My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Gangguan Jaringan


Masalah gangguan jaringan seringkali dihadapi oleh para pengguna ponsel. Entah itu signal lemah atau ga dapat signal yang kemudian menyebabkan pengguna tidak bisa menghubungi atau pun dihubungi. Paling keki kalo udah bayar biaya berlangganan tapi ga bisa memanfaatkan. Apalagi kalo yang hitungannya per hari. Kerugian materil pelanggan..

Gangguan lain yang juga dikarenakan oleh jaringan adalah "nada sibuk". Meski nomor yang dituju sedang tidak digunakan, tapi ketika dihubungi mendapat jawaban "nomor yang Anda tuju sedang sibuk. Silahkan hubungi beberapa saat lagi". 

Menyebalkan. Salah-salah malah bisa menyebabkan keretakan hubungan karena kesalahpahaman "nada sibuk". Ga berlebihan, coba bayangkan. Si A tidak bisa menghubungi pasangannya karena meski sudah berkali-kali coba tapi mendapat balasan "nada sibuk". Ketika ditanyakan pada si B, pasangannya, "ponsel seharian ga ada yang menghubungi".

Fakta si A tidak cocok dengan fakta si B. Tentu masing-masing akan keukeh dengan pendirian masing-masing. Keretakan hubungan tentu bukan tak mungkin terjadi jika demikian. Kerugian moril pelanggan.

Gangguan jaringan jenis baru saya alami beberapa waktu lalu. Kalo ga mengalami sendiri pun tak percaya rasanya. Ponsel berdering. Signal penuh. Begitu diangkat, suara yang menelpon tidak bisa terdengar. Begitu loud speaker diaktifkan, suara masuk. Coba beberapa kali, tetap sama.

Copot batere dan mendiamkannya beberapa waktu sudah dilakukan. Begitu dipasang dan coba menelpon, tetap saja sama. Menggantinya dengan kartu lain pun demikian, ga ada perubahan. Udah begini, wajar rasanya jika mengira headset ponsel rusak. Kalo dibawa ke tempat servis, pastinya uang melayang *garansi udah abis

Ternyata yah! Obatnya hanya perlu didiamkan saja. Alias, menunggu dibenarkan dari sananya oleh operator. Karena, "ajaibnya" kalo ditelpon dari nomor Flexi, suara lawan bicara bisa terdengar jelas. Jadi kami menyimpulkan bahwa ini hanya gangguan jaringan semata. Dan, benar saja. Setelah beberapa waktu yang cukup lama. Semua kembali normal.

Seandainya tak melakukan berbagai test (copot batere, ganti sim card dan telpon ke berbagai provider),  dan akhirnya menelpon menggunakan Flexi tidak bermasalah, tak menutup kemungkinan ponsel di servis atau bahkan ditukar tambah. Komunikasi terganggu, kocek pun terganggu. Kalo udah begini, apalagi kalo bukan kerugian moril dan materil pelanggan.


Pelanggan oh pelanggan, nasib mu..


-Ling-

Pembayaran Online

Berbelanja online memang menyenangkan. Tak perlu beranjak dari depan komputer, barang pun tiba di depan mata. Apalagi sekarang, semakin banyak pilihan. Saya sendiri punya beberapa pengalaman berbelanja online. Dari baju sampai makanan.

Pembayarannya, ada beberapa cara. Untuk produk tertentu bisa dilakukan ketika barang diterima, istilahnya, Cash on Delivery atau COD. Pilihan yang satu ini bisa dibilang sama-sama tenang, tapi ga bisa berlaku untuk semua jenis produk. Kendala muncul ketika si Penjual tidak mengirimkan sendiri barang dagangannya. Nah, gimana caranya mau COD kalo begitu?

Mau tak mau, pembeli harus menaruh kepercayaan kepada penjual. Mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang ditunjuk, kemudian barang dikirim ke alamat yang disepakati. Transfer antar bank menjadi solusi satu-satunya. Beberapa toko online besar mungkin menyediakan opsi pembayaran menggunakan kartu kredit, tapi apa bisa dipercaya keamanannya? Pertanyaan lagi. Sedangkan voucher belanja tak tersedia di kebanyakan online shop. 

Buat yang memilih cara transfer bank, hati-hati. Pastikan tempat belanjanya adalah yang benar-benar mau dagang. Jangan sampai terjebak oleh oknum yang nyari kesempatan dan mau nipu. Selain itu, sampai sekarang, modus SMS nyasar masih nyari mangsa. Teliti dan teliti sebelum membayar.

Buat yang pake kartu kredit, bisa lebih sumringah. Sekarang untuk pembayaran online dengan Mega Visa ada sistem verifikasi baru. Ada tambahan tahap dimana pemilik kartu kredit diminta untuk memasukan kode rahasia ke dalam kolom yang disediakan. Kode rahasia sendiri dikirimkan melalui SMS flash *SMS yang tidak bisa disimpan ke nomor ponsel yang terdaftar di data bank penerbit.

Dengan pengamanan berlapis dan multi device setidaknya bisa meningkatkan kepercayaan untuk  melakukan pembayaran online dengan kartu kredit. Yah, meski harus tetap berhati-hati dan jeli, Bagaimana pun tetap masih banyak oknum yang siap bertindak ketika kita lengah.


-Ling-

Jawaban Keluhan Nasabah BCA

Kaget juga waktu terima surat dari BCA dengan amplop coklat. Biasanya, surat dari BCA yang sampai itu dengan amplop warna dasar putih. Itu lho, yang isinya tagihan. Huehehe..

Eh, yang tertera nama si Kamu, jadi lebih bertanya-tanya. Harap-harap cemas sebelumnya terasa bodoh ketika membaca "Perihal: Jawaban Keluhan Nasabah (Request ID 16654***)" doeng! Rupanya laporan hasil tindak lanjut komplen soal pembelian pulsa pertengahan bulan lalu.
-Jawaban Keluhan Nasabah BCA-

Ingat isi pulsa jadi sebel. Sepertinya sistem BCA belum cukup genah untuk menjalankan bisnis yang satu ini, khususnya yang masih menggunakan sistem kode voucher. Beberapa kali nyoba selalu berakhir dengan "ngobrol seru" bersama petugas CS mereka. Ga cuma isi pulsa ponsel, token PLN juga begitu. Kalo yang sistem top up masih boleh lha, sampai saat ini aman terkendali.

Penanganan komplen memang tidak memakan waktu lama sampai masalah terselesaikan, tapi proses menelpon ke CS-nya itu yang cukup memakan biaya. Pulsa Flexi Si Kamu terpotong sekitar Rp. 5000,- untuk 1x telpon. Biaya tambahan 10%. Niat awal mau dapatin bonus isi pulsa dapat extra 10%, yang ada tekor. Memang sebaiknya isi pulsa di Alfa atau Indomaret aja. Langsung terisi, bonus jelas pula.

Semoga segera dilakukan perbaikan agar tidak merugikan masyarakat yang berniat memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan. Cost juga kan buat BCA, harus menyurati satu per satu nasabah yang komplen karena proses pembelian tidak berjalan lancar.


-Ling-

Cicilan 0%

Fasilitas cicilan 0% dengan kartu kredit tertentu yang ditawarkan beberapa toko elektronik di Mall sungguh menggoda. Meski ada selisih jika membeli langsung di Roxy, 0% tetap menjadi pilihan.

Dua bulan lalu, saya melakukan pembelian gadget di Oke Shop Emporium Pluit. Daripada membayar cash yang toh harganya sama aja, mending memanfaatkan cicilan 0% yang ditawarkan kartu kredit. Pada saat akan melakukan pembayaran sempat mencoba sampai dua kartu. Kartu pertama gagal. "Ga konek", kata si Mas yang melayani. Ga tanya-tanya lagi, kartu pun diganti. Sukses.

Hampir satu bulan kemudian, transaksi pertama yang dibilang gagal itu muncul di tagihan. Grrr.. Sebel bener kan ngeliatnya. Langsung deh menghubungi CS si kartu kredit dan melaporkan perkara yang katanya gagal transaksi namun tetap tertagih ini.

Pihak kartu menyarankan untuk menghubungi pihak toko dan meminta mereka yang mengajukan pembatalan transaksi, karena kalo dari pihak kartu yang urus akan memakan waktu lebih lama. Grrr versi 2.0. Gagal menemukan nomor telpon toko, omelan pun harus ditahan. Baru keesokan harinya, dengan bekal struk pembayaran dan tagihan saya kembali mendatangi toko.

Sampai di sana, saya bertemu dengan pegawai perempuan yang kebetulan baru muncul dari dalam ruangan. Selesai mendengar komplen, ia memanggil (sepertinya) atasannya. Kali ini Si Mas yang melayani cukup sigap. Seperti sudah terlatih karena kasus serupa sering terjadi.

Proses "komplen" ini tak berlangsung lama. Saya meninggalkan toko dengan mengantongi nama, nomor telpon toko dan juga nomor ponsel pribadi si Mas yang melayani. Untuk dihubungi jika masih ada yang mau ditanyakan, kata si Mas.

Satu bulan berlalu. Dan, tagihan sudah sepenuhnya dikoreksi. Ternyata, tak selamanya koreksi tagihan terbengkalai dan berlarut-larut. Good job Oke Shop. Good job BII Card


-Ling-

Terkonfirmasi


-Pemesanan Terkonfirmasi-

Kebawa suasana dan keinginan untuk liburan, saya pun menjadi korban Airasia Big Sale. Begitu lihat pas di tanggal long weekend ada harga yang cocok, langsung continue dan continue. Lumayan, liburan tanpa menggunakan jatah cuti ^^

Selanjutnya, hunting penginapan dan cari info tempat wisata menarik yang cocok untuk kunjungan 2,5 hari.

Buat yang pengen liburan, buka kalender! Masa pemesanan tiket masih berlanjut sampai 1 April 2012.


-Ling-

Syukur

Jalan hidup tiap orang selalu unik dan berbeda satu sama lain. Duka-bahagia, sukses-gagal, kaya-miskin, sehat-sakit, takarannya berbeda untuk tiap kita. Tak ada yang bisa menebak bagaimana alur cerita kehidupannya dengan pasti. Apalagi menerka cerita orang lain.

Kadang merasa tidak puas dengan kondisi diri saat ini. Kerjaan tak selalu mulus, serta masalah yang tak pernah putus. Hilang kata "bersyukur" dari hati. Hanya keluh-kesah yang tak henti terucap. Apalagi ketika terlalu sering menengadah ke atas.

Saat mendengar alurnya yang demikian. Rasanya terlalu jika masih tak mencari "syukur". Pada tiap fase kehidupan, punyanya tak pernah unggul. Tapi, semangatnya tak pernah kendur. Apalagi berpikir untuk mundur.

Dengan segala keterbatasannya ia berjuang. Kepentingan diri nomor dua, keluarga yang pertama. Begini begitu kata mereka. Namun yang ku rasa berbeda. Semoga diakhir cerita dirinya, semua kan berakhir bahagia.

Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk hidup berbahagia


-Ling-

Dokcilo: Singapore Day 2

Dokcilo visit Singapore Day 2 routes.

Tujuan pertama dan utama perjalanan kali ini adalah dalam rangka urusan dinas, maka aktivitas pertama adalah ngantor. Dan, begini lah gaya Dokcilo lagi (belaga) ngantor.
-Dokcilo: At Office-
Walo dalam rangka kerja, tapi uda sampe kalo ga jalan-jalan rugi bandar dong. Pagi sampe sore di kantor, malam hari, saatnya jalan-jalan ^^

Tujuan malam ini seharunya ke Merlion Park dulu, biar Cilo ga ngiri sama Cile. Tapi karena jarak MRT terdekat semuanya jauh, si Kamu malas jalan. Jadinya langsung menuju kawasan China Town yang mana keluar MRT udah penuh keramaian.
-Dokcilo: Pagoda Road, China Town-
Ingat jalan, tak boleh lupa makan :D
-Dokcilo: Smith Road, China Town-
Rute selanjutnya, Clarke Quay, terpaksa dibatalkan mengingat besok masih harus ngantor. Hemm.. Besok malam Dokcilo bakal diajak kemana yah? Can't wait! Can't wait!


-Ling-

Dokcilo: Changi Aiport

Dokcilo's first pose at Singapore, Changi Airport. Oops! Ada penampakan jari siapa tuh :P

Rasanya 1 - 0 untuk Cile dalam hal penampakan pertama. Background latarnya lebih keren dan OK. Ga pake jari pula. Hehehehe.. Penampakan pertama Cile, klik sini.


-Ling-

Dokcilo: Prolog

Masih ingat postingan gue tentang Dokcile yang berpetualang ke Singapore Desember lalu? Yang ini lho.. Dokcile: Singapore D-1, Dokcile: Singapore D-3, Dokcile: On Board, dan Dokcile: Very Late Dinner. *Sebenarnya masih banyak petualangan lain Cile yang bisa ditulis. Andai saja gue ga malas :P

Masih berhubungan, tapi kali ini gue bukan mau ngetik mengenai petualangan Cile yang lainnya *mungkin lain kali ^^ Bintang kali ini adalah Dokcilo!

Di postingan sebelumnya gue sempat bahas soal si Kamu yang akan berangkat dinas. Nah, biar adil, si Kamu akan mengajak Cilo! Yah, meski ga janji akan banyak petualangan seru seperti yang dialami oleh Cile, setidaknya perjalanan kali ini bisa memberikan pengalaman seru bagi Cilo.

Ini adalah perjalan pertama si Kamu keluar negeri. Dan, gue pun ikut deg-deg-an. Si Kamu akan berangkat sendiri! Meski bukan anak kecil, tapi ini adalah pengalaman pertama. Sendiri pula. Semoga dengan adanya Cilo, jadi lebih baik ^^

Rupanya Cilo cukup excited dengan perjalanannya yang juga pertama. Tau-tau uda standby dia dalam posisinya. Ckckckck
-Dokcilo: Ga Mau Ketinggalan. Tampak Samping & Tampak Atas-

Kita tunggu cerita selanjutnya dari Cilo :D


-Ling-

Valentine's Ku

Valentine's Day ngapain?
Dapat hadiah apa?

Perempuan lain mungkin punya banyak cerita manis nan romantis tentang ini semua. Cerita gue rasanya jauh dari kata manis dan romantis meski tetap ada sajian manis-manis :P

13 Feb.
Hari Senin, si Kamu ga masuk kerja karena ga enak badan. Seharian tidur dan istirahat. Nyari tukang urut, baru nongol jam 7 malam. Sekitar jam 8, pop up keinginan untuk makan yang manis-manis.

Karena si Kamu masi di urut, akhirnya sama si Dede berangkat ke Harvest, yang lagi penuh banget. Setengah jam kemudian, sukses bawa keluar 8 potong cakes untuk dinikmati :D

14 Feb.
Si Kamu uda enakan dan bisa berangkat ke kantor. Gue sendiri berangkat ke Bogor nyari roti Unyil yang belum kesampean. Alasan utama keberangkatan nemenin ii yang lagi main ke Jakarta.

Sampai di Bogor, makan, keliling-keliling di Kebun Raya Bogor, nyari asinan, mampir di Kedai Surabi trus pulang. Sampai rumah jam 9an. Si Kamu uda di rumah, nunggu sogokan asinan dan roti unyil yang tinggal dikit :P

15 Feb.
Gue, si Dede dan si Ndut berangkat ke Gading. Judul utama, ganti rugi yang mana seharusnya gue ke Gading pas tanggal 14 untuk Valentine-an dengan cupcakes.

Cupcakes ga cupcakes, sampai di sana malah seharian mainan ama Brent yang udah mulai belajar jalan. Cape juga mainan ama anak umur setahun. Kaga ada capenya! Ckckck

Demikian cerita 3 hari Valentine's Day gue yang dilengkapi dengan yang manis-manis.
Gimana cerita mu? ^^

Happy belated Valentine's Day!!


-Ling-

Gpp, Uda Biasa

Cerita hari ini..

Beberapa hari lalu, masih dalam minggu ini, si Kamu cerita kalo temannya mau minta tolong untuk acara lamaran dia hari Minggu ini. Kebetulan nyokap pergi dan baru balik Senin, jadinya kemungkinan besar si Lucky akan nganggur. Meski terasa masih ada yang mengganjal, permintaan untuk jadi supir pun disanggupi.
Benar saja keraguan itu. Dua hari lalu, gue dapat info dari sepupu, adiknya juga akan lamaran hari Minggu. Nah, bingung lah kami. Sepupu satu ini termasuk yang dekat dan sering bareng, ga mungkin juga ga datang. Jarak tempuh ke lokasi pun ga dekat, rasanya nyerah duluan kalo harus ke sana naik motor.

Setelah menimbang-nimbang, kami putuskan untuk mengabarkan ke temannya si Kamu, "sorry banget kayanya ga bisa bantu-bantu di acara lamaran. kemaren ini dikabarin ada acara lamaran sepupu. Udah gitu nyokap lagi ga ada, jadi harus mewakili".

Sebelum memutuskan untuk mengirim pesan tersebut, kami udah memikirkan berbagai alternatif lainnya serta rencana cadangan untuk bantu si teman yang udah buka suara ini. Salah satunya adalah menyarankan untuk menghubungi teman lain yang kemungkinan bisa menggantikan si Kamu.

Alhasil, shock dan sebel juga mendapatkan balasan yang tak terduga berikut "gpp. udah biasa". What the heck! Apa maksudnya ngomong kaya gitu? Memang kita salah, udah mengiyakan kemudian ingkar. Tapi bukannya ga ada alasan kuat dibaliknya. Kog jadinya seperti we are the super jerk! Huhh.. Jadi malas banget untuk meneruskan pembicaraan lebih lanjut.

Perasaan terakhir itu dia yang berlaku menyebalkan deh. Mau nanya soal info supplier yang kebetulan dia tau aja ga dikasih. Malah disuruh pesan lewat dia aja. Oh Em Ji.. Oh yah, bidang usahanya beda lho. Yang ditanya itu adalah supplier yang kebetulan dia tau. Sama sekali bukan bidang usaha utama yang dia jalani atau pun usaha sampingan yang sedang dia rintis. Teman banget kan? Hahahaha...

Semoga semua makhluk hidup berbahagia


-Ling-

Flipflop and Casino

Flipflops are not allowed at Marina Bay Sands Casino. But, if you walk in confidently, show your passport to the officer, (hopefully) you can pass. Just try! Who knows its your lucky day ;)

I made it ^^ And, it was fun in there. Those modern gambling machines look so cool. And.. Very tempting to try! Hehehe.

Oh, an interesting thing happen while we were in the Casino. An aunty failed to experience winning her prime prize on the "Lucky Wheel". The Casino's supervisor canceled the game because "the pointer not pointing straight enough", he said. Weks! Sounds unfair for me.


-Ling-

Dokcile: Very Late Dinner

Sudah lewat tengah malam, atau bisa dibilang sudah dini hari berikutnya, ketika memutuskan untuk meninggalkan Mustafa Centre yang terletak tak jauh dari kawasan Little India.

Dalam rangka ga mau rugi naik taksi melewati daerah macet, kami memutuskan untuk berjalan kaki sampai melewati area 'jalan satu arah' yang arahnya berlawanan dengan tujuan kami.

Di perjalanan, ada yang nyeletuk belum mencicipi makanan India. Alhasil, berhenti lah kami di salah satu restoran di sepanjang jalan Serangoon. Kalo ga salah, restoran ke-3 dari mulai jalan. Lupa nama restorannya.

Atas saran pegawainya, kami berakhir dengan pesanan, 1 curry butter, 2 roti naan, dan ayam goreng (lupa namanya), untuk bertiga. Tujuan awal memang hanya untuk mencicipi, jadi yang dipesan tidak banyak.

Rupanya, harga yang tercantum sesuai dengan rasa masakan yang disajikan! Tak heran 1 porsi dibandrol SGD 12.5. Enak! Enak! Enak! Rasanya tidak terlalu medok seperti kebanyakan makanan India. Semua serba pas di lidah.

Dua porsi Naan tidak cukup untuk menemani kari-nya yang enak. Sayang kalo ga habis, ga mungkin juga makan kari tanpa roti atau nasi, Nasi Briyani pun menjadi last order dari kami.

Kalo ada yang akan mengunjungi Singapore dan berencana ke kawasan Little India, boleh dicari restoran yang satu ini. Di depan, ada patung besar dua orang dengan pakaian koki lengkap dengan topi putihnya sedang memasak.


-Ling-

8/30: The Last Item I Purchased

Choco-Mix Star-Sandal, SGD 6.90. Bought it at Cheers by Fair Price last night.

Hemm, come from "Fair Price", but still not fair enough compare to similar choco sandal by Zandilac I got at Indomaret. Bought that Zandilac last Saturday, on my way to Gunung Salak, Sukabumi, and it cost me not more than IDR 23K, which equal to SGD 3.3.

If not because of my pinkie already pain so bad and almost turn into big-head alien! Huhh..

Lesson learned. Don't ever dare to forget to pack your sandal!


30 Days things-to-do list:
Day 01: A self portrait. Checked
Day 02: Three inspirational quotes. Checked
Day 03: Something I never leave the house without. Checked
Day 04: A friend I adore. Checked
Day 05: Three years ago today. Checked
Day 06: A book I'm reading. Checked
Day 07: A song for the day. Checked
Day 08: The last item I purchased. Checked
Day 09: A close-up of my day
Day 10: What I love about my job
Day 11: Something I've been craving
Day 12: Three blogs I can't get enough of
Day 13: Something I'm proud of
Day 14: A favorite movie
Day 15: Some style inspiration for the season
Day 16: Someone who inspires me
Day 17: My family
Day 18: What I wore today
Day 19: A silly self-portrait
Day 20: A childhood anecdote
Day 21: Something I could never tire of
Day 22: Some place I've traveled
Day 23: Eight things you didn't know about me
Day 24: Something that means a lot to me
Day 25: The contents of my purse
Day 26: Something I'm looking forward to
Day 27: Myself, one year ago
Day 28: A skill I'd like to learn
Day 29: Some place I'd like to visit
Day 30: Three wonderful things that happened this month

Feel free to join.. :D


-Ling-

Paspor: Bikin Sendiri

Buat teman-teman, saudara-saudari, seluruh masyarakat Indonesia. Kalo saat ini lagi cari-cari biro jasa untuk bikin atau perpajang paspor yang uda habis masa berlaku, stop! Jangan dilanjutkan.

Ga perlu kuras kocek lebih dalam hanya untuk membayar jasa pengurusan paspor. Mending urus sendiri aja. Prosesnya jauh dari kata ribet. Alur juga uda jelas, meski ketika akan melakukan bakalan celingak-celinguk dan nanya kiri-kanan. Tapi, pasti bisa dan tidak akan dipersulit selama apa yang diminta udah dilengkapi.

Harga yang dipatok biro jasa lumayan lho. Dengan rupiah yang sama, kalo ngurus sendiri bisa "Buy one get two!" Nah, selisihnya bisa dialokasikan untuk hal-hal lain yang lebih berguna ketimbang menyuburkan bisnis pihak tertentu yang tak jarang pada pelaksanaannya merugikan masyarakat (baca: nyela-nyela nomor antrian).

Ehem, ceritanya penulis abis ngurus perpanjangan paspor sendiri *bangga Ini merupakan pengalaman pertama. Paspor yang sebelumnya diperoleh dengan bantuan biro jasa *malu! Pembelaan diri, waktu itu prosesnya masih belum seperti sekarang dan kebutuhan akan paspor uda sangat mendesak. Mendadak mendapat tugas tambahan menjadi guide acara keluarga *nyengir 

 Sebelum berangkat ke kantor imigrasi untuk pertama kalinya, penulis membekali diri dengan pengalaman-pengalaman dari blogger lain yang uda l ebih dulu mengurus sendiri pembuatan atau perpanjangan paspor-nya. Yah, meski ga semua tips yang dikasi tau dijalankan :P

Kunjungan pertama, datang dengan bermodalkan fotokopi dokumen serta dokumen asli yang diminta. Ngambil formulir dan beli map kuning + sampul paspor.

Karena ada perbedaan data KTP, jadi berasa ribet dengan pengisian formulir pengajuan. Rencana pun diubah. Apalagi ketika mendapat informasi, dari petugas yang memberikan nomor antrian, tentang pengajuan melalui internet. Langsung yakin mau berubah haluan.

Dari pada memaksakan diri mengisi formulir dan menyerahkannya hari itu juga lalu kembali lagi sesuai jadwal yang diberikan untuk foto dan interview, kemudahan "1x datang" yang ditawarkan oleh metode online tentu lebih menggiurkan. Apalagi nomor antrian juga berbeda.

Kunjungan kedua, sangat menyenangkan. Tiba di kantor Imigrasi Jakarta Barat jam 10an. Menyerahkan dokumen kepada petugas untuk mendapatkan nomor antrian. Di sini dilakukan pengecekan awal dokumen, yang lebih pada format kertas. Catatan: semua fotokopi menggunakan kertas A4. Termasuk KTP. 

Dengan bermodalkan antrian khusus pemohon yang sudah melakukan pra permohonan melalui website imigrasi.go.id, nomor 12, penulis menuju loket 1 yang juga merupakan loket khusus untuk pengajuan melalui internet. Loket 1 terletak di sebelah kanan pintu masuk.

Loket 1 tidak memiliki papan nomor seperti pada dua loket disebelahnya. Jadi, harus memperhatikan petugasnya. Jangan sampai dipanggil tapi tidak kedengaran. Loket ini cenderung lebih sepi. Ketika tiba, yang sedang diproses adalah nomor antrian 11.

Setelah selesai di loket 1. Berkas kemudian akan diteruskan ke loket 5 oleh petugas. Pemohon hanya perlu duduk manis menunggu nama dipanggil oleh petugas loket 5 untuk mendapatkan nomor antrian baru menuju kasir. Kemaren itu dapat nomor 037 A.

Kalo uda dapat nomor antrian untuk membayar, langsung aja menuju area kasir yang terletak di sisi kiri pintu masuk.

Di depan loket kasir untuk paspor perorangan tertempel tulisan "Silahkan tunggu. Nanti dipanggil". Siapin Rp 255.000 dan kuping untuk mendengarkan nomor antrian dipanggil. Jurus kecil agar nomor antrian berjalan lebih cepat, se(ring)-sekali ngintipin aja loket kasirnya. Kalo diliatinkan yang mau nyelip-nyelip juga jadi lebih beradab :P

Kalo uda bayar, nanti dikasih Tanda Terima Permohonan dan Tanda Terima Pembayaran. Bawa kedua lembar kertas putih tersebut keruang foto kemudian nunggu dipanggil untuk wawancara.

Dari ruang wawancara, Tanda Terima Pembayaran akan dicap dengan tanggal pengambilan paspor. Proses pun selesai. Tinggal balik lagi pada hari yang dijadwalkan.

Kemaren itu mengajukan permohonan untuk tiga orang. Tapi cuma punya sendiri doang yang dokumennya lengkap dan bisa langsung diproses. Jadinya gagal pulang sebelum jam 12. Yang dua lagi kembali diproses sekitar 11.30, terpotong istirahat siang, dan beres sekitar 14.00. Kalo dokumen sudah lengkap, seluruh proses menghabiskan waktu tak lebih dari 2 jam *ambil nomor jam 10an

Paspor gue dijadwalkan selesai pada tanggal 14 Desember, 14.00 WIB. Kalo hari itu berhalangan hadir, bisa juga datang lagi keesokan harinya selama jam kantor.

Banyak yang memberikan tips untuk datang pagi, bahkan sebelum loket buka. Dari pengalaman kemaren, ga perlu datang sampe sepagi itu juga. Yang penting usahakan untuk tidak datang setelah jam makan siang. Sepertinya sepak terjang biro jasa lebih gencar pada paruh kedua. Dan, jangan datang dengan kemeja putih. Nanti dikira mau mengajukan paspor TKI ^^

Ngurus paspor sendiri:
Lama proses pengajuan, 10.00 - 11.30 = 1,5 jam
Biaya, Rp 255.000 + Rp 7000 = Rp 262.000
Selesai dalam 14 - 8 - 2 = 4 hari kerja
Bolak-balik, 1x pengajuan + 1x ambil = 2x
Hemat, Rp 500.000 *asumsi harga diurus oleh birojasa - Rp 262.000 = Rp 238.000


-Ling-

Tight yet Happy!

1 Mei 2011 merupakan hari dengan jadwal yang padat. Aktivitas dimulai jam 8 pagi dan baru berakhir pada tengah malam.

Serangkaian acara, dari yang memang sudah dijadwalkan, rencana dadakan sampai yang acara tundaan mengisi jam demi jam hari pertama gue di bulan Mei ini.

Kegiatan yang dijalani pun mengisi beragam aspek kehidupan. Keluarga, pekerjaan, sahabat, bahkan Kamu pun mendapat jatah khusus. Kalo dipikir ulang, benar-benar such an unexpected tight yet happy day! :D

Hemm.. Big hope that, with this great day as an opening of May 2011, sign us a great month awaiting..

-Ling-

Sendirian!

Jakarta (31/3) - Hari pertama nyetir bolak-balik SENDIRIAN! Wuihh.. Gayanya udah mantep bener dah! *meski masih pake mati mesin dan deg-deg-an kalo di tanjakan :(

Ga tanggung-tanggun! Rute-nya pun "mana tahan!"
  1. Dari rumah sebelum berangkat ke Menara Mulia, mampir isi bensin dulu.
  2. Jalan kaki dari Menara Mulia ke kantor Pajak Pusat
  3. Menara Mulia tancap gas lewat Jl Akri. Rencana awal seh pulang, tapi kemudian mampir bentar di Gravira
  4. Dari Gravira (sekali lagi), rencana awal menuju Jl Bakti, tapi, malah melaju ke Terminal 1C Bandara Soetta.
  5. Bandara - Jl Bakti. Kali ini udah ada temannya. Yaitu para ibu-ibu yang mendarat dari Pontianak.
  6. Jl Bakti - Jemb Besi - Jl Bakti. Nganterin ii pulang.

Untuk perjalanan hari ini, gue menilai diri sendiri dengan 8/11. Minus 3 point karena masih mati mesin dan masih beberapa kali tersendat ketika pindah gigi. Sisanya uda ga masalah.. ^^

Parkir. Masih perlu latihan agar lebih efisian dalam hal waktu. Sisanya, ga masyalah.. Apalagi untuk urusan nyelip dan motong ckckckck

Oh yah, berikut daftar dosa gue dalam berkendara pada (31/3):
  1. Lewat bahu jalan. Macet banget! Liat banyak yang melakukan, gue pun ikutan.
  2. Masuk jalur Busway. Omigot!

Semoga semua makhluk hidup berbahagia..


-Ling-

Giro Nyasar

Pagi ini gue dikontek oleh seorang teman karena dia ingin meminta pendapat gue.

Karena ga terlalu paham, maka gue bermaksud untuk bertanya kepada teman-teman sekalian yang bekerja atau paham mengenai perbankan.

Si C meminta T untuk menyetor dua giro ke bank B. Salah satunya keluaran bank H dari perusahaan M. Pada 7 Feb, tanpa mengecek kembali transaksi yang dilakukan pada 31 Jan, dia membukukan giro dari perusahaan M yang jatuh tempo pada 4 Feb.

Ketika mengecek mutasi rekening, dana yang masuk hanya dari salah satu giro yang disetor. Tidak ada dana sejumlah Rp 45jt yang masuk ke rekening atas nama bos C, yaitu L, seperti sebagaimana mestinya. C pun menanyakannya kepada Customer Service bank B melalui telpon.

Ternyata dana tersebut nyasar ke rekening atas nama A. Rupanya, memang nama yang tertera pada slip setoran adalah L, tapi nomor rekeningnya bukan. 4 digit terakhir nomor rekening yang seharusnya atas nama L terbalik posisinya dan berubah menjadi nomor rekening si A.

Pihak bank B menyesalkan kesalahan nasabah dalam menulis nomor rekening, dan menyatakan tidak bisa menarik kembali dana yang nyasar tersebut karena rekening atas nama A telah ditutup.

"Kalo lagi rame, bisa aja dilewatkan", jawaban yang diterima C ketika bertanya mengenai konfirmasi yang seharusnya dilakukan oleh pihak bank kepada nasabah karena nomor rekening dan nama yang tercantum tidak sesuai.

Sampai saat tulisan ini diketik, proses belum selesai. C baru akan menuju bank B untuk menyelesaikan permasalahan. Bagaimana penyelesaian atas kasus ini memang belum diketahui.

Apakah bank berkewajiban mengganti dana nyasar tersebut?
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh si C?
Bagaimana menurut mu?


-Ling-

The Postponed

Wah, udah Sabtu lagi! Ga terasa udah seminggu lebih absen ngeblog :( Padahal ada rencana untuk ikut kontes blog ckckck

Hmm, atau mungkin keinginan untuk ikut kompetisi, menghasilkan tulisan yang sesuai standard tertentu, malah bikin "tertekan" sehingga mandek yah?

Kebiasaan menulis sesuai kata hati yang spontan rasanya berbeda dengan menulis untuk kontes tertentu yang memerlukan persiapan lebih. Mungkin karena ada bibit ingin menang tumbuh didalam diri, sehingga sulit untuk mengesampingkan "tekanan" dan menulis lepas seperti biasa, meski masih amatir sekali.

Bayangan melakukan research dan memutar otak lebih seperti menjadi pemicu peningkatan kadar malas dan keengganan menulis dalam diri. Gimana mau maju?? Huhuhuhu..

Ditambah dengan keinginan untuk menjurnalkan kesibukan persiapan hari W yang belum terealisasi. Deretan topik terasa seperti tumpukan kerjaan yang belum terselesaikan. Makin menumpuk, makin malas. Alhasil, ga selesai-selesai. My bad.

Padahal, salah satu maksud berbagi pengalaman yang satu ini di blog adalah sebagai pemantau dan checklist. Tapi tetap aja masih belum kesampean. Semoga segera deh. Biar ga basi..

Batas akhir kontes, akhir bulan ini. Wish me luck!

Semoga semua makhluk hidup berbahagia


-Ling-

Lappy

Thanks God dua hari ini si Lappy bisa kembali menjalankan fungsinya. Meski masih ada beberapa yang masih error, gue tetap berterimakasih sama Kamu yang udah menyelamatkan Lappy. Mengeluarkannya dari masa kritis.

25 Feb lalu, si Lappy bener-bener collapsed dan ga bisa nyala :( Dan, sudah beberapa lama dia suka mati sendiri dan ga bisa resume pas dinyalain setelah mati karena keabisan batere. Si Kamu yang tau kondisi Lappy udah lama menurun langsung melakukan "operasi" malam itu juga.

-Si Kamu Beraksi-
Maksud semula seh hanya untuk membersihkan organ dalamnya saja. Tapi ternyata harus bongkar dan mengeluarkan semua onderdil dan jeroan Lappy, karena posisi kipas yang berada di bagian dalam.

-Onderdil & Jeroan Lappy-
Dan, ketika dicek lebih lanjut, ada bagian lain yang harus ditransplantasi karena sudah tidak berfungsi. Menurut Kamu, yang menyebabkan Lappy sering mati sendiri adalah karena dia kepanasan. Lalu, tingginya suhu dikarenakan debu yang bersarang pada kipas serta thermal paste yang ternyata udah kering. Jadi ga heran kalo Lappy jadi cepat panas dan suka mati :(

Kesembuhan Lappy di hari Sabtu tertunda karena masih ada yang harus dikerjakan oleh Si Kamu dan kondangan di Hotel Istana Nelayan, Tangerang. Baru hari Minggu Lappy menjalani operasi ke-2 dan karena hari yang sudah semakin larut, gue menyarankan memaksa Kamu untuk melanjutkan operasi besok saja.

Alasan yang menyebabkan tertundanya kesembuhan Lappy terus berdatangan. Ada-ada aja. Baru 2 Maret malam Lappy dinyatakan sehat oleh Kamu. Vi Chan yang bertugas untuk memastikan kondisi Lappy malam itu. Senang banget sampai gue tidur, masih ga ada keluhan yang datang.

Keesokan paginya, gue kaget dan was-was ketika Lappy menunjukan gejala aneh. Dia restart-restart sendiri sampai akhirnya ga bisa dinyalain. Untung setelah gue berkonsultasi dengan Si Kamu dan melakukan apa yang dia minta, kondisi Lappy kembali normal sampai saat ini. My Kamu so smart!! *hug & kiss

Coba kalo tau-tau Lappy ga bisa nyala lagi. Pengeluaran tambahan tak terelakan! Love Lappy!!
Lappy harus bertahan sampai titik darah penghabisan yah. Minimal sampai semua pengeluaran yang didepan mata ini beres semua urusannya.

Muahhhh...^^
Oh yah, selama masa konsultasi dan operasi kecil, terbantu banget sama Onyx gue! Selain untuk chat, bisa langsung foto trus kirim ke Kamu untuk konfirmasi bagian onderdil yang harus gue pasang ulang. Oh, gue cinta tekhnologi!!

Semoga semua makhluk hidup berbahagia
Semoga Lappy selalu baik-baik saja..


-Ling-