My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

10th Seventeenth

Bertepatan dengan Dirgahayu RI, si Onga kini Sepuluh Bulan!! Kalimat klisenya "Ga berasa!!"

Kali ini fotonya ga di rumah. Ceritanya lagi main ke Gading, jadi lah ada anak tambahan. Si narsis kecil yang ga boleh lihat kamera, pasti nimbrung! Ckckck

Spesial lainnya di 17 kali ini adalah kue yang dipilih. Ternyata Pineapples Cake yang ditawarkan sama si mbak itu lagi "in". Bolu vanila dengan selai nanas dan taburan crumbles nastar. Penting banget lho poin yang satu ini. Secara kan ceritanya pencinta kue, jadinya harus update deh. Hehehe..

Bekal dia bulan ini adalah, makin lihai merangkak!  Sebelumnya kan agak malas tuh. Sekarang uda lebih sering  dan cepat. Dari sisi kemampuan verbal, makin bisa mengutarakan keinginan untuk nenen atau makan ^^

Last but not least, Happy 10th Month my little one!!  Love You!


 



-Ling-

Her First Date

Little girl's first date, Daddy! Yes or yes? ;) 

-Ling-

Dua Gigi Saya

Gigi yang di tunggu-tunggu akhirnya nongol juga! 
Kelihatan ada dua dan sama besar, tapi sebenarnya kedua gigi Onga tidak tumbuh pada saat bersamaan. Yang sebelah kiri lebih duluan sekitar semingguan. 

Di antara penantian yang lain, urusan gigi ini lumayan dinantikan. Alasannya sederhana, biar bisa mulai makan makanan yang lebih keras! Hehehe.. Yah, walo neneknya berharap telat dikit tumbuhnya dengan alasan biar ga cepat rusak. 

Sudah keliatan bentuk gigi ketika baru mendekati sembilan bulan kalo menurut standar nyokap termasuk "cepat". Jadi sempat kaget pas lihat foto teman yang bayinya uda punya gigi begitu masuk enam bulan. Langsung update kategori deh. 

Bersyukur cerita tumbuh gigi cuma sebatas ngeces berkelanjutan disertai badan agak hangat yang ga sampai melewati 38 derajat. Jadi ga yang sampai begadang nungguin. Hmm, mungkin karena kekuatan ASI juga. Secara dari malam sampai pagi masi bisa 2-3x nyusu. 

Dua di bawah sudah, berikutnya menantikan dua gigi seri yang atas. Setelah itu mulai deh gigit-gigitan. 


-Ling-

8th Seventeenth

 

Another month has passed. Grow baby grow!  We love you more and more, sunshine! 


-Ling-

Rambut Bayi

Tiap masyarakat mempunyai adat dan budaya yang berbeda dalam membesarkan seorang anak. Tapi untuk urusan rambut bayi sejauh yang gue tau, akan ada acara cukur rambut. Kapan dan bagaimana yang kadang berbeda. Mencukur semua atau sebagian rambut bawaan lahirnya si bayi dan membiarkannya tumbuh.

Setelah dicukur, rambut pada sebagian bayi akan tumbuh secara tidak merata. Terkenalnya dengan sebutan di makan bantal. Pada kasus si Onga, ga ada ceritanya. Rambutnya tumbuh benar-benar rata meski agak lambat.

Foto ini diambil ketika akan pergi imunisasi menjelang tujuh bulan. Rata tapi belum lebat. Yah, walo uda cukup banyak.

Si Onga sendiri rambutnya dicukur habis sampai benar-benar botak setelah dia sebulan lebih. Jadi ketika sebulan itu cuma potong syarat aja. Baru deh cari waktu tukang cukurnya.

Yang cukur sepupu gue dengan menggunakan alat cukur jenggot manual. Waktu membayangkan seram juga. Tapi ketika uda liat langsung tidak seseram yang dikhayalkan.

Bagaimana cerita si Kecil mu?

-Ling-

Delivery AW

AW... AW... AW...

Kapan dan di mana biasanya mampir dan makan di restoran yang satu ini? Satu, Mega Mall aka Pluit Village, Pluit. Khususnya foodcourt lantai empat. Dua samping TMII. Tiga, Pancoran Toko Tiga. Selain itu kayanya ga ada lagi.

Pesan antar? Hemm, tau bisa pesan antar seh memang sudah lama. Nomor telpon 14061 malah udah disimpan, tapi belum pernah nyoba sampai sekarang. Jadi cerita berikut ini judulnya adalah pengalaman pertama.

Berawal dari rasa lapar dibarengi oleh malas masak dan ga tau makan apa, dibuka deh daftar nomor telpon di gagang wireless. Jangan tanya yang disimpan nomor apa aja. Hehehe.. Bosan sama yang biasa jadi favorit, jadilah milihnya AW sambil ngebayangin Mozza.

Begitu berbicara dengan operator, langsung terasa perbedaannya dengan 14045 atau "hunger sos". Kalah canggih dan kalah piawai langsung terlintas dalam benak. Selesai pesan, dikasi informasi 50 menit sampai.

Setelah itu ga ada telpon konfirmasi pemesanan. Dan setelah lebih dari 50 menit masi juga ga ada yang mencet bell rumah. Atas dasar dorongan lapar yang semakin ganas, gue suruh si adik yang menelpon. Eh, ternyata yang ditunggu akhirnya datang juga.

Makanan diterima oleh sang adik yang mana sang kakak sedang sibuk menyuapi sang anak. Dan, eng ing eng... Kaget pertama, bon dengan tulis tangan. Alasannya mesin sedang rusak. Kaget dua, voucher rootbeer yang dijanjikan ketika melakukan pemesanan sudah expired! Kadaluarsa.

Kurirnya seh memang belum pulang, tapi ya sudah lah yah.. tega amat disuruh balik lagi cuma karena voucher rootbeer aja. Kalo Mozza mungkin beda cerita. Hahaha..

Kaget tiga, makan sambil menatapi bon dan voucher expired, baru sadar. Mahal juga yah paket dua ayam dengan kentang dan rootbeernya :P Jadi sebel sendiri menerima tawaran operatornya untuk ambil paket. Soalnya niat awal itu maunya paket dua ayam saja. Bukannya dua ayam dengan kentang dan minum.

Sepertinya ini akan menjadi pengalaman pertama dan terakhir gue berhubungan dengan 14061. Combo 3x soale. Hahaha..


-Ling-

Sembayang Kubur

Si Kamu yang udah lama ga kebagian jalan-jalan kali ini mendapat tugas mudik tahunan, jalan-jalan sekaligus Sembayang Kubur.

Sembayang Kubur atau yang dikenal dengan Kaci dalam bahasa Khek dilakukan setahun dua kali. Begitu memasuki "waktunya", disediakan rentang 15 hari untuk melakukan Kaci. Benar-benar bebas memilih dari 15 hari tersebut sesuai waktu yang memungkinkan dan diinginkan. Ehm, bebas memilih yang biasanya masih dibatasi oleh opsi "hari baik".

Kaci pertama disebut juga "Chin Min". Biasanya jatuh sekitar bulan tiga lunar, tapi bisa juga bergeser lebih cepet atau mundur. Tahun 2015 ini "Chin Min" maju jadi sekitar awal bulan dua lunar. Pada saat "Chin Min" keluarga diperkenankan untuk "So Mu" atau bersih-bersih dan merapikan kuburan.

Empat bulan setelah "Chin Min", adalah Kaci yang kedua. Jika "Chin Min" bisa bergeser harinya, maka yang kedua ini sudah ditetapkan rentang waktunya. Masa Kaci dimulai pada tanggal satu bulan tujuh lunar dan berakhir pada tanggal 15. Di mana pada tanggal 15 ini akan diadakan "Shi Ku", sembayang untuk para arwah yang tidak memiliki sanak-keluarga.

Persiapan untuk kedua Kaci pada dasarnya sama. Bahkan bisa dibilang sama saja. Buah-buahan, kue-kue, dan "lauk-pauk" yang dipersiapkan ga ada bedanya. Untuk kue atau lauk yang disiapkan tidak boleh yang diolah dengan cara digoreng. Paling hanya direbus atau dikukus saja. Bahkan lauk seperti ayam,  daging, usus, tahu, telor, juhi, dll hanya direbus tanpa tambahan bumbu.

Pernah saya bertanya pada Paman mengenai apa saja yang harus dipersiapkan untuk Kaci, jawabannya sungguh-sungguh diplomatis. Tidak ada batas minimal atau pun maksimal untuk masing-masing jenis. Bagi yang mampu tentu yang dipersiapkan tak terbatas. Sedangkan standar minimumnya adalah pasang hio.

Kaci biasanya dilaksanakan pada pagi hari. Tapi di wilayah tertentu ada yang memilih sore hari, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Singkawang.

Oh yah, pada masa Kaci disebutkan bahwa gerbang antara alam manusia dan para arwah atau hantu dibuka. Oleh karenanya bagi yang percaya tidak akan mau menggelar pernikahan pada masa Kaci.

Masing-masing suku dan daerah mempunyai kebiasaan, nama dan cara yang berbeda dalam melaksanakan Kaci. Yang diceritakan di atas adalah versi Khek dari Kalimantan Barat.

Banyak yang memaknai Kaci sebagai menyembah selain Tuhan karena dalam bahasa Indonesia ritual ini disebut sembayang kubur, menyembah kubur. Buat gue pribadi ini hanyalah permainan kata, Kaci ga beda dengan ziarah. Di mana anak atau cucu mendatangi makam orangtua atau leluhur. Meneruskan tradisi, bakti juga mengenang yang telah tiada. Karena padanan kata yang terlanjur dipilih adalah sembayang jadinya rempong deh. Ini opini pribadi lho..

Demikian sekilas tentang Kaci yang gue pahami. Sebagai catatan untuk sendiri.

-Ling-