My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Showing posts with label perjalanan. Show all posts
Showing posts with label perjalanan. Show all posts

Singapore: Last Merlion

Satu-satunya foto di Merlion Park yang tersisa *thanks to Line Camera* dari perjalanan pertama di tahun 2014, Singapore dan Johor Bahru, Malaysia. Hasil jeprat-jepret gaya kiri-kanan lainnya hilang tak berbekas. Memory card tiba-tiba ga terdeteksi. 

So, ga ada salahnya back up beberapa foto terbaik dengan kirim ke jejaring sosial atau email. Ga ada yang tau kapan memory card minta pensiun.


-Ling-

(Harusnya) 10.15 Trip

Kuala Lumpur, here we are :D

Dengan tanpa mengurangi rasa bahagia, (semoga) semua berjalan lancar dan menyenangkan ^^ Mundur 30 hari, tak masalah..

Perjalanan ini kami laksanakan tanpa mempersiapkan pengetahuan tentang negara tujuan. Padahal ini merupakan pijakan pertama di Kuala Lumpur untuk kami berdua. Nekad? Sikit-sikit lah.. :P

Yang paling keren adalah, dari Jakarta, kami hanya membekali diri dengan 10 RM (Ringgit Malaysia). *sungguh bukan perbuatan yg patut ditiru. Angka yang WoW banget! Untuk ongkos dari bandara menuju hotel aja ga cukup ckckck.

Foto dan cerita selengkapnya perjalanan 3 hari 3 malam di Kuala Lumpur akan menyusul ;)


-Ling-

Cile on Board

Taking off soon. Trip begin..


-Ling-

Cile: Airport Sleep Over

Pose pertama Cile di Hongkong. Bukannya langsung ikutan ngantri di imigrasi malah cari posisi dan colokan. Ckckck

Balada beli tiket murah dan ga mau rugi biaya hotel, jadinya begini deh.

Sampai tujuan dini hari, mau ke downtown uda kelewatan jam operasional bus. Landing aja jam 12.30 waktu setempat, bus cuma beroperasi sampai jam 12. Mau ga mau nunggu bus "besok" paginya lagi. Lima jam ngetem di bandara, lumayan..

Satu jam pertama seh ga berasa. Dari turun persawat sampai ketemu posisi ngetem yang asik uda cukup makan waktu. Ditambah lagi sibuk ngurusin jaringan data untuk tetap menjalin komunikasi sama yang di Jakarta.

Niat untuk ga tidur pun batal begitu masuk pukul dua. Mata ga ketahan lagi keriyep-keriyepnya *tapi tetap update blog dulu :P

Demikian dulu cerita Cile yang nginep di bandara ^^


-Ling-

Cile: Tea Time

Selalu ada yg pertama. Apalagi yang namanya berpetualang.

Pengalaman pertama Cile kali ini, menikmati secangkir teh dalam pesawat. Ckckck.. Maklum, selama ini kalo pergi selalu naik budget airline. Air putih aja ga dikasi, apalagi teh :P

Catatan Cile,
On the sky with CX 636, 9 Agustus 2012


-Ling-

Cile's 3rd Trip

Ga berasa uda tiba waktunya Cile untuk nunggu boarding ^^

Tadi hampir aja Cile ga jadi berangkat. Mama ngoceh karena handbag Ling terlalu imut. "Buat apa dibawa? Menuh-menuhin tas aja. Uda tau tasnya kecil". Beruntung Ling baik dan tetap ajak Cile ikut.

Perjalanan kali ini akan Cile tempuh dengan Airasia *perjalanan pertama dengan maskapai yang terkenal dengan "tarif hemat"-nya.

Wish Cile save flight yah..


-Ling-

Kartu Keberangkatan/Kedatangan

Regulasi baru dari imigrasi Indonesia. Kalo mau melakukan perjalanan keluar negeri, ga perlu lagi mengisi dan menunjukan kartu keberangkatan/kedatangan ketika melewati imigrasi di bandara Soekarno - Hatta. Apapun fungsi dari si kartu tesebut, kini digantikan oleh boarding pass.

Meski demikian, kartu Imigrasi negara tujuan tetap harus diisi. Dan akan dibagikan ketika melewati boarding gate. Prosedurnya masih tetap sama dengan yang lama. Satu potong diambil ketika melewati imigrasi pada saat tiba dinegara tujuan, dan satu lagi ketika pulang.

Entah kebetulan atau memang menjadi lebih baik, kemaren ini ketika akan melewati imigrasi, antriannya tidak lagi mengerikan. Meski tak sekosong ketika antri di Singapore, 4-5 orang rasanya masi bisa dimaklumi.

Hem, apakah ini imbas dari kejadian beberapa waktu lalu? Perseteruan antara pejabat dengan petugas imigrasi yang sempat dimuat harian nasional terkait tentang antrian yang mengular serta arogansi untuk lewat jalur VIP.

Apa pun alasan dibaliknya, selama membawa hikmah positif patut disyukuri. Sekarang, tinggal tunggu realisasi monorail dari bandara ke kota, yang pernah marak beberapa waktu lalu *ngarep banget


-Ling-

Travel: Asia Top Cities

Captured from Yahoo! Indonesia. 04.04.12
-Asia Popular Country & City-

Pencapaian pariwisata Indonesia rasanya masih jauh dari kata maksimal. Dengan dua kota yang berada dalam daftar 10 besar, Indonesia hanya mampu menduduki posisi 9. Bahkan, Bali hanya berada satu nomor dibawah Bangkok yang menepati peringkat pertama.

Lombok hanya mampu mengungguli Ho Chi Minh yang berada diposisi buncit, tapi tetap senang melihatnya. Dengan keindahan baharinya, seharusnya bukan angan muluk membayangkan Lombok merangkak naik.

Dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk menjadikan wilayah-wilayah indah Indonesia lainnya lebih berkembang. Infrastruktur misalnya. Tak sedikit objek wisata yang berpotensi tinggi namun tidak maksimal mendatangkan wisatawan karena jalan yang tidak memadai.

Hal krusial lainnya adalah pengadaan pesawat murah, low cost carrier. Saat ini banyak wisatawan lokal yang memilih melakukan perjalanan ke luar negeri karena harga tiket yang lebih murah. Jakarta - Singapore lebih murah daripada Jakarta - Bali. Jakarta - Kuala Lumpur lebih terjangkau dibandingkan Jakarta - Lombok. Terlepas dari selisih jarah, selisih harganya terlalu jauh. Jika tidak disertai dengan niat kuat untuk mengunjungi Lombok, ujung-ujungnya perjalanan dialihkan ke kota atau bahkan negara lain.

Kembali ke kota yang paling diminati, semoga punya rejeki untuk melengkapi kunjungan ke kota yang belum kesampean, satu per satu ^^ *lirik celengan


-Ling-

Kebun Raya Bogor

"Kalo lagi pacaran ga boleh ke Kebun Raya Bogor, nanti bisa putus", kata si Kamu. Jadilah ga pernah mampir melihat keindahan alam yang satu ini meski udah berkali-kali ke Bogor.

Kebetulan di hari Valentine yang lalu karena satu dan lain hal gue ke Bogor dan ga ada rencana mau belanja, jadilah mampir ke Kebun Raya Bogor. Kebiasaan banget kalo lagi ga perlu kita akan lalu-lalang berkali-kali dan begitu mencari, kudu mutar-mutar dulu. Setelah berputar cukup lama, akhirnya kami temukan juga pintu masuknya.

Perorang dikenakan Rp. 9.500,- dan mobil Rp. 15.500,-. Sepertinya harga tiket masuk hari kerja berbeda dengan akhir pekan. Di tiket tertera "Tiket Masuk Hari Kerja", kalo perginya hari Sabtu atau Minggu, mungkin akan tertera "Tiket Masuk Akhir Pekan" ^^
Pemandangan sekililing cukup rindang. Jika berada di dalam, tak menyangka sedang berada di tengah kota Bogor. Yah, meski pada beberapa bagian kita masih bisa melihat bayangan kendaraan yang melintas dibalik tanaman.

Suasana hari itu bisa terbilang sepi. Hanya ada sekitar 10 - 15 kelompok pengunjung yang berpapasan dengan kami. Ada yang datang bersama keluarga, teman dan juga pasangan (dari usia, sepertinya pacar dan bukan suami-isteri *kepoh mode on). Selain wisatawan domestik, tampak juga warga asing yang didampingi oleh tour guide.

Untuk berkeliling, selain jalan kaki, kendaraan diijinkan masuk. Kami masuk dengan kendaraan dan berhenti dipinggir jika ada yang menarik perhatian kami. Pertama kali berhenti tak jauh dari pintu masuk. Kami tertarik melihat daun teratai yang besar ditengah danau.

Tak lama kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di suatu tempat. Bingung menjelaskan, langsung liat foto aja yah.. ^^  Jalan setapak beratap tanaman merambat.

Di sekitar situ ada bunga yang cukup familiar. Tapi, apa yah namanya?


Selanjutnya kami kembali berhenti di depan bangunan yang sepertinya untuk penelitian. Kami mampir ke bangunan sebelahnya, numpang toilet :P

Disekeliling rumah tempat kami masuk *ga ada foto, ada tanaman yang belum pernah kami lihat. Bentuknya cukup unik.  

Ada juga yang sering dilihat dan dijadikan mainan waktu masih kecil dulu. Hemm.. jangan tanya apa namanya yah :P

Perjalanan selanjutnya, mencari Jembatan Merah legendaris yang katanya pasangan lewat sana bisa putus. Di sini cukup banyak pengunjung yang berkumpul dan foto-foto. Gue ga turun karena gerimis lumayan besar. Ga mau ambil resiko masuk angin, jadi cuma nunggu di mobil. Jadi, ga ada foto yang bisa diupload.

Dari jembatan merah, kami berniat melihat bunga Rafflesia alias bunga Bangkai yang ternama. Sayang bunga yang mekar tiap 3-4 tahun itu udah layu. Kami terlambat 10an hari. Jadinya hanya bisa mendapatkan foto berikut ini.

Ternyata lumayan juga lho meski cuma melihat layuan bunga. Karena kalo lagi ga berbunga, kita hanya akan menemukan dataran tanah atau batang pohon saja. Menurut salah satu petugas, tanaman yang satu ini cukup unik, ada siklusnya gitu. Bunga - umbi/tanah - pohon - umbi/tanah - bunga. Atau kadang bisa juga, bunga - umbi/tanah - pohon - umbi/tanah - pohon - umbi/tanah - bunga.

Pengunjung tidak diperkenankan berada terlalu dekat dengan si Bunga. Ada pembatas pagar sekitar 3-4 meter. Di pagar disediakan papan informasi mengenai si Bunga langka.

Ada sembilan bunga yang dibudidayakan di Kebun Raya Bogor, jadi kalo mau melihat ga harus menunggu sampai 3-4 tahun. Lupa pastinya, yang pasti sembilan bunga tersebut tidak mekar pada saat yang bersamaan.

Hal menarik lainnya adalah jalan setapak menuju si Bunga. Batu-batu disusun sedemikian rupa jadi berbentuk deretan bunga. Dan, ternyata batu bunga ini tidak hanya di satu tempat. Salut juga sama pengelola yang memperhatikan sampai sedetail ini.

Perjalanan dilanjutkan tanpa tujuan. Lalu kami berhenti di kaktus area. Sepertinya kawasan ini di namakan Taman Mexico. Ada beragam jenis kaktus disepanjang jalan yang kami lewati. Berikut beberapa yang sempat terfoto.

Ada kaktus yang berbunga juga lho.. 
Tak jauh dari area kaktus, ada satu pohon besar yang cukup menarik buahnya kurus-panjang gitu.

Sebelumnya ga ikut liat Jembatan Merah, eh ketemu jembatan merah versi kecil ^^ Kalo berdiri di jembatan merah ini bisa melihat jalan raya.

Dari area kaktus, kamu berhenti ketika melihat pohon melengkung ini. Sepertinya bagus untuk foto-foto hehehehe... 
 

Sebelum berhenti untuk foto, di dalam mobil sudah membicarakan mengenai pasangan muda yang sedang berpelukan di jalan yang kami lewati. Maklum, perginya bersama para ibu-ibu yang notabene bawel. Apalagi yang berhubungan dengan kemeraan ditempat umum. Waktu mau meninggalkan lokasi, eh, dapat angle bagus! Jadi lah kepoh babak dua.. hihihihihi

Hari semakin sore. Kami bermaksud mengunjungi Rumah Anggrek, namun gagal. Berkali-kali mutar tapi ga ketemu. Dalam perjalanan menuju Rumah Anggrek malah melihat pohonn unik yang berwarna merah keemasan ini. Dari akar sampai ujung pohon semuanya sama. Pohon ini sangat tinggi. Sampai-sampai tidak bisa mendapatkannya dalam 1x jepretan.

Sampai akhir kami masih tak menemukan si Rumah Anggrek. Bangunan terakhir yang kami tuju ternyata adalah Restoran & Cafe. Tempat mempunyai pemandangan indah. Tanah lapang penuh rumput hijau menjadi halamannya.

Diujungnya terdapat kolam yang dihiasi teratai. Lebih besar dari yang kami liat ketika baru masuk.
 

Ini adalah perhentian terakhir kami. Katanya Kebun Raya Bogor tutup jam 5 sore. Kami pun mencari jalan keluar. Dan, ketika kami keluar, malah melihat ada kendaraan yang masuk tanpa harus membeli tiket. Sepertinya tempat kami keluar menjadi pintu masuk bagi yang mau mengunjungi Restoran & Cafe tadi. Sepertinya, ga tau juga.. 


-Ling-

Dokcilo: Changi Aiport

Dokcilo's first pose at Singapore, Changi Airport. Oops! Ada penampakan jari siapa tuh :P

Rasanya 1 - 0 untuk Cile dalam hal penampakan pertama. Background latarnya lebih keren dan OK. Ga pake jari pula. Hehehehe.. Penampakan pertama Cile, klik sini.


-Ling-

Dokcile: On Board

Sat, Dec 17th

Dokcile flying back to Jakarta to see Dokcilo! :D


-Ling-

Dokcile: Adventure D-3

Cile posing at Sky Park.


-Ling-

Dokcile: Singapore D-1

Laporan pertama Adventure of Dokcile at Singapore.

Hal pertama yang dilakukan begitu menginjakan kaki di bandara Changi, Singapore, cari akses internet! Hehe

Eh, yang paling utama cari tempat makan untuk isi perut deh :P Dalam perjalanan, ga sengaja menemukan Kios Internet Gratis yang sebelahan sama Kios Colokan.

Untuk bisa mengakses Free Wifi dengan gadget sendiri, para penumpang harus meminta uid dan password ke bagian Informasi.

Habis makan, area tersebut pun menjadi lokasi peristirahatan kami sampai pagi menjelang..


-Ling-

Kawah Putih

Sekian lama mendengar tentang keindahan Kawah Putih, Bandung, akhirnya kesampaian juga melihat langsung ke sana. Tak sia-sia melakukan perjalanan yang tujuan utamanya mengantar saudara ini. Nyenengin orang sekalian nyenengin diri sendiri :)

Tak seperti biasa yang kalo berangkat pasti rombongan, kali ini kami hanya berangkat berempat. Meski lebih seru kalo pergi rame-rame, tapi berempat memberikan pengalaman tersendiri. Bisa dibilang double date bersama om dan tante ^^

Selain foto-foto, tak banyak yang bisa dikerjakan di Kawah Putih. Waktu yang disarankan untuk foto-foto menikmati mahakarya alam yang satu ini hanya sekitar 15 menit atau sampai tenggorakan terasa kering. Kalo ga salah inget, kemaren itu kami berada di sana lebih dari waktu yang disarankan :P

Berikut beberapa hasil jeprat-jepret di Kawah Putih

Nasib berpergian dengan orang tua gaptek, ga ada yang bisa fotoin balik :( Selama perjalanan hari itu, hanya satu foto ini yang isinya Kami berdua! Itu pun udah pake crop untuk membuang jempol sang fotografer yang ikut tertangkap kamera hahahaha..
-Satu-satunya foto Kami di Kawah Putih-
Oh yah, ada opsi wisata hemat buat yang mau ke Kawah Putih dengan kendaraan pribadi, terlebih bagi yang berpergian hanya 2-4 orang. Sebelum masuk pintu loket, ambil ke arah kanan. Parkir kendaraan di sana, lalu membeli tiket dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum yang telah disediakan.

Jika melanjutkan perjalanan dengan kendaraan pribadi dikenakan biaya tambahan Rp 150.000,- per mobil diluar tiket masuk wisata Rp 15.000,- per orang. Padahal kalo naik kendaraan umum, hanya Rp 25.000,- untuk tiket masuk dan ongkos. Lumayan kan selisihnya? Jangan ulangi kesalahan kami!
-Kawah Putih: Terminal / Halte-
Pesan khusus kalo ada yang mau ke sana, Strawberry-nya manis-manis! Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan yang di Situ Patengan. Kalo punya waktu, boleh juga tuh melanjutkan perjalanan ke Situ Patengan. Lokasinya tidak terlalu jauh kog ^^


-Ling-

KalStar Aviation

Pontianak - Jakarta kali ini ditempuh selama 1 jam 20 menit dengan menggunakan maskapai baru, KalStar Aviation.

"Ada pesawat baru lho, murah deh" kata sodara yang udah lebih dulu mencoba maskapai yang baru beroperasi satu bulan ini. Karena alasan "murah" itu pula diputuskan untuk kembali ke Jakarta dengan KalStar. Semakin yakin dengan info dari sepupu yang mengatakan, "kata temen gue, pesawatnya ontime".

Gue pun coba menanyakan jadwal dan harga tiket Pontianak - Jakarta dengan menghubungi nomor yang tertera di kartu nama berbahan kertas HVS yang dikasi.

Karena proses pemesanan yang ribet. Harus transfer terlebih dahulu lalu mengirimkan bukti transfer melalui fax, maka diputuskan untuk langsung membeli tiket di bandara Supadio. Apalagi, kata customer service yang gue hubungi, masih banyak kursi kosong yang tersedia.

Pukul 18.06 kami tiba di loket Kalstar, bandara Supadio, dan memesan tiga tiket untuk pukul 19.00. Dilayani oleh seorang kakak yang cantik dan ramah. Dia menginformasikan bahwa pesawat sudah landing. Kami pun berjalan cepat menuju loket check in.

Tak butuh menunggu lama sampai operator mengumumkan waktu boarding Kalstar KP 805 yang akan kami tumpangi. Ontime banget! Beda sama waktu keberangkatan dengan Bata*** yang delay 50 menit.

Nilai plus Kalstar belum selesai sampai di sini. Begitu masuk kabin dan duduk, lega banget! Kaki ga nyangkut. Akhirnya, ada juga pesawat dengan tempat duduk yang manusiawi.


Take off dan landing-nya smooth bener. And, last but not least, dapat snack box yang isinya paling wah dibanding maskapai lainnya.

Semoga aja pelayanan yang seperti ini dapat tetap dipertahankan oleh Kalstar, tidak hanya manis pada awal launching aja, khususnya penerbangan Pontianak - Jakarta dan sebaliknya :)


-Ling-

Pantai Batu Hiu

Batu Hiu adalah tempat tujuan wisata yang tidak gue rencanakan untuk dikunjungi dalam rangkaian perjalanan pada libur lebaran tahun ini. Bahkan keberadaannya pun tidak gue ketahui sampai ketika tiba di Pangandaran. Sesekali melakukan sesuatu tanpa rencana memang menyenangkan. Apalagi jika tergabung dalam pasukan yang juga bisa sistem go show, sempurna.

Lokasi pantai Batu Hiu tidak jauh dari pantai Pangandaran, mungkin sekitar 30 menit. Keindahan alam yang disajikan pun tak kalah dengan pantai Pangandaran yang memang sudah terkenal. Kami mampir ke sana ketika dalam perjalanan dari pantai Pangandaran menuju Green Canyon. Keputusan yang patut disyukuri dan tak kan pernah disesali.

Pesisir pantai yang satu ini dinamakan Batu Hiu karena terdapat batu yang menyerupai ikan Hiu. Namun itu dulu, sebelum sang Batu dihantam oleh Tsunami beberapa tahun lalu. Saat ini hanya tersisa puing batu yang tampak tak jauh dari bibir pantai. Tak ada bayangan kalo batu tersebut mirip dengan bentuk ikan Hiu.

-Batu Hiu-
Meski tidak melihat langsung batu yang berbentuk Hiu tersebut, pantai yang satu ini tetap memberikan kesan mendalam melalui hamparan pantai yang masih bersih, terpaan ombak dan tebingnya yang indah. Pit stop wajib jika mengunjungi Pangandaran!!


-Pantai Batu Hiu-


-Ombak dan Tebing, Pantai Batu Hiu *lupa ngambil foto tanpa subjek :P-

Wisata kami di pantai Batu Hiu merupakan salah satu yang tersingkat. Kami hanya mampir kurang lebih setengah jam yang mana sebagian besar dihabiskan dengan berfoto ria.

Next, Green Canyon! :D


-Ling-