My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Ya Ya Ya (Aku Bahagia)

Tiba-tiba kepikiran dan pengen posting lagu ini.. ^^

Ya Ya Ya (Aku Bahagia)
Oleh: Nina Tamam

Mungkin ini saatnya
Aku beri jawaban
Semua pertanyaanmu
Kini akan ku jawab

Dengarlah aku bicara
Karna tak kan ku ulangi lagi
Ya ya ya aku terima
Dirimu jadi teman hidupku
Ya ya ya aku bahagia
Aku berjanji setia padamu

Semua yang ku katakan
Tanpa ada paksaan
Aku butuh dirimu
Kau pun membutuhkanku

Dengarlah aku bicara
Karna takkan ku ulangi lagi
Ya ya ya aku terima
Dirimu jadi teman hidupku
Ya ya ya aku bahagia
Aku berjanji setia padamu

Dengarlah aku bicara
Karna takkan ku ulangi lagi
Ya ya ya aku terima
Dirimu jadi teman hidupku
Ya ya ya aku bahagia
Aku berjanji setia padamu
Oh.. ya..
Ya ya ya

Kalo ada yang tiba-tiba jadi pengen dengerin lagunya, langsung aja klik di sini ^^


-Ling-

Pinhole Glasses

Udah pernah lihat kacamata dengan design bolong-bolong yang katanya bisa untuk mengurangi cacat mata seperti rabun dekat, rabun jauh, dan astigmatisma? Berikut bentuknya.

-Pinhole Glasses-
Tau ada kacamata yang dikenal dengan Pinhole Glasses atau Stenopeic Glasses ini udah cukup lama. Kalo ga salah ingat, pertama kali tau dari iklan di tv. Seperti produk yang ditawarkan lainnya, kacamata ini pun harganya ga murah. Karena alasan itu juga tidak pernah mencari tahu lebih lanjut mengenai kebenaran khasiat yang dihasilkan.

Waktu ke Century di Central Park beberapa waktu lalu, iseng-iseng nyoba pake. Pengen tau aja seperti apa rasa mengenakannya dan apa bisa melihat dengan jelas jika memakai kacamata tersebut.

Diluar dugaan, kacamata aneh ini dapat membantu memperjelas objek yang dilihat meski pandangan seperti berbayang. Cukup terkesan dan ingin membuktikan sendiri efek dari penggunaan kacamata latihan ini. Tapi harga yang dibandrol cukup tinggi, tiga ratus ribu lebih.

Ga tau benar atau nggak. Daripada harus mengeluarkan uang segitu untuk sesuatu yang belum pasti, gue menyarankan ke nyokap untuk membeli ditempat lain. Gue pernah lihat barang serupa tapi tak sama dijual di Sogo - section barang-barang Jepang. Pastinya harga disana tidak akan lebih tinggi dari yang di Century.

Ke Sogo seh memang belum kesampean, tapi gue menemukan barang serupa di toko barang-barang Jepang lainnya, Daiso Kelapa Gading. Semua barang yang dijual di Daiso harganya sama, Rp 22.000,-, begitu juga dengan si Kacamata bolong-bolong.

Entah sugesti entah beneran, tapi gue ngerasa setelah menggunakan kacamata latihan ini untuk beberapa waktu, penglihatan gue menjadi lebih terang. Jadi kepikiran untuk melakukannya secara teratur, tapi gue mengalami kendala mendapatkan petunjuk penggunaan. Bahasa Inggris euy.. Ada yang bisa bantu untuk menerjemahkannya? *jika tulisan tidak terbaca, gambar bisa diklik untuk memperbesar Berapa kali sehari? Berapa lama sekali latihan?


Selain itu, dibungkusannya terdapat gambar yang menunjukan bagaimana harus melatih mata setelah menggunakan kacamata tersebut. Instruksinya seh cukup jelas, hanya keterangan lama latihan dan kapannya yang tidak tertera.

-Latihan Mata-
Sekali lagi, mohon bantuan jika ada yang bisa membantu. Dari informasi yang gue dapat di sini dan di sini cuma menerangkan mengenai fungsi dan cara kerja si Pinhole Glasses ini.


-Ling-

Benteng Speelwijk

Ketika mencari informasi mengenai vihara Avalokitesvara di daerah Banten Lama, yang muncul adalah lokasi vihara yang terletak tak jauh dari masjid Agung Banten serta benteng Speelwijk.

Sebelum meninggalkan kawasan Karangantu, Banten Lama, kurang afdol rasanya jika tidak melangkahkan kaki menyeberangi jembatan tua menuju komplek benteng Speelwijk. Matahari yang terik dan menyengat pun tak sanggup memadamkan niat gue *dramatisir mode on :P

-Jembatan menuju benteng Speelwijk-
Ketika kami memasuki kawasan benteng, ada beberapa pengunjung yang sudah ada di sana. Salah satunya bergaya seperti seorang fotografer yang tengah melakukan liputan *barang bukti, kamera SLR yang digunakannya. Kelompok lainnya terlihat seperti pasukan kami, jalan-jalan keluarga.

Yang melanjutkan mengeksplor lebih lanjut hanya gue, si Dede dan si Kamu. Memang sepintas tidak ada yang menarik dengan sisa jejak benteng kokoh itu, jadi lah berteduh dibawah pohon rindang menjadi opsi yang menggoda untuk dilakukan. Gue pun ga lama di sana. Mungkin sekitar 30 menit. Melihat-lihat dan moto.

-Pohon besar nan rindang di depan pintu masuk benteng-
Tembok kiri dan kanan dari tempat gue masuk.

Selain beberapa pengunjung lain yang gue sebut sebelumnya dan beberapa warga yang berusaha menawarkan jasa menjadi guide dan menjelaskan apa yang ada disekitar benteng, makhluk lainnya yang mencolok adalah kambing-kambing yang tengah menikmati makan siang mereka.

-Kambing-kambing yang kini menjadi penghuni benteng-
Salah satu yang ditawarkan oleh guide dadakan adalah ruang bawah tanah yang diakses melalui pintu masuk sempit. Dengar nama ruang bawah tanah aja udah bikin deg-deg-an dan enggan untuk masuk, ditambah pula fakta bahwa ruang bawah tanah tersebut dulu difungsikan sebagai ruang tahanan. Makasih.. ^^

-Pintu masuk ruang bawah tanah-
Dinding benteng menjadi objek favorit yang gue abadikan


-Benteng Speelwijk, Serang-
Seharusnya yang tampak dibalik tembok luar benteng adalah hamparan pasir pantai lengkap dengan deru ombak yang menerpa. Tapi semua berubah sejak terjangan Tsunami yang dipicu oleh letusan gunung Krakatau ratusan tahun silam. Garis pantai berubah, tertarik lebih dari 1 km ke arah laut. Kini, yang terlihat hanya sungai kecil dan sawah penduduk dan makam orang Belanda yang tadinya gue kira entah tugu apa itu.

-Dibalik tembok Speelwijk-
PerjalananMampir singkat benteng Speelwijk, lumayan buat menambah koleksi foto ^^


-Ling-

Vihara Banten Lama

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kali ini tentang perjalanan ke daerah Serang, Banten lama tanggal 18 September lalu. Tujuan utamanya adalah Vihara Avalokitesvara yang terletak di kawasan Karangantu, Kaseman.

Vihara tua yang dibangun pada tahun 1652 ini merupakan salah satu contoh toleransi antar umat beragama yang diterapkan pada masa itu. Raja Banten yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati, yang juga mempunyai isteri seorang putri dari Tiongkok melihat banyak perantau China yang ada di Banten lalu membangun vihara agar para umat yang berbeda agama dengan Beliau dapat menunaikan ibadahnya.

Perjalanan dari rumah ke vihara ditempuh dalam waktu sejam lebih, udah termasuk salah turun tol dan satu kali salah lokasi. Karena ga tau letak pastinya, yang dijadikan patokan untuk GPS adalah masjid Agung Banten. Fakta yang tidak diketahui adalah meski dikatakan berdekatan, ternyata jarak antara masjid dan vihara itu terpaut sekitar 10 km. Dan, rupanya yang benar-benar berdekatan dengan vihara tua ini adalah benteng Speelwijk.

Kesan pertama ketika mendekati vihara sangat berbeda dengan ketika memasuki kawasan masjid Agung. Tak tampak keramaian maupun petugas yang berjaga di pintu masuk. Tempatnya pun tidak besar jika dibandingkan dengan kawasan komplek masjid. Yang terasa adalah udara panas dan kering serta sengatan matahari siang.

-Pintu Masuk Vihara Avalokitesvara-
Begitu melewati pintu masuk, terlihat dua tungku pembakaran yang menyerupai pagoda, di masing-masing sisi.

-Tungku berbentuk Pagoda-
Rupanya ruang utama vihara sedang direnovasi akibat kebakaran yang terjadi beberapa tahun lalu. Secara menakjubkan, rupang utama Dewi Kwan Im yang telah ada sejak abad ke-16 selamat dari kobaran api meski terbuat dari kayu.

Warna merah mendominasi interior dan eksterior ruang-ruang lain di vihara tersebut. Yang tersisa tidak berwarna merah adalah deretan panjang kamar peristirahatan yang disediakan bagi umat yang datang dari jauh dan ruang Dhammasala yang berdinding putih meski tetap dihiasi dengan tiang dan atap berwarna merah.

-Deretan tempat istirahat yang disediakan bagi umat untuk menginap-


-Dhammasala dan air mancur kecil yang ada di depannya-
Lorong-lorong yang menghubungkan antar ruang mengingatkan akan bangunan kuno di negeri China yang sering muncul di serial silat.

-Lorong penghubung antar ruang-
Dibagian atas lorong dihiasi dengan panel ukiran yang sepertinya menceritakan mengenai sesuatu. Sayang waktu itu tidak sempat mencari tahu lebih lanjut mengenai apa yang diceritakan.

-Panel cerita-
Suasana di dalam vihara cukup asri, banyak pohon dan rumput yang tertata rapi. Halaman belakang tidak di semen semua. Hanya bagian jalan sepanjang lorong saja yang dipasang keramik atau bebatuan untuk menghubungkan antar ruang.

-Jalan dari batu & Gazebo-
Selesai sembahyang, kami berniat melanjutkan perjalanan ke pantai Anyer. Tapi sebelumnya, mampir dulu ke komplek sebelah dan menikmati sisa benteng Speelwijk yang kini sudah hampir rata dengan tanah.

Notes:
Titik koordinat: 6° 1' 48.99" S 106° 8' 59.19" E
Vihara Avalokitesvara on Wikimapia


-Ling-

Green Canyon, Wajib!!

Green Canyon atau Cukang Taneuh dalam nama aslinya merupakan salah satu objek wisata yang sungguh sayang jika dilewatkan. Meski ketika gue dan rombongan ke sana tidak disambut dengan sungai yang hijau, tetap saja Cukang Taneuh sulit untuk dilupakan.

Gue adalah seorang penikmat keindahan alam. Penikmat pemandangan asri dan keajaiban yang terbentuk tanpa campur tangan manusia. Menurut gue, Cukang Taneuh dengan keunikannya sungguh layak dijadikan komoditi untuk mengembangkan pariwisata Indonesia.

Karena tidak memiliki 4 jam, kami tidak bisa merasakan petualangan body rafting yang menjadi andalan ketika berwisata ke Green Canyon. Satu-satunya yang tersisa adalah menikmatinya dengan kapal yang katanya hanya membutuhkan 45 menit.

Meski waktu itu harus ngantri sampai sejam lebih, semua terbayarkan ketika tiba giliran naik kapal dan menyaksikan keindahan alam sepanjang sungai. Terlebih ketika mencapai lokasi tertentu yang dituju. Sampai-sampai gue yang boleh dibilang banci kamera ini lupa sama yang namanya foto-foto. Begitu melihat deretan kapal yang bertumpuk, ga sabar untuk segera nyebur.



-Green Canyon aka Cukang Taneuh-
Oh yah, untuk berhenti dan bermain diarea tersebut harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 150.000, diluar biaya sewa per kapal Rp 75.000 yang telah dibayarkan ke loket tiket. Tiket hanya untuk sewa kapal yang mengantar berkeliling, jadi kalo mau mampir harus nambah biaya tunggu.

Ternyata Rp 150.000 tambahan yang dikeluarkan itu sudah termasuk fasilitas guide dan pengamanan. Awak kapal akan ikut dalam perjalanan menyusuri sungai. Ia bahkan mempersiapkan tali untuk mempermudah kami melawan arus air yang deras dan menolong jika ada yang hanyut oleh desakan arus.

Di sana kami menghabiskan kurang lebih satu jam. Derasnya arus akibat hujan yang turun hari sebelumnya membuat kami gagal mencapai air terjun. Alam hari itu terlalu ganas dan riskan untuk dilawan.

Bagian paling menyenangkan adalah ketika perjalanan balik menuju kapal. Perjuangan melawan arus waktu berangkat menyenangkan dan seru abis, tapi ketika membiarkan diri terbawa arus, sensasinya wow banget!! Bikin pengen balik lagi dan nyobain body rafting. 10 km larut bersama arus, ngeces deh..

Hemm.. akhirnya selesai juga posting-an rangkaian pengalaman selama libur lebaran kemaren. Target selanjutnya adalah realisasi perjalanan ke Pulau Tidung yang masih juga belum kesampean ^^


-Ling-

Pantai Batu Hiu

Batu Hiu adalah tempat tujuan wisata yang tidak gue rencanakan untuk dikunjungi dalam rangkaian perjalanan pada libur lebaran tahun ini. Bahkan keberadaannya pun tidak gue ketahui sampai ketika tiba di Pangandaran. Sesekali melakukan sesuatu tanpa rencana memang menyenangkan. Apalagi jika tergabung dalam pasukan yang juga bisa sistem go show, sempurna.

Lokasi pantai Batu Hiu tidak jauh dari pantai Pangandaran, mungkin sekitar 30 menit. Keindahan alam yang disajikan pun tak kalah dengan pantai Pangandaran yang memang sudah terkenal. Kami mampir ke sana ketika dalam perjalanan dari pantai Pangandaran menuju Green Canyon. Keputusan yang patut disyukuri dan tak kan pernah disesali.

Pesisir pantai yang satu ini dinamakan Batu Hiu karena terdapat batu yang menyerupai ikan Hiu. Namun itu dulu, sebelum sang Batu dihantam oleh Tsunami beberapa tahun lalu. Saat ini hanya tersisa puing batu yang tampak tak jauh dari bibir pantai. Tak ada bayangan kalo batu tersebut mirip dengan bentuk ikan Hiu.

-Batu Hiu-
Meski tidak melihat langsung batu yang berbentuk Hiu tersebut, pantai yang satu ini tetap memberikan kesan mendalam melalui hamparan pantai yang masih bersih, terpaan ombak dan tebingnya yang indah. Pit stop wajib jika mengunjungi Pangandaran!!


-Pantai Batu Hiu-


-Ombak dan Tebing, Pantai Batu Hiu *lupa ngambil foto tanpa subjek :P-

Wisata kami di pantai Batu Hiu merupakan salah satu yang tersingkat. Kami hanya mampir kurang lebih setengah jam yang mana sebagian besar dihabiskan dengan berfoto ria.

Next, Green Canyon! :D


-Ling-

Manusia Biasa

Beberapa kali dengar sekilas lagu ini diputar di stasiun tv atau radio yang kebetulan lagi di stel. Awalnya seh biasa aja, tapi lama-lama merasa ada yang menarik dengan lirik dan musiknya yang ringan.

Selamat menikmati.. ^^

Manusia Biasa
Yovie & The Nuno

masih ku ingat selalu
saat kau berjanji padaku
takkan pernah ada cinta yang lainnya
terasa begitu indah

tapi semua berbeda
saat kau kenali dirinya
sadarkah dirimu diriku terluka
saat kau sebut namanya

aku memang manusia biasa
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa

andaikan saja kau tahu
aku takkan mudah berubah
aku kan bertahan selalu bertahan
sampai waktu memanggilku

aku memang manusia biasa
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa

kemanakah dirimu yang dulu cinta aku
dimanakah dirimu yang selalu merindukanku

aku memang manusia biasa
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa

aku memang manusia biasa
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa

Dibeberapa situs gue menemukan lirik atau pun file yang terunggah di Youtube dengan label "Manusia Biasa (CLB)" yang mana si CLB ini gue asumsikan merupakan singkatan dari "Cinta Luar Biasa" kata-kata yang dinyanyikan berulang. Kenapa akhir-akhir ini sering ada lagu yang judulnya ada dua gitu yah? Lagi nge-trend kah??


-Ling-