My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

NoteArt

Gaya lama, media baru.

Pemandangan dua gunung dengan matahari bersinar terang di tengahnya.

-Ling-

Kuala Lumpur: Suria - Menara Petronas


Di Jakarta ada Monas, Kuala Lumpur punya Petronas. Menara Kembar kebanggaan Malaysia ini pasti menjadi top answer begitu muncul pertanyaan "mau lihat apa di Kuala Lumpur?".  Terlebih bagi pelancong yang baru pertama kali mengunjungi ibukota Malaysia seperti kami, saat itu.

Karena belum ada gambaran mau ngapain dan kemana saja, kami pun memutuskan Petronas sebagai tujuan pertama per-wisata-an kami.

Modal awal petualangan ini, free wifi supported by Red Paradiso Bed & Breakfast dan sobekan rute MRT (atau apapun namanya) dari free magazine yang gue ambil di bus. Lucky Us ^^ Kedua hal ini benar-benar menjadi penolong sejati bagi kami yang datang dengan informasi nihil.

Buat yang bermaksud menuju Petronas dengan menggunakan MRT, mohon perhatiannya. Line Pink dan Hijau TIDAK NYAMBUNG! Kalo nginapnya di jalur hijau, mending naik bus. Jangan ulangi kesalahan kami. Mau ambil jalan berputar atau memilih pindah jalur dipertengahan sama-sama bukan pilihan menyenangkan. Buang waktu dan biaya versus buang tenaga alias bikin capek. Antara stasiun satu dengan yang lainnya jauh banget.

Lagi pula ada bus gratisan yang disediakan untuk mencapai Petronas. Sayangkan kalo disia-siakan. Hemat waktu, hemat biaya dan hemat tenaga pula. Bus berhenti tepat didepan mall Suria. Tinggal turun langsung foto-foto. Eh, samakan tujuan kita ke Petronas? :P

Oh yah, catatan penting buat yang akan menuju Petronas menggunakan MRT. Begitu keluar pintu mall, langsung aja tengok ke atas. Jangan ulangi kesalahan kami yang satu ini juga. Udah sampai, masih bolak-balik nyariin si menara kembar, padahal udah berada didalamnya *tepok jidat

Akhir kata, selamat foto-foto! *teuteup.. hehehe..

-16.11.12-

PS. Original Trip 16.11.12.


-Ling-

Happy New Year!



Happy New Year 2013!

New Year.
New Plan.
New Hope.

Wish me luck! 

PS: 2013, be nice, please..


-Ling-

Lost in Peace

Lost in Peace

Onyx
01/05/2010 - 30/12/2012

Semoga menjadi berkah bagi yang menemukannya.


-Ling-

Hoka-hoka Bento: Agenda 2013

Yeay! Its already D-3 till I use this new agenda from Hoka-Hoka Bento! ^^

Hoka-hoka Bento's 2012 agenda introduce us to Kokeshi, a popular dolls originate from Tohoku, northern Japan. In this upcoming year, we will learn another Japanese's culture, Kabuki.

Kabuki is Japanese's traditional theatre, where its actors wear a super thick makeup while on stage. Each actor will have a different makeup and costume according to their role.

In reality, I think all of us are not much different then those characters played by the Kabuki actors. We also have a "thick makeup" on our face and playing our role on our daily life.

Simple sample. We play a "smart and hard worker" role at our job interview. Hiding the "ugly and bad tempered" part of us at our date. We hide our true self behind those makeup, and reveal it only for who are close to us.

Hmmm, seems that the first version of "don't judge the book by its cover" might be "don't judge people by their face" :P


-Ling-

Kuala Lumpur: Keywords


Membekali diri dengan informasi seputar lokasi tujuan merupakan salah satu poin yang penting. Karenanya, sebelum menginjakan kaki di KL, ada baiknya berkenalan dengan beberapa "kosakata" berikut yang akan memudahkan perjalanan.

KLIA. Nama panjangnya, Kuala Lumpur International Airport. Tempat mendarat para pengunjung KL. Ibaratnya Soekarno-Hatta-nya KL lah. Tak bisa bercerita banyak tentang KLIA, soalnya belum menginjakan kaki langsung.

LCCT. Kepanjangannya, Low Cost Carrier Terminal. Bandara khusus bagi pendaratan pesawat murah aka budget airlines. Contoh, Airasia dan Mandala. Meski dikhususkan untuk penerbangan murah, bandara ini tetap nyaman. Yang penting bisa menjalankan fungsinya dengan baik serta mengakomidasi wisatawan budget seperti kami.

KL Sentral. Pusat transportasi yang menghubungkan Kuala Lumpur ke-mana-mana. Dari antar kota sampai antar negara. Bus atau kereta dari dan ke bandara juga naik-turun di KL Sentral ini. Jadi, wajib kudu dan harus mengetahui kata dan lokasinya. Oh yah, jangan ketukar sama KLCC, ini adalah dua lokasi yang berbeda.

KLCC. Nama panjangnya Kuala Lumpur Convention Centre. Kode yang perlu diingat bagi yang mau mengunjungi landmark Kuala Lumpur, Petronas Twin Tower.

GoKL Bus. Bus gratisan yang memungkinkan kita mengitari tempat wisata di pusat kota KL. Ada dua jalur, Ungu dan Hijau (baca: Purple line dan Green line).
PS, not only the ride, you can also enjoy free wifi! ;)

Bukit Bintang. Salah satu kawasan tujuan wisata favorit. Berjaya Times Square, Lot 10, Pavilion, Sungei Wang Plaza, dan deretan pusat perbelanjaan lainnya siap menguras kocek. Laki-perempuan, silahkan berpetualang sesuai dengan kesukaan masing-masing.



-Ling-

Paspor Online. Limited Service


Senang sekali ketika ditjen imigrasi meluncurkan layanan "permohonan paspor online". Apalagi setelah merasakan sendiri kemudahan yang ditawarkan ketika mengurus perpanjangan paspor sendiri pada akhir tahun lalu. Efisiensi bagi pemohon mau pun pihak ditjen.

Hemat waktu dan biaya buat pemohon, tenaga dan biaya bagi pihak imigrasi (petugas imigrasi tidak perlu lagi scan dokumen, udah langsung mendapatkan data digital tanpa mengeluarkan biaya tambahan). Dan, layanan birokrasi yang ringkas ini dipastikan meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap ditjen imigrasi. Terlebih bagi mereka yang sudah merasakan langsung, termasuk gue. 

Dengan adanya sistem baru ini, gue sangat yakin kejatuhan era calo di kantor imigrasi hanya lah masalah waktu saja. Siapa yang mau menggunakan jasa calo jika sudah ada sistem birokrasi yang jelas? Hemat biaya pula. Namun, hari ini, gue dikecewakan oleh birokrasi layanan publik yang gue anggap paling rapi dan "bersih". Tadinya gue kira, seiring semakin majunya tehnologi komunikasi, cita-cita ditjen adalah melayani lebih banyak pemohon online. Eh, ternyata layanan permohonan paspor online yang "membela" kepentingan warga malah dibatasi.

Kini, hanya 100 permohonan paspor online yang akan dilayani oleh satu kantor imigrasi setiap harinya. Jadi, semua pemohon yang sudah mengajukan permohonan paspor online harus datang sepagi mungkin ke kantor imigrasi agar bisa dilayani pada hari yang sama. Jika kuota sudah lewat, tak peduli walau waktu masih menunjukan pukul sepuluh atau bahkan sembilan pagi, pemohon harus mengirimkan ulang permohonan paspor online dan datang kembali esok hari.

Hal yang paling mengecewakan dari kebijakan ini adalah, pada "tanda terima pra permohonan" hanya tertera keterangan diminta hadir pada jam 08.00 s/d 11.00. Tidak ada keterangan sama sekali bahwa hanya 100 pemohon pertama yang akan dilayani.

Suatu terobosan yang bisa "lebih melayani" (kualitas) pastinya akan menghadapi situasi "melayani lebih" (kuantitas) ketika makin dikenal luas oleh masyarakat. Apalagi jika terobosan tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan. Tapi, ketika terobosan tersebut sudah dikenal luas, apakah tak ada solusi lain yang bisa ditawarkan selain mengurangi kualitas?

Kebijakan pembatasan kuota yang dipilih seakan menyirami rumput yang mulai kering. Bagai kembali memberi celah kepada para calo untuk "melayani" pemohon yang akhirnya nyerah setelah lelah berebut nomor antrian. *Eh, kog jadinya seperti mengarahkan warga untuk memilih jalur konvensional yah? Hmmm..

Seratus, meski bukan jumlah yang sedikit, namun tidak bisa dikatakan banyak. Total warga DKI menurut sensus 2010 saja ada 9.607.787 jiwa *sumber: wikipedia.org. Entah berapa pemohon yang mengajukan permohonan paspor online setiap harinya. Tadi ketika daftar ulang untuk tiga nama pada jam 11an, dalam 30 menit, selisih nomor tanda terima pertama dan ketiga adalah 27.
 
Berikut ini apa yang terlintas di kepala gue ketika "ditolak" oleh petugas imigrasi Jakarta Barat karena kuota habis.
Kog jadi ribet gini yah? 
100 orang per hari, kudu rebutan nomor antrian tiap pagi kah?
Kembali lagi ke masa 'bikin paspor itu ribet dan repot'. Terkesan seperti mengkampanyekan pen-calo-an ga seh?!
Ada tambahan lain?!


-Ling-