My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Camping. Tambahan

Baru pindah-pindahin foto lagi dari ponsel, suka deh sama yang satu ini

 

Foto ini diambil Desember lalu waktu ngekor si Kamu camping ke Cipelang. Ternyata jepretan yang satu ini keren juga ^^

Informasi tambahan, salah satu menu utama selama di sana.. Indomie pake telor! Mantab bener dimakan pas dingin-dingin. Nyammm..

Hemm.. kapan yah camping lagi?? *buzz si Kamu



-Ling-

Will You Marry Me?

These "Will You Marry Me" cute cupcakes are too cute to be skipped. So, even months has passed, here they are.. 

Closer..

 Main characters.. Me & Kamu ^^
 Love them so much! And, tell you what.. I still keep some of them! Hohohoho


-Ling-

Kebun Raya Bogor

"Kalo lagi pacaran ga boleh ke Kebun Raya Bogor, nanti bisa putus", kata si Kamu. Jadilah ga pernah mampir melihat keindahan alam yang satu ini meski udah berkali-kali ke Bogor.

Kebetulan di hari Valentine yang lalu karena satu dan lain hal gue ke Bogor dan ga ada rencana mau belanja, jadilah mampir ke Kebun Raya Bogor. Kebiasaan banget kalo lagi ga perlu kita akan lalu-lalang berkali-kali dan begitu mencari, kudu mutar-mutar dulu. Setelah berputar cukup lama, akhirnya kami temukan juga pintu masuknya.

Perorang dikenakan Rp. 9.500,- dan mobil Rp. 15.500,-. Sepertinya harga tiket masuk hari kerja berbeda dengan akhir pekan. Di tiket tertera "Tiket Masuk Hari Kerja", kalo perginya hari Sabtu atau Minggu, mungkin akan tertera "Tiket Masuk Akhir Pekan" ^^
Pemandangan sekililing cukup rindang. Jika berada di dalam, tak menyangka sedang berada di tengah kota Bogor. Yah, meski pada beberapa bagian kita masih bisa melihat bayangan kendaraan yang melintas dibalik tanaman.

Suasana hari itu bisa terbilang sepi. Hanya ada sekitar 10 - 15 kelompok pengunjung yang berpapasan dengan kami. Ada yang datang bersama keluarga, teman dan juga pasangan (dari usia, sepertinya pacar dan bukan suami-isteri *kepoh mode on). Selain wisatawan domestik, tampak juga warga asing yang didampingi oleh tour guide.

Untuk berkeliling, selain jalan kaki, kendaraan diijinkan masuk. Kami masuk dengan kendaraan dan berhenti dipinggir jika ada yang menarik perhatian kami. Pertama kali berhenti tak jauh dari pintu masuk. Kami tertarik melihat daun teratai yang besar ditengah danau.

Tak lama kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di suatu tempat. Bingung menjelaskan, langsung liat foto aja yah.. ^^  Jalan setapak beratap tanaman merambat.

Di sekitar situ ada bunga yang cukup familiar. Tapi, apa yah namanya?


Selanjutnya kami kembali berhenti di depan bangunan yang sepertinya untuk penelitian. Kami mampir ke bangunan sebelahnya, numpang toilet :P

Disekeliling rumah tempat kami masuk *ga ada foto, ada tanaman yang belum pernah kami lihat. Bentuknya cukup unik.  

Ada juga yang sering dilihat dan dijadikan mainan waktu masih kecil dulu. Hemm.. jangan tanya apa namanya yah :P

Perjalanan selanjutnya, mencari Jembatan Merah legendaris yang katanya pasangan lewat sana bisa putus. Di sini cukup banyak pengunjung yang berkumpul dan foto-foto. Gue ga turun karena gerimis lumayan besar. Ga mau ambil resiko masuk angin, jadi cuma nunggu di mobil. Jadi, ga ada foto yang bisa diupload.

Dari jembatan merah, kami berniat melihat bunga Rafflesia alias bunga Bangkai yang ternama. Sayang bunga yang mekar tiap 3-4 tahun itu udah layu. Kami terlambat 10an hari. Jadinya hanya bisa mendapatkan foto berikut ini.

Ternyata lumayan juga lho meski cuma melihat layuan bunga. Karena kalo lagi ga berbunga, kita hanya akan menemukan dataran tanah atau batang pohon saja. Menurut salah satu petugas, tanaman yang satu ini cukup unik, ada siklusnya gitu. Bunga - umbi/tanah - pohon - umbi/tanah - bunga. Atau kadang bisa juga, bunga - umbi/tanah - pohon - umbi/tanah - pohon - umbi/tanah - bunga.

Pengunjung tidak diperkenankan berada terlalu dekat dengan si Bunga. Ada pembatas pagar sekitar 3-4 meter. Di pagar disediakan papan informasi mengenai si Bunga langka.

Ada sembilan bunga yang dibudidayakan di Kebun Raya Bogor, jadi kalo mau melihat ga harus menunggu sampai 3-4 tahun. Lupa pastinya, yang pasti sembilan bunga tersebut tidak mekar pada saat yang bersamaan.

Hal menarik lainnya adalah jalan setapak menuju si Bunga. Batu-batu disusun sedemikian rupa jadi berbentuk deretan bunga. Dan, ternyata batu bunga ini tidak hanya di satu tempat. Salut juga sama pengelola yang memperhatikan sampai sedetail ini.

Perjalanan dilanjutkan tanpa tujuan. Lalu kami berhenti di kaktus area. Sepertinya kawasan ini di namakan Taman Mexico. Ada beragam jenis kaktus disepanjang jalan yang kami lewati. Berikut beberapa yang sempat terfoto.

Ada kaktus yang berbunga juga lho.. 
Tak jauh dari area kaktus, ada satu pohon besar yang cukup menarik buahnya kurus-panjang gitu.

Sebelumnya ga ikut liat Jembatan Merah, eh ketemu jembatan merah versi kecil ^^ Kalo berdiri di jembatan merah ini bisa melihat jalan raya.

Dari area kaktus, kamu berhenti ketika melihat pohon melengkung ini. Sepertinya bagus untuk foto-foto hehehehe... 
 

Sebelum berhenti untuk foto, di dalam mobil sudah membicarakan mengenai pasangan muda yang sedang berpelukan di jalan yang kami lewati. Maklum, perginya bersama para ibu-ibu yang notabene bawel. Apalagi yang berhubungan dengan kemeraan ditempat umum. Waktu mau meninggalkan lokasi, eh, dapat angle bagus! Jadi lah kepoh babak dua.. hihihihihi

Hari semakin sore. Kami bermaksud mengunjungi Rumah Anggrek, namun gagal. Berkali-kali mutar tapi ga ketemu. Dalam perjalanan menuju Rumah Anggrek malah melihat pohonn unik yang berwarna merah keemasan ini. Dari akar sampai ujung pohon semuanya sama. Pohon ini sangat tinggi. Sampai-sampai tidak bisa mendapatkannya dalam 1x jepretan.

Sampai akhir kami masih tak menemukan si Rumah Anggrek. Bangunan terakhir yang kami tuju ternyata adalah Restoran & Cafe. Tempat mempunyai pemandangan indah. Tanah lapang penuh rumput hijau menjadi halamannya.

Diujungnya terdapat kolam yang dihiasi teratai. Lebih besar dari yang kami liat ketika baru masuk.
 

Ini adalah perhentian terakhir kami. Katanya Kebun Raya Bogor tutup jam 5 sore. Kami pun mencari jalan keluar. Dan, ketika kami keluar, malah melihat ada kendaraan yang masuk tanpa harus membeli tiket. Sepertinya tempat kami keluar menjadi pintu masuk bagi yang mau mengunjungi Restoran & Cafe tadi. Sepertinya, ga tau juga.. 


-Ling-

Dokcilo: Singapore Day 2

Dokcilo visit Singapore Day 2 routes.

Tujuan pertama dan utama perjalanan kali ini adalah dalam rangka urusan dinas, maka aktivitas pertama adalah ngantor. Dan, begini lah gaya Dokcilo lagi (belaga) ngantor.
-Dokcilo: At Office-
Walo dalam rangka kerja, tapi uda sampe kalo ga jalan-jalan rugi bandar dong. Pagi sampe sore di kantor, malam hari, saatnya jalan-jalan ^^

Tujuan malam ini seharunya ke Merlion Park dulu, biar Cilo ga ngiri sama Cile. Tapi karena jarak MRT terdekat semuanya jauh, si Kamu malas jalan. Jadinya langsung menuju kawasan China Town yang mana keluar MRT udah penuh keramaian.
-Dokcilo: Pagoda Road, China Town-
Ingat jalan, tak boleh lupa makan :D
-Dokcilo: Smith Road, China Town-
Rute selanjutnya, Clarke Quay, terpaksa dibatalkan mengingat besok masih harus ngantor. Hemm.. Besok malam Dokcilo bakal diajak kemana yah? Can't wait! Can't wait!


-Ling-

Dokcilo: Changi Aiport

Dokcilo's first pose at Singapore, Changi Airport. Oops! Ada penampakan jari siapa tuh :P

Rasanya 1 - 0 untuk Cile dalam hal penampakan pertama. Background latarnya lebih keren dan OK. Ga pake jari pula. Hehehehe.. Penampakan pertama Cile, klik sini.


-Ling-

Dokcilo: Prolog

Masih ingat postingan gue tentang Dokcile yang berpetualang ke Singapore Desember lalu? Yang ini lho.. Dokcile: Singapore D-1, Dokcile: Singapore D-3, Dokcile: On Board, dan Dokcile: Very Late Dinner. *Sebenarnya masih banyak petualangan lain Cile yang bisa ditulis. Andai saja gue ga malas :P

Masih berhubungan, tapi kali ini gue bukan mau ngetik mengenai petualangan Cile yang lainnya *mungkin lain kali ^^ Bintang kali ini adalah Dokcilo!

Di postingan sebelumnya gue sempat bahas soal si Kamu yang akan berangkat dinas. Nah, biar adil, si Kamu akan mengajak Cilo! Yah, meski ga janji akan banyak petualangan seru seperti yang dialami oleh Cile, setidaknya perjalanan kali ini bisa memberikan pengalaman seru bagi Cilo.

Ini adalah perjalan pertama si Kamu keluar negeri. Dan, gue pun ikut deg-deg-an. Si Kamu akan berangkat sendiri! Meski bukan anak kecil, tapi ini adalah pengalaman pertama. Sendiri pula. Semoga dengan adanya Cilo, jadi lebih baik ^^

Rupanya Cilo cukup excited dengan perjalanannya yang juga pertama. Tau-tau uda standby dia dalam posisinya. Ckckckck
-Dokcilo: Ga Mau Ketinggalan. Tampak Samping & Tampak Atas-

Kita tunggu cerita selanjutnya dari Cilo :D


-Ling-

Mouse Toshiba

Tau ga? Toshiba mengeluarkan "mouse" lho!! *norak detected! Wahhh.. Hemm, mungkin biar para pengguna perangkat komputer Toshiba bisa me-matching-kan diri kali yah? Hehehe
Ga tau sejak kapan uda ada dipasaran, yang pasti gue baru tau kemaren waktu si Kamu bawa pulang. Harga IDR 60.000,-.

Bentuk seh standar, yang mencolok adalah warnanya yang putih dan lampu biru. Kalo Logitec kan lampunya merah tuh. Dan, untuk daya tahan belum bisa ngomong banyak, akan gue update berapa lama Tikus Putih ini dapat bertahan.


 -Ling-