asing. Si orangtua mendapatkan sejumlah uang dari si mantu baru.

        Rasa bakti yang besar dari para anak membuatnya rela bekerja membanting tulang siang dan malam di negeri orang sebagai pekerja kasar demi mendapatkan uang yang kemudian dikirimnya ke pada orangtua di kampung. Apakah para orangtua atau adik-adiknya tau seberat apa dan apa saja yang harus digadaikan oleh si anak atau kakak agar mereka bisa merasakan hidup yang lebih baik? Hanya mereka yang tau.

        Kembali ke topik. Fokus utama yang pengen gue bagi di sini bukan lah pada cerita tentang pernikahan foto atau penganten belian. Fakta yang gue dapat semalam lebih parah daripada itu. Ternyata ada modus lain diluar para lelaki yang datang demi mencari isteri yang kemudian keluguan para isteri disalahgunakan menjadi pembantu, pelampiasan kekerasan, mesin pencari uang atau fungsi lainnya.

        Yang dilakukan oleh para suami adalah mengasuransikan nyawa isteri mereka, menghabisi si isteri jika dirasa waktunya telah tepat, lalu menikmati "hasil" dari asuransi yang telah dibayar bulan-bulan sebelumnya. Kasus sudah terjadi. Ini tidak hanya reka-reka atau hasil analisa belaka. Bahkan ada seorang lelaki yang telah dua kali melakukan modus ini dan kini tengah menikmati hasil perbuatannya dipenjara. Berita disiarkan oleh stasiun televisi sana secara gencar.

        Yang dialami oleh sepupu Kak Bella diduga adalah dengan modus sama, demi uang asuransi. Bagaimana mungkin orang yang sehat-sehat saja, seminggu sebelum mendapat berita naas tersebut, Kak Bella dan sepupunya masih telpon-telponan. Ga mungkin sesama orang dekat jika sedang sakit tidak saling cerita. Yang paling mencurigakan adalah teman dan saudara dikabari tentang berita ini setelah proses kremasi. Dan, kremasi dilakukan tiga hari setelah kematian. Padahal kebiasaan orang sana, umumnya akan menunggu minimal seminggu atau sampai mendapat "hari baik". Tanda tanya besar.

        Ini bukan cerita karangan bebas gue! Gue mendapat semua cerita dari Kak Bella. Dan gue rasa dia ga akan mengarang cerita itu. Makanya gregetan banget dari semalam. Dengan postingan ini, gue berharap semakin banyak yang tau bahaya apa saja yang mengancam kaum hawa di Singkawang atau daerah lainnya jika mereka berniat memperbaiki perekonomian mereka dengan cara menikah dengan orang asing. Sangat berharap para perempuan bisa lebih pintar, bisa lebih membuka mata dalam memilih, dan sedikit lebih mementingkan dirinya sendiri!

        Semoga semua mahluk terlepas dari penderitaan
        Semoga semua mahluk hidup berbahagia


        -Ling-

        Modus: Isi Pulsa Elektrik

        Guys oh guys.. Kejahatan sungguh selalu mengintip dan menunggu kita lengah. Ada-ada aja akal dan ide "kreatif" mereka, para Pelaku!

        Kali ini si Pelaku menggunakan modus isi pulsa elektrik. Informasi ini gue dapat langsung dari teman yang hampir menjadi korban penyalahgunaan nama, jadi dijamin akurat dan terpercaya.

        Inti yang gue tangkap adalah, si pelaku berpura-pura menjadi teman dari temannya penjual pulsa elektrik, lalu mengirimkan SMS kepada si teman penjual pulsa elektrik yang isinya bertanya apakah mempunyai kenalan yang menjual pulsa.

        Jika si temannya penjual pulsa elektrik lengah dan langsung memberikan informasi kepada si pelaku nama dan nomor yang bisa dihubungi, maka kemudian si pelaku akan melanjutkan penyamaran dan meminta untuk dikirimkan pulsa kepada si penjual pulsa elektrik dengan tetap mengatakan bahwa dia adalah teman dari temannya si penjual pulsa elektrik.

        Ketika si penjual pulsa elektrik percaya lalu mengisikan pulsa seperti yang diminta, maka tersenyum lah si pelaku di atas penderitaan orang lain, yang ia sebabkan!

        Dalam modus operandi di atas, yang menjadi korban adalah:
        1. Penjual pulsa elektrik yang mengalami kerugian materil
        2. Teman dari temannya penjual pulsa elektrik yang mengalami kerugian moril
        Untuk mencegahnya, selalu hati-hati dan waspada. Lakukan kroscek sebelum memberikan informasi dan jangan mudah percaya begitu saja kepada yang namanya SMS. Bukannya apa, hanya saja jangan sampai akibat kita lengah, teman yang menjadi celaka.

        Detail kejadian dan pesan sponsor dari teman gue, yang hampir saja berada dalam posisi teman dari temannya korban, bisa diliat langsung di sini

        Sekali lagi, selalu berhati-hati dan ekstra waspada! Ingat selalu pesan Bang Napi, "Kejahatan tidak hanya timbul karna adanya niat, tapi juga karna adanya kesempatan!"

        Semoga semua mahluk terbebas dari segala bentuk penderitaan
        Semoga semua mahluk hidup berbahagia


        -Ling-

        Modus: Kartu Nama

        Dapat forwardan dari teman tentang modus kejahatan baru (gue baru tau maksudnya) dan merasa perlu untuk berbagi.
        Seorang pria menghampiri seorang wanita yang sedang mengisi bensin dan menawarkan jasanya sebagai pengecat serta memberikan kartu namanya. Wanita itu menolaknya namun menerima kartu nama tersebut karena sopan santun. Pria tersebut kemudian masuk ke sebuah mobil yang dikemudikan pria lain. Pada saat wanita itu meninggalkan Pompa Bensin, dia melihat bahwa pria tersebut juga meninggalkan pompa bensin tersebut pada saat yang bersamaan.

        Hampir seketika, wanita tersebut merasa pusing dan kesulitan untuk bernapas. Dia mencoba untuk membuka jendela mobil dan kemudian menyadari bahwa bau tersebut berasal dari tangannya. Tangan yang sama dengan tangan yang ia gunakan pada saat menerima kartu nama dari pria di Pom Bensin tersebut.

        Wanita tersebut menyadari bahwa pria di pom bensin tersebut berada tepat dibelakang mobilnya dan ia merasa harus melakukan sesuatu pada saat itu juga. Wanita itu kemudian menepi ke jalan masuk rumah yang pertama ia temui dan memencet klakson mobilnya berulang-ulang untuk meminta tolong. Laki-laki yang membuntuti wanita tersebut kemudian melarikan diri tapi wanita tersebut masih merasa sangat pusing setelah beberapa menit sampai akhirnya dia dapat bernapas dengan normal.

        Sepertinya ada sesuatu yang terdapat pada kartu nama tersebut yang dapat menyakitinya. Obat ini disebut dengan "Burun Danga" dan ini digunakan oleh orang yang ingin melumpuhkan korbannya untuk mencuri dari korban tersebut atau memanfaatkannya. Obat ini empat kali lipat lebih ampuh dari date rape drug (sorry ga ketemu terjemahan yang pas) dan dapat ditransfer kepada korban dengan sebuah kartu yang sederhana.

        Jadi harap untuk memperhatikan hal ini dan jangan menerima kartu pada saat anda sendiri atau di jalanan. Ini juga berlaku untuk orang yang tak dikenal yang datang ke rumah anda dan memberikan kartu nama pada saat menawarkan jasa mereka. Mohon kirim e-mail ini untuk memperingati semua wanita, atau bahkan pria yang anda kenal
        Mari kita belajar dari pengalaman orang lain. Terimakasih untuk yang udah berbagi cerita sehingga (diharapkan) dapat meningkatkan kewaspadaan seiring dengan bertambahnya informasi yang didapat.


        -Ling-

        Modus Kejahatan Taxi!!

        Dear All,

        Kali ini g cuma mau sharing pengalamam yang dialami oleh temennya temen baik g. Walo ga kenal secara langsung sama yang ngalamin pengalaman pahit ini, tapi g berani jamin bahwa ini adalah kejadian real yang menimpa salah satu perempuan diluar sana! Ceritanya pun fresh dan bener-bener baru terjadi, Minggu 14 Jun 2009 kemaren! PLEASE BECAREFUL! Hati-hati dalam memilih kendaraan umum!

        G copas langsung email yang g terima:

        Kemarin tanggal 14 06 2009 Ini karena Saya telah lelah, stelah jalan-jalan dari Mall Artha Gading sekitar jam 21:00… saya tidak memperhatikan jam berapa…lalu saya asal masuk sembarang taxi. Ternyata taxi yg saya naiki berwarna putih dan tertulis Dian Taxi group…tulisannya pun sudah samar2. saya piker karena sudah malam jadi tidak begitu jelas tulisannya. saya tidak menyadari Taxi tersebut tidak ada no. dinas sama sekali. Karena sopir Taxi membukakan pintunya untuk saya.

        Dari Artha Gading sopir taxi berhenti di sekitar Sport Mall Gading kemudian saya bertanya kenapa berhenti. Ternyata disana Sudah ada 2 temannya yg menunggu. Saya menjadi sasaran empuk mereka.jangan pernah lupa akan no. pin ATM kalian. Karena saya lupa akan no. Pin tersebut saya dipukuli di dalam Taxi oleh kawanan perampok tersebut. Saya berusaha melawan dan mencoba u/ kabur dari mereka. Ternyata mobil Taxi tersebut sudah di buat pintu tidak bisa di buka dari dalam…. Mereka merancang mobil tersebut untuk merampok. Itu yang di katakana kepada saya. Mereka mengancam saya akan membunuh saya. Saya Hampir di perkosa…tapi tidak jadi lantaran saya mencekik leher saya sendiri. Saya berpikir dari pada saya di perkosa mereka lebih baik saya mati. Sopir taxi ini membawa saya keliling Pegangsaan sampai dekat daerah Semper.lalu masuk ke daerah belakang Mall Gading. Lalu ke daerah tujuan Bekasi. Kemudian kea rah RawaMangun kemudian saya di minta untuk turun dari Taxi dan berjalan menuju gang yg sepi. Mereka meninggalkan uang 100ribu untuk saya pulang naik Taxi. Semua barang2 saya diambil. Pada saat saya berjalan menuju gang tersebut kemudian ada Pak Polisi yang melintas lalu melihat saya menangis Pak Polisi tersebut bertanya kepada saya apa yang terjadi kepada saya. Lalu saya ceritakan kornologis yg terjadi kepada saya sambil menangis. Pak Polisi ini mengantar saya pulang.

        Saya mengambil Hikmah dari segala kejadian ini. Dan segera menulisnya di media electronik agar dpt langsung memperingati teman2 smua. Jangan sampai ini terjadi lagi! Cukup saya dan korban2 yang sebelumnya. Mohon Teman2 yang menyayangi Teman2 wanitanya, Ibu Kalian , Kakak Perempuan , Ato jika kalian para Wanita Tolong dengan sangat Hati2. Jangan sendirian… Saya hanya ingin Kalian berhati-hati untuk keluar rumah jika sendiri. Saya tidak dapat mengenali wajah mereka lantaran mereka menggunakan Topi dan didalam Taxi sangat gelap. Dan tidak membiarkan saya melihat wajah mereka. Pada saat saya berusaha untuk melihat wajah mereka, saya langsung di tampar.

        Didalam Hp dan Dompet ada foto2 saya dengan teman2 saya mohon maaf atas foto2 tersebut.

        yulia

        Thanks buat Yulia yang udah sharing pengalaman mengerikan yang dialami, sehingga kita bisa tahu bahwa ada modus seperti itu dan bisa lebih berhati-hati ketika bepergian.

        Sekali lagi g mau bilang, buat yang sering naik taksi atau kendaraan umum lainnya, tolong yah.. EKSTRA HATI-HATI..



        -Ling-

        Para Penipu!

        Baru beberapa menit yang lalu ada temen kantor yang menerima telpon. Semalam g terima sms-nya. Beberapa hari yang lalu, teman kantor yang sama terima telpon juga (sayang waktu itu g lagi ga masuk dan ga bisa menyaksikan secara langsung). Beberapa minggu yang lalu, baca di milis alumni. Ga lama sebelumnya secara ga sengaja g baca di notes temen di salah satu situs jejaring sosial. Jauh sebelumnya pun, udah pernah denger. Kirain udah ga ada lagi. Kirain udah ga jaman. Ternyata... Makin hari makin marak. Makin hari makin lihai aja modus operandinya! Dasar Penipu!!

        Walo udah sering denger orang bilang untuk berhati-hati terhadap berbagai jenis penipuan, jangan pernah lengah! Karena, orang juga bilang klo kejahatan terjadi itu karena ada "kesempatan". Jadi, selalu berhati-hati, waspada dan jangan pernah lengah.

        Berikut beberapa modus yang pernah g tau/denger:
        • Menang undian/poin reward, lalu minta ditransfer pajak hadiah
        • Ada anggota keluarga yang mengalami kecelakaan dan minta segera mentransfer sejumlah uang kerekening tertentu untuk biaya operasi
        • Mengaku sudah mentransferkan sejumlah uang panjer/dp atas pembelian barang tertentu (sasarannya adalah mereka yang memasang iklan untuk jual mobil/motor). Lalu minta ke atm untuk cek langsung k sana. Arahnya adalah meminta mengaktifkan mobile banking dengan menggunakan no hp si pelaku.
        • Pura-pura akan memberikan voucher tertentu atas pencapaian poin kartu kredit, lalu meminta informasi no kartu kredit dan detail lainnya
        • Memaksakan membership kartu keanggotaan tertentu dengan langsung mengirimkannya setelah menghubungi melalui ponsel. Pada saat pengiriman kartu, akan diminta untuk menandatangani struk pembayaran
        Amit-amit seh, tapi kalo sampe ada nomor-nomor asing yang menghubungi. Tanyakan dengan detail, pancing dengan pertanyaan konfirmasi, crosscheck, crosscheck dan crosscheck!

        Tulisan ini hanya reminder dari sekian banyak reminder yang mungkin pernah didengar..
        Be remind, be aware.


        -Ling-