My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Modus: Ga Jelas

Kali ini gue punya cerita. Buat gue seh menarik, entah menurut kalian.

Beberapa bulan yang lalu, pada saat lagi chat ama gue, si Kamu bilang kalo dia lagi chat ama salah satu teman dari kantor lama dia. Ceritanya teman dia ini manggil dia di YM, dan ngobrol lah mereka. Makin lama obrolan mereka makin aneh. Si Teman selalu mengarahkan pembicaraan ke persoalan sex dan kawin (baca: KAWIN yang sama orang bule disebut make love, bukan NIKAH). Dan kejadian seperti ini udah pernah terjadi sebelumnya.

Mendapat cerita yang ga lengkap, penasaran lha gue. Ga lama, history percakapan mereka pun dikirimkan ke email. Pikiran gue waktu itu setelah membaca salinan percakapan mereka, hemm, kalo pertanyaannya datang dari seorang sahabat karib yang saling berbagi segala macam cerita, bahkan sampai ke urusan paling pribadi seperti urusan sex dan kawin mengawini, rasanya sedikit banyak masih bisa diterima. *Kadang kan ada tuh orang yang punya sohib yang bisa saling cerita tentang apa aja. Tapi, kondisinya tidak demikian. Dan ada beberapa hal aneh yang ditemukan.

Aneh Part 1. Yang ngajak si Kamu chat ini hanya seseorang yang dulu pernah kerja satu kantor, dan label berganti menjadi teman kantor lama. Jauh banget dari sohib. Orang ID YM-nya aja si Kamu ga punya.

Aneh Part 2. Dari pengamatan si Kamu tentang si Teman waktu dulu masih kerja di kantor yang sama, ga dia banget. Si Teman yang dia tau ga mungkin memilih topik sex dan rekan-rekannya untuk dijadikan pembahasan.

Aneh Part 3. Fakta yang disampaikan tidak aktual. Pada saat chat, si Teman mengaku masih kerja di tempat A, padahal sebelumnya si Kamu dapat info klo si Teman ini udah ga kerja di tempat A

Dengan tiga hal aneh tersebut, si Kamu pun curiga apa benar orang yang lagi chat ama dia ini adalah benar si Teman dia yang dulu pernah kerja sekantor. Crosscheck pun dilakukan. Si Kamu menghubungi dan menanyakan ID si Teman ini pada salah satu teman lain, si A, yang dulu juga sekantor. Hasilnya, ID tidak cocok. Kesimpulan, yang chat dengan si Kamu adalah orang lain yang menyamar menjadi si Teman. Modus, Ga Jelas.

Beberapa bulan pun berlalu sejak kejadian itu. Ternyata, cerita di atas belum tamat. Masih bersambung rupanya. Kemaren malam si Kamu cerita lagi. Dia copas pembicaraan dia dengan temannya yang lain, si A, ke gue. Reaksi pertama gue adalah ngakak! Si Kamu disangka GAY (baca: homoseksual alias penyuka sesama jenis). Yang menduga dan yakin atas dugaannya tersebut adalah si Teman, yang asli.

Rupanya, karna si Kamu sejak kejadian yang beberapa bulan yang lalu jarang online pake YM, si penyamar kali ini menyamar menjadi si Kamu dan chat sama teman-teman lain di kantor yang lama itu. Salah satunya adalah si Teman yang asli. Topiknya agak sedikit berbeda. Jika sebelumnya adalah tentang sex dan kawin-kawinan, kali ini pembahasannya mengenai ukuran.

Si Teman yang asli akhirnya mengambil kesimpulan bahwa si Kamu adalah Gay karna:
Dia mengalami sendiri Modus Ga Jelas dari si penyamar yang berpura-pura menjadi si Kamu
Ketika dia bercerita kepada teman kantor lama yang lainnya lagi, si B, dia mendapat cerita yang sama dengan yang dia alami. Rupanya Si Penyamar melakukan lebih dari 2x Modus Ga Jelas.

Weleh-weleh! Bener-bener GA JELAS! Untung berita aneh bin ajaib ini akhirnya sampe ke si Kamu. Dan sampai tulisan ini diketik, kesalahpahaman si Kamu dengan si Teman yang Asli udah terselesaikan *thanks to si A yang udah menyampaikan berita dan menjadi penengah Kalo ga, berabe juga. Si Teman yang asli udah yakin bener tuh sama dugaan dia. Dan, rupanya dia udah menceritakannya kepada hampir ke semua teman sekantor mereka. Hahaha.. ga kebayang deh :P

Hikmah yang bisa diambil, yaitu: PERHATIKAN DENGAN JELAS ID TEMAN YANG MENGAJAK CHAT terutama jika ID yang belum masuk dalam daftar teman. Serupa atau mirip itu tetaplah tidak sama! Satu saja karakter yang berbeda, maka itu adalah ID yang berbeda! Orang yang berbeda! Liingism atau Lingsm BUKAN LAH Lingism. Celah itu lah yang digunakan oleh si Penyamar pada cerita kali ini. TELITI dan WASPADA

Hemm.. masih ga abis pikir tujuannya si Penyamar itu apa. Yang gue dapat hanya kejelasan atas suatu tindakan yang ga jelas tampak sangat jelas sekali.


-Ling-

breaking commitment

Its quiet a while since my last post. Five days! Ehmm.. Lets do some hi five *gajebo!

Well, I break my own commitment, minimum one post per day.. :( Instead of one day one post, I am publishing a post after five days.. Yeah, its kind a hard blogging and seems that its not a good sign for 2010. But, hopefully, after this post, I could back on track.

Wish me LUCK! ^^


-Ling-

Okonomiyaki ver 2.0

Hari ini gue udah dua kali makan Okonomiyaki, buatan sendiri tentunya.. ^^ Dan, kali ini Okonomiyaki gue udah menyerupai aslinya, lengkap dengan Dried Bonito Flakes atau Katsuobushi yang gue pesan secara online. *Resep udah pernah gue posting sebelumnya, untuk lihat klik aja di sini

Mari kita sambut tampilan perdana Okonomiyaki ala Ling!

-Left: Okonomiyaki Original, Right: Okonomiyaki with Cheese-
Dua Okonomiyaki di atas adalah menu makan siang gue dan si Dede. Sebenarnya ada satu lagi, cuma karna udah kenyang dan nyokap lagi pengen makan nasi jadinya Okonomiyaki yang ketiga terlantar. Barusan tadi gue panaskan dan modifikasi dengan menambahkan sebutir telur dan parutan keju di atasnya. Hemm.. yummy! Sayang, si Okonomiyaki ke-3 ga sempat diabadikan.

Ehm, sekian update tentang praktek mempernikmat Okonomiyaki ala Ling. Sampai ketemu di update trial and yummy selanjutnya.

Tertarik? Menerima dine in kog! Menu spesial *baca yang udah bisa dibikin
Sushi Roll Basic
Okonomiyaki
Takopan aka Takoyaki Flat
Spaghetti Carbonara
Spaghetti Bolognese

Menu baru segera menyusul :P


-Ling-

Modus: Uang Asuransi

Semalam mendapat kunjungan tak terduga dari Kak Bella *nama samaran untuk tulisan ini temannya kakak sepupu gue. Obrol punya obrol, gue mendapat fakta yang cukup mengerikan. Sepupunya Kak Bella baru saja meninggal beberapa waktu lalu, dan diduga ini adalah perbuatan suaminya sendiri. Alasan, demi mendapatkan uang asuransi. Oh My!!

Sedikit latar belakang untuk tulisan gue kali ini, Kakak sepupu gue, Kak Bella dan kakak sepupunya adalah salah tiga dari sekian banyak perempuan Singkawang atau yang lebih sering dikenal sebagai Amoy Singkawang, yang berangkat mengadu nasib melalui pernikahan dengan lelaki Taiwan.

Mungkin pada udah tau mengenai "cerita" Amoy Singkawang yang pernah diangkat sebagai tulisan dibeberapa koran nasional. Dengan alasan demi memperbaiki perekonomian keluarga, para perempuan Singkawang rela "menikah" dengan lelaki yang dikenal pun tidak lalu ikut tinggal di negara suami yang sangat amat asing seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia dan terakhir banyak juga ke Brunei. Bayangkan adaptasi yang harus dilakukan. Pindah dari kampung ke kota (kadang ada juga yang dari kampung tetap ke kampung, hanya beda negara aja), lalu perbedaan budaya serta bahasa! Hemm..

Yang gue tau tentang "kebiasaan" baru ini adalah, ada pihak yang bertindak sebagai comblang yang akan mendatangkan para lelaki ke Indonesia. Lalu, kedua belah pihak akan saling bertemu satu atau dua kali, yah kasarnya seh ini bisa disebut sebagai proses saling memilih. Jika sama-sama merasa cocok, akan dilanjutkan proses selanjutnya, bertunangan. Lalu, digelarlah pertemuan antara keluarga pihak perempuan dengan si calon mantu beserta comblangnya, kadang ada juga keluarga pihak lelaki yang ikut datang ke Indonesia walo sangat jarang.

Foto-foto pada acara "pertunangan" kemudian akan digunakan sebagai dokumen pelengkap untuk mengurus paspor, visa serta ijin lainnya agar si perempuan bisa masuk ke negara suami. Sambil menunggu pengurusan dokumen, kadang ada yang menggelar acara resepsi di keluarga pihak perempuan. Begitu dokumen sampe di tangan, berangkat! Beres. Si perempuan kini telah bersuamikan orang asing. Si orangtua mendapatkan sejumlah uang dari si mantu baru.

Rasa bakti yang besar dari para anak membuatnya rela bekerja membanting tulang siang dan malam di negeri orang sebagai pekerja kasar demi mendapatkan uang yang kemudian dikirimnya ke pada orangtua di kampung. Apakah para orangtua atau adik-adiknya tau seberat apa dan apa saja yang harus digadaikan oleh si anak atau kakak agar mereka bisa merasakan hidup yang lebih baik? Hanya mereka yang tau.

Kembali ke topik. Fokus utama yang pengen gue bagi di sini bukan lah pada cerita tentang pernikahan foto atau penganten belian. Fakta yang gue dapat semalam lebih parah daripada itu. Ternyata ada modus lain diluar para lelaki yang datang demi mencari isteri yang kemudian keluguan para isteri disalahgunakan menjadi pembantu, pelampiasan kekerasan, mesin pencari uang atau fungsi lainnya.

Yang dilakukan oleh para suami adalah mengasuransikan nyawa isteri mereka, menghabisi si isteri jika dirasa waktunya telah tepat, lalu menikmati "hasil" dari asuransi yang telah dibayar bulan-bulan sebelumnya. Kasus sudah terjadi. Ini tidak hanya reka-reka atau hasil analisa belaka. Bahkan ada seorang lelaki yang telah dua kali melakukan modus ini dan kini tengah menikmati hasil perbuatannya dipenjara. Berita disiarkan oleh stasiun televisi sana secara gencar.

Yang dialami oleh sepupu Kak Bella diduga adalah dengan modus sama, demi uang asuransi. Bagaimana mungkin orang yang sehat-sehat saja, seminggu sebelum mendapat berita naas tersebut, Kak Bella dan sepupunya masih telpon-telponan. Ga mungkin sesama orang dekat jika sedang sakit tidak saling cerita. Yang paling mencurigakan adalah teman dan saudara dikabari tentang berita ini setelah proses kremasi. Dan, kremasi dilakukan tiga hari setelah kematian. Padahal kebiasaan orang sana, umumnya akan menunggu minimal seminggu atau sampai mendapat "hari baik". Tanda tanya besar.

Ini bukan cerita karangan bebas gue! Gue mendapat semua cerita dari Kak Bella. Dan gue rasa dia ga akan mengarang cerita itu. Makanya gregetan banget dari semalam. Dengan postingan ini, gue berharap semakin banyak yang tau bahaya apa saja yang mengancam kaum hawa di Singkawang atau daerah lainnya jika mereka berniat memperbaiki perekonomian mereka dengan cara menikah dengan orang asing. Sangat berharap para perempuan bisa lebih pintar, bisa lebih membuka mata dalam memilih, dan sedikit lebih mementingkan dirinya sendiri!

Semoga semua mahluk terlepas dari penderitaan
Semoga semua mahluk hidup berbahagia


-Ling-

"Clickers"

Salah satu widget favorit gue di blog tercinta ini adalah "clickers", widget yang memungkinkan kita untuk mengetahui dari mana saja para pengunjung blog atau website tertentu. Kadang gue nge-refresh hanya untuk melihat dari mana lagi masuknya pengunjung blog gue. Ga tau kenapa, i am so excited about that. Rasanya, gimana gitu! Hehe..

Fakta bahwa tulisan gue masuk dalam hasil pencarian seseorang dan kemudian di klik dan dibaca, membuat gue terpacu untuk menulis tentang sesuatu yang gue sukai dan bisa memberi informasi kepada yang lain. Paling senang kalo ngeliat ada yang masuk melalui search engine. Pasti deh gue klik balik untuk melihat keyword apa yang dipake sampe masuk ke tulisan gue. Dan, pasti si bibir secara otomotis sumringah pas liat link gue berada di halaman pertama.

Salah satu yang ga gue sangka bisa "menghasilkan" pengunjung adalah tulisan tentang hobi bokap main Xiang Qi atau yang sering dikenal sebagai Catur Cina atau Catur Gajah jika diartikan secara langsung dari bahasa aslinya. Mungkin para pencari info akan kecewa jika mendapati apa yang gue tulis di situ tidak memberikan informasi yang berarti. Maaf untuk itu. Ketak-ketik kali itu memang hanya sekedar curahan perasaan gue aja.

Melihat frekuensi yang singgah dengan pencarian menggunakan kata kunci permainan Xiang Qi, gue jadi terpacu untuk mengumpulkan bahan dan merangkumnya dalam satu tulisan yang gue harap bisa memberikan informasi lebih banyak bagi yang membutuhkan. Yah, pastinya seh akan butuh waktu lebih dari biasanya, karna gue sendiri kurang paham tentang permainan itu. Hemm try my best!

Semoga semua mahluk hidup berbahagia


-Ling-

Did You Hear About The Morgans?

Niat pengen nonton film terbarunya Hugh Grant, KESAMPEAN! ^^ Meski review untuk film Did You Hear About The Morgans? di beberapa hasil browsing yang gue temuin kurang bagus, tapi tetap gue ga terpengaruh dan pengen buktiin sendiri. Hasilnya, tak seburuk info yang gue dapat. Cukup menikmati filmnya.

Gue ketinggalan hampir 30 menit pertama. Salah prediksi waktu, jadi harus terima konsekuensi deh. Trus si Kamu jadi ke bawa-bawa. Maap yah!! Pas gue masuk, udah adegan pasangan suami isteri Morgan lagi diskusi sama polisi mengenai lokasi "pengamanan" mereka. Kelewatan adegan pembunuhan yang menyebabkan mereka harus dilindungi serta adegan yang menggambarkan tentang penyebab dan kondisi perkawinan mereka yang lagi di ujung tanduk. Yah, tidak terlalu mengganggu juga. Masih bisa menikmati film-nya.

Oh yah, tiketnya dibeli melalui M-tix lho.. *norak mode one Penggunaan pertama M-tix na si Kamu. Hehehe..

Awalnya seh iseng aja liat-liat ke www.21Cineplex.com. Trus keingat kalo lum pernah pake si M-tix sejak dibikin. Liat jam, hemm belum jam 11. Jadi, deh melakukan pembajakan! Beberapa menit kemudian, setelah coba-coba yang diikuti dengan buka FAQ, dua tiket ter-booking!!

Kirain bisa pilih maunya duduk di mana kaya klo lagi beli tiket di loket. Ternyata itu cuma untuk booking aja, hanya dikasi kode booking-an, ga dikasi tau posisi tempat duduknya di mana. Tiket di-print di mesin yang ada di bioskop yang udah terdaftar dan ada mesin untuk print pastinya :P

Karna salah prediksi waktu, jadinya yang nge-print tiket si Kamu. Dan dari sana gue baru tau klo kita (sekali lagi) ga bisa milih tempat duduk. Si sistem udah ada aturan mainnya sendiri. Dan kali ini kode booking gue menghasilkan dua tiket di deretan B3 dan B4.

Kalo ada yang pengen mengaktifkan M-tix, kemaren ini si Kamu cuma mendatangi mba Customer Service yang mengurus M-tix trus isi formulir. Udah gitu isi deposit awal Rp 150.000 dan melakukan aktivasi melalui ponsel yang disertai dengan penggantian pin. Singkat dan sederhana aja langkah-langkahnya.

Setelah itu, klo mau pesan tiket, tinggal buka website 21Cineplex, liat-liat jadwal tayang film di masing-masing bioskop trus melakukan pembelian online. Dapat kode booking, print deh tiketnya. Ga perlu cape-cape ngantri udah bisa langsung dapat tiket. Seat-nya pun lumayan, deretan B. Eh, pemesanan dilakukan sebelum jam 11 siang di hari yang sama yah! Dan menurut pengalaman gue, hanya bisa beli tiket untuk hari yang sama. Gue bukan undercover agent si 21, jadi klo butuh info, ke sini aja ^^


-Ling-

10 Pound Cheesecake

Cheesecake adalah salah satu kue favorit gue. Kelezatannya udah ga diragukan lagi. Sejak niat masak gue kumat dari beberapa waktu lalu, pengen rasanya nyoba bikin cheesecake. Alasan sampe saat ini masi belum terealisasi karena bahan yang susah di dapat dan tingkat kesulitannya yang menurut hasil browsing-browsing gue termasuk tinggi.

Kalo menurut Chan, mending nyoba bikin cheesecake ala Jepang dulu. Satu lebih mudah, dua cheese cream yang dibutuhkan lebih sedikit. Mahal ui! :P

Walo gitu, tetap masih penasaran dan berusaha mencari celah untuk bisa bikin cheesecake. Jadi, waktu nemu resep yang satu ini, rasanya pencerahan banget. Cara membuatnya ga ribet. Ga ada acara manggang-manggang! PR-nya adalah cari info tempat jual graham cracker ^^

Penasaran sama cheesecake yang bikinnya ga dipanggang? Mari kita liat detailnya..

10 Pound Cheesecake
By: All Recipes
Source: All Recipes

Ingredients:
2 1/2 cups graham cracker crumbs
1/2 cup white sugar
1/2 cup melted butter
3 (8 ounce) packages cream cheese, softened
2 (14 ounce) cans sweetened condensed milk
1/2 cup lemon juice
1 teaspoon vanilla extract
1 (12 ounce) container frozen whipped topping, thawed
2 (21 ounce) cans cherry pie filling

Directions:
Stir together graham cracker crumbs, sugar, and melted butter. Press into a 9x13 inch baking dish.
Use an electric mixer to beat the cream cheese until smooth. Beat in the sweetened condensed milk, lemon juice, and vanilla extract until well blended and smooth. Fold in whipped topping. Pour filling into crust and smooth the top.
Top with cherry pie filling. Refrigerate until firm, 2 to 3 hours.

Hemm.. gue harus mencoba ini! Nantikan saja update-annya!! :D
Kalo ada yang bikin juga, sharing hasil dan pengalamannya yah ^^


-Ling-