My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Timezone

Timezone yang lama ditinggal ga pernah disamperin kini kembali familiar. Antara bersyukur atau memang emak pelit, sampai saat ini anaknya masih banyakan ppd alias pegang-pegang doang. Gemes juga kan kalo uda gesek kartu main sebentar uda kabur lagi anaknya.

Modal utama cuma kaki. Siap-siap aja buat ngejarin si Anak yang lari kesana kemari. Hampir semua mainan mau dicoba. Bahkam yang sejenis pun dijajal satu persatu. Yah, cuma sekedar tepak-tepok dan pindah lagi.

Beberapa kali terakhir malah mamake sama ieieke yang seru main lempar badut. Lumayan buat ngilangin stress mau nabok orang. Hahahaha...

Oh yah, buat yang tergoda promo serbu serba seribu atau mungkin promo lainnya. Ada baiknya bertanya jelas tentang tanda bintang yang ada.

Ceritanya beberapa pekan lalu mau menikmati promo Serbu yang ada, berangkat lah ke Timezone PV. Sempat nanya sama yang jaga di Kasir promonya seperti apa. Dijawab singkat bahwa promo seribu sekali main kebanyakan hanya untuk permainan anak dan mainan yang tidak mengeluarkan tiket. Tidak berlaku juga untuk vending machine dan capit boneka.

Ya sudah dong. Karena di kartu masih ada saldo lumayan sekitar 100rb lebih langsung saja melenggang ke arena bermain anak. Seperti cerita pertama bahwa anaknya masih kebanyakan PPD. Yang tua pun tergoda dengan permainan seribu perak. Beberapa permainan tembak-tembakan yang kalo harga normal hampir 10rb rupiah atau bahkan sampai 15rb sekali gesek pun dijajal.

Dan, dengan kemampuan menembak yang aduhai ga berasa cepat sekali harus kembali menggesek untuk melanjutkan permainan. Merasa mumpung seribu maka lanjut terus mainnya. Kartu digesek dan digesek lagi tanpa memalingkan mata dari layar.

Baru beberapa kali gesek eh kog ga bisa lagi. Dibilangnya saldo ga cukup. Hemm.. Daripada bingung ditanya lah ke petugas kasir. Eng ing eng.. Ternyata dan rupanya, untuk promo Serbu itu harus isi saldo khusus sebesar 50rb yang setara dengan 50x main dalam hari itu juga.

Maknyus bener. Niat mau menikmati main murah malah masuk jebakan. Syarat dan ketentuan tidak dijelaskan dengan detail. Pelanggan ga teliti terjerembab sudah.

Ketika ke Timezone Empo petugas di sana ga seperti petugas di PV. Ketika ditanya tentang promo Serbu, mereka menjelaskan di awal tentang saldo khusus tersebut. Lain lokasi lain capacity.

Akhir kata, be ware!

-Ling-

Gajah Biru

Ada yang senang banget dapat boneka baru! Sampai ga boleh dipinjam sama Ii-nya.

Boneka Gajah Biru ini boneka kedua yang berhasil didapat si Kamu dari mesin capit. Boneka pertama namanya Ang-ang Jelek. Ada tambahan kata Jelek yang memang karena bonekanya ga mirip sama sekali dengan Doraemon.

Si Gajah Biru dari Amaz*n yang sekali main Rp.6000,- aja masih ga mirip. Apalagi yang mesinnya nangkring di samping pintu masuk Alf*mart sekali capik gopek saja pula. Maklum lah yah.

Anyway, mari kita tunggu dan saksikan. Apakah si Gajah Biru ini mampu mengalahkan si Ben dari Koko Ben (baca: Bear dari Koko Brent) atau Guling Kitty kesayangan.

PS: Finally not a late post or superlate post! Its Super fresh post!! :P

-Ling-

Bongkar Pasang

Kata orang tua, anak panas itu bisa karena lagi ada yg dipelajari. Habis itu akan ada kemajuan baru.

Kemajuan baru lain ga tau, pastinya setelah kemaren suhu agak tinggi, hari ini selain "bongkar" udah bisa "pasang". Naik level dalam hal mainan Lego. Yang biasa liat orang masang-masang langsung mau ngambil alih buat dibongkar, tadi sibuk mau masang jugal (baca: ngambil alih pasang sendiri).

Cukup senang dengan kemajuan yang satu ini. Pasalnya selain urusan berat badan yang dibawah rata-rata, menurut gue perkembangan motorik halus rada ketinggalan dibanding verbalnya. Jadi, meski masih kurang rapi setidaknya sekarang uda bisa masang!

"Tower" adalah hasil pasang dia. Ada beberapa bagian "atap" yang dari balok kecil juga. Yang gemes tadi pas dia masang sisi atap yang berjejer. Entah keasikan masang atau sedang merencanakan bentuk lain, udah sampai ujung eh masih mau nempelin satu lagi.
Lha ga ada bawahnya buat penahan masih mau masang atas. Ckckck.. Sampe geregetan sendiri pula. Alhasil yang udah terpasang sebelumnya dicopot dan dipasang ulang dengan yang ditangannya. Maksa bener yah.. Hahaha..

Semoga selanjutnya Lego berfungsi sebagaimana mestinya. Ga cuma orang-orangannya aja yang dimainin. Disuruh duduk dan keluar masuk pintu ;)

-Ling-

Reuni 63

Bertemu satu teman lama saja mampu membangkitkan kenangan lalu, bayangkan jika yang terkumpul berpuluh-puluh orang. Meski tak semua teman yang hadir saling mengenal di masa dulu atau masih mengingat satu sama lain, tetap saja kebersamaan kemaren menghanyutkan ke masa sekolah dengan seragam putih biru.

Saling cerita dan berbagi kabar terbaru, tak lupa senda gurau yang tak lepas dari kenangan lalu, tak terasa lah waktu berlalu.

Lima tahun sejak terakhir bertemu. Ada yang tak banyak berubah, ada pula yang sampai harus membenarkan kacamata untuk mengingat paras yang kini berbeda. 

Mungkin faktor usia yang sudah kepala tiga, kenakalan remaja kini tinggal cerita. Meski kekonyolan masih kental terasa dalam gaya bercerita.

Entah karena apa, rasanya belum puas bersenda gurau bersama. Ingin rasanya kembali menggelar acara yang serupa. Tapi, pasti tak kan sama esensi yang terasa karena rentang jarak masih seketika.


-Ling-

Sock

My baby growing so fast.. and, now this little Onga can put on her own sock!  #22months

-Ling-

Marmer Cake

Adonan cake masuk oven 18.25. Matang 45 menit kemudian. Penampakan dan status terakhir pada pukul 20.32 (saat postingan diketik) sudah sisa kurang dari seperempat saja. Mantap memang.

Marmer cake favorit kali ini dibuat mengikuti resep dari cookpad dengan sedikit penyesuaian mengikuti selera dan ketersediaan bahan.

Cara membuatnya mudah. Tidak perlu mengocok putih telor secara terpisah. Hasilnya, yummy! Lembut dan tidak kering. Jadi lah diabadikan di sini untuk rebake dikemudian hari seandainya kelamaan ga bikin dan lupa takaran bahan-bahannya.

Bahan:
200 gr mentega
150 gr gula (aslinya 200 gr)
5 butir telur (aslinya 4 butir)
150 gr tepung terigu
1 sdt vanili
2 sdm Milo

Cara:
Kocok mentega dan gula sampai putih dan mengembang.
Masukan telur satu persatu.
Masukan campuran tepung terigu dan vanili sedikit demi sedikit sambil diayak.
Setelah merata, campur sedikit adonan dengan Milo untuk membuat motif marmer.
Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles mentega dan dilapis dengan terigu.
Panggang dalam oven 180 celcius yang sudah dipanaskan sekitar 45 menit.
Karena gue suka kulit yang agak garing, jadi tambahan waktu 5 menit di oven dengan api atas.

Karena menggunakan Milo dan bukan coklat bubuk biasa, jadinya kata "jadul" dikeluarkan dari nama kue. Perasaan masih ada sisa bubuk coklat, ternyata pas nyariin ga ketemu. Sudah habis dibikin minuman sama si Dede. Jadilah improvisasi dengan bubuk Milo yang sama-sama menghasilkan warna coklat. Jeleknya Milo, warna coklatnya tenggelam ke bawah. Jadinya kurang marmer penampakannya.

Akhir kata, jangan nimbang dulu deh sementara waktu! Ckckck..

-Ling-

New Haircut

Hampir dua tahun sudah sejak keinginan muncul dan baru terealisasi kemaren. Dan kalo bukan karena si hair stylist yang gerak cepat mungkin masih belum sependek ini hasilnya.

Sempat harap-harap cemas awalnya.  But like the result. Feel fresh and enteng!

-Ling-