My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Showing posts with label kutipan. Show all posts
Showing posts with label kutipan. Show all posts

Arti Sebuah Nama

Apalah arti sebuah nama

Pemahaman gue atas pepatah tersebut adalah, tak perlu lah kita terlalu mengagungkan sebuah nama. Jika ada kesalahan dalam penulisan nama, yah, dimaklumi saja. Toh yang paling utama adalah bagaimana kualitas diri.

Meski mempunyai pemahaman yang demikian, namun gue pribadi merasakan pro dan kontra atas pepatah tersebut. Di satu sisi berpikir, tak perlu lah kita menghabiskan waktu untuk mempersoalkan kesalahan penulisan ataupun pengucapan nama, yang terutama adalah isi dan bukan judul buku.

Namun, di sisi lain, jika mengingat bagaimana orangtua telah bersusah-payah melakukan seleksi demi seleksi sampai akhirnya memutuskan nama apa yang akan dipakai oleh anaknya. Patut juga kita menghargainya dengan menjaga kelangsungan serta membela keberadaannya. Jadi lah tak jarang gue menekankan bagaimana penulisan nama gue yang benar, sesuai dengan apa yang diberikan oleh orangtua.

Membicarakan soal nama, dulu seringkali bingung ketika mengisi form yang hanya menyediakan kolom "nama kecil" dan "nama keluarga". Nama pemberian orangtua gue hanya terdiri dari dua potong dan tidak ada yang menunjukan "nama keluarga" alias marga di dalamnya. Bahkan jika memaksakan untuk mengisinya dengan potongan nama kedua pun terkesan janggal. "Agustina" terlalu feminin untuk dijadikan marga, yang umumnya didominasi oleh nama-nama "maskulin".

Keputusan yang diambil orangtua gue dalam memberikan nama tanpa marga ternyata ada baiknya. Karena, rupanya tak sedikit warga keturunan Tionghoa generasi gue atau di atas gue yang harus menggunakan marga "palsu". Pernikahan kedua orangtua tidak tercatat di catatan sipil, jadi di akte lahir tercatat sebagai "anak diluar nikah" dan hanya boleh mengikuti marga ibu.

Si Kamu adalah contoh penyandang "marga palsu". Bahkan, untuk kasus dia bisa dikategorikan dalam "krisis marga". Semula orangtuanya memberikan nama yang terdiri dari dua potong, tanpa ikut campur marga. Sama seperti gue. Dalam proses pengurusan akte lahir yang entah dibantu oleh pihak rumah sakit atau RT/RW, namanya berkurang satu potong. Yang tercantum di akte hanya satu kata.

Ketika diuruskan SBKRI -Surat Berkewarganegaraan Republik Indonesia- oleh petugas, ditambahkan marga ibu dibelakang nama si Kamu. Ganti nama jilid satu.

Ternyata oh ternyata, si petugas yang mengurus SBKRI salah menggunakan marga. Yang dipakai adalah marga asli ibu, marganya ayah si ibu. Padahal orangtua ibu, kakek-nenek si Kamu, tidak memiliki akte nikah. Jadi, pada saat pengajuan permohonan nikah ke catatan sipil, ganti nama jilid dua. Untung petugas kantor imigrasi sependapat dengan pihak catatan sipil. Kalo mereka punya pendapat berbeda, ganti nama jilid tiga deh..

Setelah dua kali ganti marga, si Kamu tetap termasuk dalam komunitas penyandang "marga palsu". Sungguh suatu apalah arti sebuah nama marga...



-Ling-

Logic of Insult

Got this from senior at university. Must be a waste if I keep it for myself only.
One day Buddha was walking through a village. A very angry and rude young man came up and began insulting him.

"You have no right teaching others," he shouted. "You are as stupid as everyone else. You are nothing but a fake."

Buddha was not upset by these insults. Instead, he asked the young man:

"Tell me, if you buy a gift for someone, and that person does not take it, to whom does the gift belong?"

The man was surprised to be asked such a strange question and answered,

"It would belong to me, because I bought the gift."

The Buddha smiled and said,

"That is correct. And it is exactly the same with your anger. If you become angry with me and I do not get insulted, then the anger falls back on you. You are then the only one who becomes unhappy, not me. All you have done is hurt yourself."

"If you want to stop hurting yourself, you must get rid of your anger and become loving instead. When you hate others, you yourself become unhappy. But when you love others, everyone is happy."

The young man listened closely to these wise words of the Buddha.

"You are right, Enlightened One, " he said. "Please teach me the path of love...
Sabbe satta bhavantu sukhitatta


-Ling-

Sebuah Catatan

Catatan yang bener-bener bagus. Keren!
Penuh makna, tidak berlebihan.
Penuh arti, dengan kesan "cerdas".
Penuh dengan luapan perasaan.
Ga nyangka seorang BJ Habibi bisa menulis seperti ini..

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang.
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....

Catatan BJ Habibi untuk Ainun istrinya.

Si Kamu suka sama bagian "kesetian". Gue, suka semua. Seluruh bagian catatannya, setiap kalimat dan kata yang dipilih, penuh makna.

Salut untuk mantan orang nomor satu Indonesia, selamat jalan untuk kau yang pernah menjadi ibu negara.


-Ling-

It's OK to quit....

Pagi-pagi ga sengaja liat notes teman di FB dan tertarik untuk nge-klik dan liat isinya. Semua karna judulnya yang "mancing". Meski ternyata isinya ga seperti yang gue kira, tapi yang satu ini pun ga kalah bagusnya.

Have a look guys..

"It's OK to quit....."
Veraunda Jackso - Motivational Speaker

Quit arguing with people about the same old foolishness! Respect their position and keep it moving!

Quit telling people your secrets when you know they are not going to keep them! And if you keep telling them, then quit getting mad when they tell your secrets!

Quit trying to pull people on your journey who don't want to travel with you. Either they believe in you and value you...or they don't!

Quit complaining about things you can't and won't change!

Quit gossiping about other people! Minding our own business should be a full time job!

Quit blaming each other for things that in the big picture aren't going to matter three weeks from now! Talk solutions...and then implement them!

Quit eating things you know are not good for you! If you can't quit...eat smaller portions!

Quit buying things when we know we can't afford them! If you don't have self control, then quit going to the stores! Quit charging things, especially when you don't NEED them!

Quit staying in unhealthy relationships! It is not okay for people to verbally or physically abuse you! So quit lying to yourself! It is not okay to stay in the marriage for the children! Ask them and they will tell you that they really would prefer to see you happy and that the misery you and your spouse/partner are living with is affecting them!

Quit letting family members rope you into the drama! -Start telling them you don't want to hear it! Quit spreading the drama! Quit calling other relatives and telling them about your cousin or aunt! Go back to #5 minding your own business should be enough to keep you busy!

Quit trying to change people! IT DOESN'T WORK! Quit cussing people out when you know that they are just being the miserable and jealous people that they are!

Quit the job you hate! Start pursuing your passion. Find the job that fuels your passion BEFORE you quit!

Quit volunteering for things that you aren't getting any personal fulfillment from anymore! Quit volunteering for things and then failing to follow through with your commitment!

Quit listening to the naysayers! Quit watching the depressing news if you are going to live in the doom and gloom of it all!

Quit making excuses about why you are where you are or why you can't do what you want to do!

Quit waiting on others to give you the answers...and start finding the answers for yourself! If what you are doing isn't working for you....then quit it!

Quit settling and start making your dreams a reality!-Quit being afraid and START LIVING YOUR LIFE! CREATE THE LIFE YOU WANT! If you want something different than what you have had in the past...you must quit doing what you have done before and DO something different! JUST QUIT IT ... and START DOING something to create the experience you want!

Hemm.. Can we do those "Quit" and "Start Doing"?


-Ling-

Si Kata

Rencana awal gue adalah bikin postingan mengenai digital camera gue yang rusak. Biar lebih informatif, gue browsing gambar. Ternyata, gue nyangkut di salah satu blog, yang sepertinya adalah punya orang Filipina, midnightanxiety.com

Sebenarnya blog itu cuman blog biasa yang menceritakan tentang kehidupan dan apa yang ada dipikirannya dia. Tapi ga tau kenapa gue ga bisa berhenti baca. I just enjoy the writing. Bikin ngiri deh. Kapan yah gue bisa nulis kaya gitu. Pake bahasa Inggris pula! :P

Well, apa yang pengen gue share di sini adalah salah satu kutipan yang dia ambil.

"all the pain of a human life is caused by words, as is all the joy"
E. Gilbert, Eat Pray Love

Ga tau kenapa kata-kata di atas, yang bagian awal sepertinya terdengar "iya banget!", dan di bagian akhir, manusia sepertinya "ga banget"

Intrepretasi bebas gue dari kalimat di atas adalah:
Iya banget kalo kata-kata adalah penyebab luka, semua jenis luka yang menyakitkan baik bagi si pelaku mau pun korban. Si korban merasakan langsung. Si pelaku merasakan kemudian, setelah penyesalan datang. Kadang, si pelaku akan merasakan sakit yang lebih dibandingkan si korban jika yang dilukai adalah orang dekat yang disayang dan dicintai.

Kata-kata, si penyebab luka, berubah menjadi sumber kebahagian. Sekilas terdengar ga banget. Masa senang hanya karna kata-kata? Tapi, itu lah hebatnya si kata-kata. Dia mampu melukai dan memberikan kebahagiaan. Tinggal bagaimana kata-kata tersebut dimanfaatkan, digunakan pada waktu, situasi, dan tempat yang sesuai.

Gue ga tau bagaimana pola penggunaan kata-kata gue. Apakah lebih sering melukai atau membahagiakan. Pengennya seh, kata-kata yang gue keluarkan bisa membawa kebahagian, informasi, atau pengetahuan baru atau setidaknya mencairkan suasana. Tapi, jika ada yang merasa sebaliknya, buat yang terluka karna kata-kata gue, maaf. Ini lah gue, manusia tak sempurna yang terus berusaha untuk menjadi sebaik mungkin.

Setelah dipikir-pikir, mungkin kalimat di atas serumpun dengan "mulut mu harimau mu" yang sering dibilangin sama orang tua kita. Yang intinya, jangan asal ucap.

Uhh, kayanya berat banget buat gue! Hobi, asal cuap. Rem sering blong. Apalagi kalo ditambah dengan kondisi emosi yang sedang ga menentu. Hemmm... Mohon maaf lahir dan batin sebelumnya yah..


-Ling-