My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Goodbye My Love

Sejak tadi siang, ga tau kenapa lirik lagu, Goodbye My Love, dari Teresa Teng lalu-lalang mulu di otak. Jadi pengen ngasi lagu ini ke si Kamu.

Goodbye My Love
Teresa Teng

Goodbye My Love
wo de ai ren zai jian
Goodbye My Love
xiang jian bu ru na yi tian
wo ba yi qie gei le ni
xi wang ni yao zhen xi
bu yao gu fu wo de zhen qing yi

Goodbye My Love
wo de ai ren zai jian
Goodbye My Love
cong ci he ni fen li
wo hui yong yuan yong yuan
ai ni zai xin li
xi wang ni bu yao ba wo wang ji

wo yong yuan huai nian ni
wen rou de qing huai nian ni
re hong de xin huai nian ni
tian mi de wen huai nian ni
na zui ren de ge sheng
ze neng wang ji zhe duan qing
wo de ai zai jian
bu zhi na ri zai xiang jian

~zai jian la, wo de ai ren
wo jiu yong yuan bu hui wang ji ni
ye xi wang ni bu yao ba wo wang ji
ye xu wo men hai hui you jian mian de yi tian bu shi ma?~

wo de ai ren
wo xiang xin
zong you yi tian neng zai jian

Thanks to Amethyst Lyrics tempat gue copas lirik di atas

Hihihi... baru nyadar, lagunya tua banget yah! Jadi malu ckckck


-Ling-

Death Talk

Death. Have you ever think about it? I did.

Few weeks ago i got sick. The "death" topic popped up when i am trying to get some rest. Then, my thought working on the question "what happen if i can't recover?" And, you know what? The first things came up was "what will happen with my mom and my younger sister?" Especially my mom, could she accept this? Since my dad just passed away 8 months ago, that must be tragic!

And I think I saw that at her. She looks so worry, even its just a cough. Maybe a kind of trauma. We used to thought dad got a cough until we found out that his liver was not work properly. And that was to late.

Hemm.. I still remember that the first thing used to be came up when someone talk about death was, I imaging the punishment stuff and scared about that. Well, things has changed. The power of Experiences! Hehehe..

Next was "who would cry at my funeral? and how long people would still remember about me?". Sounds like an unimportant and silly, but i think that has something to do with my life's quality. How many people who really know and care about me. How many people really love me. How many people I impressed.

When the question changed to "what i have done? good and bad". I stop. Its too scary. And, i am so not ready.. Hahaha..


-Ling-

KDRT, huhhh!!

Tadi sore liat-liat blog orang trus ga sengaja nemu salah satu blog yang ngebahas soal kekerasan dalam rumah tangga yang beken dikenal sebagai KDRT. Waktu baca, gue sampe takjub. Kog bisa yah ada orang (baca: perempuan) yang bisa menahan diri dan menerima perlakuan seperti itu. Gue bener-bener ga habis pikir.

Ceritanya ada beberapa. Pertama, cerita tentang pemilik blog yang kini sudah bercerai dari suaminya, yang menurut gue sinting, kita sebut aja dengan panggilan ibu Anita. Ibu Anita ini tipe yang diam dan pasrah. Jadi, ketika suaminya mulai bertindak tidak wajar, dia lebih banyak diam dan menerima dengan pasrah. Tindakan tidak wajar: selingkuh, ketika diminta untuk mengakhiri malah memukul dan menyiksa sampai koma.

Beberapa tahun kemudian, setelah benar-benar merasa tidak sanggup karena menerima kekerasan yang sama berulang-ulang, akhirnya Ibu Anita memutuskan untuk meminta cerai. Saat ini, ia sedang menata kembali hidupnya, keluar dari trauma masa lalu dengan cara mengeluarkan dan membagi pengalaman kelamnya dengan masyarakat luas melalui dunia maya. Ia merasa lebih bahagia.

Cerita kedua, datang dari komentar yang dikirimkan ibu yang mampir ke blog ibu Anita, kita sebut saja sebagai Ibu Sri. Kejadian yang dialami lebih gila lagi. Sejak menikah, kurang lebih 19 tahun lalu sudah mengalami KDRT berulangkali.

Kekerasan yang diceritakan: awalnya suami seringkali memukul dan menyiksa secara fisik, namun sejak terjadi lepas kontrol hingga ada kejadian berdarah, akhirnya si suami menggunakan kekerasan psikis. Memaki, memarahi, mengancam, dll menjadi opsi baru. Sampai saat ini ibu Sri masih menikahi suaminya walau meski sudah tak ada lagi rasa cinta dengan alasan "demi anak-anak".

Ketiga, kisah nyata dari orang yang ibu Anita kenal, ketika membalas komentar dari Ibu Sri. Ceritanya si Ibu Reni yang setelah berulangkali mengalami KDRT akhirnya memutuskan bercerai. Selain disiksa secara fisik, si suami juga mempunyai wanita idaman lain alias WIL.

Setelah bercerai, dengan susah payah dan penuh kerja keras, Ibu Reni membesarkan kedua anaknya dan menyekolahkan mereka sampai "jadi orang". Si Ibu benar-benar hanya fokus kepada anak. Tak ada pernikahan ke-2. Kini, Ibu Reni dan anak-anaknya hidup bahagia bersama.

Empat. Temannya teman, baru menikah ga lama, masih pasangan muda, sebut aja Mba Bella. Ternyata KDRT tidak memandang usia, Bella mengalami KDRT. Suaminya ringan tangan ketika marah. Meski setelahnya si suami menyesali dan meminta maaf, tapi tetap aja!!

Waktu gue cerita ke temen apa yang gue baca, dia cuma bilang "sakit tuh orang". Jawaban yang singkat, padat dan mengena. Si suami sakit karena memperlakukan isterinya seperti itu dan si isteri sakit karena bisa-bisanya bertahan dalam kondisi dan situasi yang ga banget!! Amit-amit!!!

Semua informasi dan cerita belum selesai diproses. Akal sehat gue masih belum bisa menerima.
Belum selesai pikiran gue bermain dengan topik dan cerita di atas. Permainan pikiran gue terhenti karena harus pergi dan bertemu dengan teman kampus yang lagi balik Jakarta.

Malamnya, topik KDRT muncul lagi. Setelah sinetron-sinetron selesai, tiba-tiba ada tayangan "reality show" yang membahas isu rumah tangga. Terlepas dari apakah ini karangan atau bukan, menurut gue cerita terakhir ini adalah yang paling gila. Isteri diminta untuk "melobi" klien agar menang tender. Melobi itu memberi servis kepada klien, di restoran, tempat karaoke, sampai kamar hotel. Jika tidak berhasil, si istri akan menerima ganjaran fisik. Ketika si isteri sudah merasa tidak sanggup, si suami marah. Fisik jadi korban. Tambahannya, ancaman bahwa si anak perempuan akan menggantikan peran si isteri jika si isteri benar-benar mau berhanti. Oh My!!

Yang hebatnya lagi, si suami tidak merasa ada yang salah dengan kelakukan dan permintaannya terhadap si isteri. Suami hanya memaksimalkan background si isteri di bidang public relation untuk membantu perusahaan suami yang tengah mengalami guncangan.

Si isteri wajib mendengarkan permintaan suami sebagai bentuk pengabdian. Wow!! Jadi, isteri wajib menemani, menyenangkan dan melayani klien suami. Isteri tidak pulang karena melobi klien, tidak dicari dan tidak dipermasalahkan. Isteri tidak mau lagi melakukan proses melobi, dipermasalahkan dan diberi ganjaran fisik.

Gue pikir, ga mungkin suami ga tau apa saja yang akan dilakukan klien terhadap isteri jika proses melobi dilakukan di tempat karaoke dan kamar hotel. Masih manusia ga seh suami kaya gitu??!!! Udah tau tapi diam aja. Udah tau malah masih memaksa.

Apa seh sebenarnya ada dalam pikiran para perempuan yang mengalami KDRT tapi hanya diam saja? Cinta? Plis deh!! Kalo kita mencintai seseorang pasti ga pengen orang itu tersakiti. Kalo kita cinta sama orang, apa kita tega main tangan? Enggak kan! Nah, kalo memang cinta, apa dia akan tega main tangan? Kalo emang dia cinta, apa rela liat kita disakiti?? Logika sederhana!!!

Malu sama lingkungan kalo jadi janda? BASI. Udah ga jaman perduli apa kata orang. Well, mungkin ekstrim kalo kita bilang hidup tanpa memikirkan pandangan dan penilaian orang. Tapi, apakah hal tersebut lebih berharga dibanding diri kita sendiri? Gue rasa, semua orang adalah penting dan berharga. Boleh aja mempertimbangkan pandangan orang lain, apalagi kita hidup di Indonesia, tapi ga sampai mengorbankan diri sendiri kan!

Takut anak-anak menderita? Hey! Mandiri lah! Singsingkan lengan baju. Kerja! Yang penting halal. Seribu jalan menuju Roma. Ga mungkin pencipta membiarkan dan tak menghargai usaha dan kerja keras umatnya. Contohnya adalah kisah ibu Reni.

Amit-amit! Tapi jika sampai ada yang mengalami, hubungi aja lembaga-lembaga sosial yang siap membantu seperti Komnas Perempuan. Kalo perlu langsung datang aja ke kantor polisi terdekat!

Hoamm.. ngantuk!
Sekian luapan kekesalan gue. Semoga bermanfaat.


-Ling-

Update vs Hias-hias

Update.. update.. update!!

Keinginan untuk nulis dan update blog sedikit teralihkan oleh keinginan utak-atik tampilan blog. Mau ngetik-ngetik, eh jadinya browsing-browsing trus edit-edit si html hehehe...

Ga tau kenapa, beberapa hari terakhir ini gue lagi dilanda hasrat untuk berdandan. Maksudnya mendandani si LINGism lho, bukan si Ling-nya :P Hasilnya: Related Post, Favicon & New Header!! ^^

Terkait hasrat baru yang sedang melanda tersebut, dampak yang paling terasa adalah postingan gue akhir-akhir jadi sedikit berbau teknis. Yah, meski hanya versi blogger awam yang berniat berbagi apa yang gue tau ^^ Pengalaman mengubah favicon udah di posting kemaren, yang dua lagi segera menyusul..

Udah dulu ahh mau melanjutkan cari tau cara masukin image di background lagi. Kalo uda gini emang ga ada puasnya neh. Ada-ada aja yang pengen di personalisasi :P


-Ling-

Blog Dress Up: Favicon

Yippy!! Akhirnya sukses juga ngeganti Favicon di blogspot!

Oh yah, favicon itu adalah icon yang muncul di browser ato tab kalo kita masuk ke link tertentu. Kalo di blogspot, logo kuning kecil dengan huruf "B" warna putih itu lho

Gue berhasil mengganti favicon gue dengan sukses setelah googling dan mencoba beberapa sumber. Yah, maklum dari awam banget, jadi yah butuh beberapa kali trial and error deh hehehe..

Kalo ada yang mau baca dan nyoba, berikut cerita pengalaman gue membuat favicon..

Mempersiapkan Favicon
  • Buat gambar/logo yang mau dijadikan favicon. Sebaiknya buat dalam ukuran persegi, agar ketika dijadikan favicon, bentuk tetap proporsional
  • Buat favicon di web berikut favicon.cc. Caranya tinggal upload dan generate, lalu download dan simpan di komputer
  • Upload favicon ke situs tertentu. Gunanya, untuk mendapatkan URL link yang akan digunakan Blogspot untuk ambil favicon. Kalo gue pake Google Sites. Tinggal pake ID yang sama untuk login Blogspot, mudah dan gampang

Setelah selesai, lalu masuk ke akun Blogspot

Dress Up Blogspot
Login ke blogspot
  • Masuk ke Dashboard lalu pilih Layout
  • Klik bagian Edit HTML. Sebelum mulai edit, save template awal, incase terjadi salah-salah ketik
  • Gunakan fitur "find" untuk mencari kata </head>
  • Lalu, tepat di bawah kata </head> masukan kode berikut:
<link href='nama URL' rel='shortcut icon'/>
<link href='nama URL'/>

*thanks to freefavicon.com, sumber di mana gue mendapatkan kode di atas ^^
  • Ganti nama URL dengan URL tempat mengupload favicon di situs yang digunakan.
Contoh, URL yang gue pake:
http://sites.google.com/site/xxx/xxxxx/favicon.ico
Contoh kode yang udah dimasukan URL gue:
<link href='http://sites.google.com/site/xxx/xxxxx/favicon.ico' rel='shortcut icon'/>
<link href='http://sites.google.com/site/xxx/xxxxx/favicon.ico'/>
  • Klik preview untuk memastikan sebelum "save template"
Selesai..

Kalo udah menemukan cara yang mudah dipahami, ternyata ga susah lho.. Selamat mencoba dan semoga sukses dengan favicon-nya ^^


-Ling-

Masakan Rumah

Pasti pada setuju kalo "ga ada yang bisa mengalahkan masakan rumah!" Iya kan?

Beberapa hari terakhir ini nyokap lagi rajin eksperimen sama jenis masakan baru. Ehmm, baru buat nyokap lho, bukan jenis makanan baru pada umumnya. Soale nyokap itu jarang banget masak makanan dari daerah lain. Keahliannya masak chinese food ala Jawai, kampung halaman gue. Specialty? Bebek Ta Lu, Ayam Tim, Tun Nyuk, dll.

Oh yah, nama masakannya ini berdasarkan kesepahaman gue, orang rumah dan keluarga dekat aja, belum tentu berlaku umum. Maklum gue hanya makan masakan itu di rumah atau tempat saudara aja, close community gitu deh, jadi ga tau deh di luaran nama masakan ini tuh apa hehe..

Yang dimasak nyokap belakang ini adalah makanan yang sebelumnya belum pernah dia bikin sendiri, seperti somay, pangsit dan mie. Bagi sebagian orang, mungkin ini adalah masakan biasa, tapi buat gue, itu adalah jenis baru masakan rumah yang belum pernah dicicip sebelumnya.

Rasanya? Hemm.. yummy!!
Aku cinta masakan rumah!
Aku cinta masakan mama!
Thanks mom!! :D
Aku cinta mama!!!
Muahhh...


-Ling-

Pet Society: Gift

Hampir seminggu ga bisa online Petsos karena gangguan jaringan inet, akhirnya hari ini semua terbalaskan! Sabtu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Kabel telpon yang diduga menjadi penyebab ga bisa online, diganti yang baru! Hasilnya.. Online Petsos!! :D

Hari pertama online Petsos, disambut sama pendatang baru, Hideeni. Menurut si Mayor, Hideeni ini suka banget main petak umpat. Kalo kita ketemu sama dia pas lagi visit temen, dia akan ngasi kita sesuatu untuk diberikan kepada teman Petsos dengan cara mem-publish-nya di wall. Teman yang ngeliat hadiah yang kita publish tinggal klik "accept gift" trus hadiahnya akan dikirim ke rumah si teman dengan kotak kado warna ungu.

Hemm.. Gue dapat hadiah pertama Hideeni melalui dede gue tercinta. Baru online, tau-tau dia heboh suruh gue klik profil Facebook dia untuk accept gift. Sempat bingung juga sama perintahnya si dede. Tapi karna topiknya gift aka hadiah, gue ikutin aja deh instruksinya. Pake buru-buru juga ga masalah. Hehe..

Lucu juga kalo dipikir. Kirain si gift cuma bisa di accept oleh satu orang aja, ternyata hadiahnya bener-bener terbuka untuk umum. Setelah di-publish, sapa aja yang bisa buka profil dan ngeliat bisa accept gift. Maklum deh, baru pertama kali ketemu dan publish hadiah dari si Hideeni, jadi masih ga tau aturan mainnya.

Oh yah, hadiah yang sama hanya bisa satu kali accept. Trus dalam satu hari, ada kemungkinan untuk ketemu Hideeni dua kali, pengalaman si dede. Yang baru dialami seh dia memberikan hadiah yang sama. Entah kebetulan atau memang begitu aturannya. Confirm later.

-Great Hideeni & 1st Gift-
Intinya, I Love Great Hideeni!! ^^


-Ling-